
Kemudian cahaya yang sangat terang itu menyambar dan menyelimuti seluruh tubuh Yu Ming, yang masih saja di kelilingi oleh cahaya pelanginya.
"Blaaarrr...!!!"
Cahaya terang itu meledakkan bukit batu, di mana Yu Ming sedang duduk bersila.
Seluruh tubuh Yu Ming kini terlihat melayang di udara di selimuti oleh cahaya terang yang terus menyambar dari atas kebawah.
Tubuh Yu Ming yang kini sedang berdiri dengan sepasang kaki dan tangan terpentang.
Mengalami getaran dan guncangan yang sangat hebat.
Hingga seluruh pakaian compang camping yang melekat di tubuh Yu Ming, kini hancur berkeping keping tidak bersisa.
Setelah beberapa saat tubuh Yu Ming yang sedang melayang di udara mengejang hebat.
Akhirnya terdengar suara teriakan keras Yu Ming memenuhi udara.
"Huaaaaaahhh ..!!"
Suara teriakan Yu Ming dan hentakan energi kekuatan Yu Ming yang dahsyat dan tak terbendung.
Karena Yu Ming telah menembus jurus ketiga, "Semua nya Kembali Ke Asal.."
Segera ledakan kekuatan dahsyat Yu Ming pertama tama menghancurkan gelang emas yang membelenggu lehernya.
Kemudian di susul dengan hentakan dahsyat di kedua pergelangan kaki nya, baru di susul dengan kedua pergelangan tangan nya.
Semua gelang yang membelenggu di sana pecah hancur berkeping-keping tidak mampu menahan kekuatan dahsyat Yu Ming.
Sesosok roh gaib seorang kakek berjanggut dan berpakaian putih.
Sambil tersenyum puas kembali muncul di balik punggung Yu Ming.
"Huaaaaaahhh...!!!"
Sekali lagi Yu Ming kembali berteriak keras, efeknya langsung meledakkan sinar kemilau dari langit yang mengurung seluruh tubuhnya.
"Blaaarrrr..!!!"
Kembali terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat hingga menggetar 4 lapis langit di atas dan di bawah Yu Ming.
Langit lapis ketiga dan keempat yang mengalami goncangan paling dahsyat sehingga merekah atas dan bawah.
Kedua lapis langit itu serasa mau ambruk menerima guncangan ledakan kekuatan maha dahsyat yang di lepaskan oleh Yu Ming.
Di suatu tempat lain jauh di wilayah timur sana di langit lapis ketiga.
Di istana San Qing Kuan, Yuan Se Thian Cun, Ling Bao Thian Cun, Thai Sang Lao Cin dan Thai Yuan Sheng Mu yang sedang melakukan Siu Lian di empat penjuru tempat terpisah.
__ADS_1
Mereka juga mengalami guncangan hebat, hingga mereka terpaksa membuka kembali sepasang mata mereka, menghentikan Siu Lian.
Mereka berempat seperti punya pertalian batin sama sama serentak bergumam.
"Putra Penguasa Semesta Jagad Raya telah lahir.."
"Apakah ini adalah pertanda berkah atau musibah rahasia alam semesta tidak ada yang tahu.."
Selesai berucap mereka berempat dengan kompak kembali memejamkan mata mereka, melanjutkan Siu Lian mereka.
Di sekitar tubuh mereka langsung muncul perisai Pat Kwa yang meredam guncangan hebat yang masih terus berlangsung.
Di ujung barat sana di langit lapis ketiga, Buddha Ru Lai yang sedang bersandar membeberkan Dharma kepada murid murid tingkat Arahat, Bodhisatva ,Maha Satva, dan Buddha.
Mereka juga merasakan guncangan hebat tersebut.
Buddha Ru Lai menghela nafas panjang dan berkata,
"Putra Penguasa Jagad Raya telah lahir, Tidak tahu ini adalah berkah atau musibah bagi seluruh alam semesta.."
Selesai berkata, Buddha Ru Lai menjentikkan ujung jarinya ke udara, seberkas cahaya merah jambu seperti warna bunga teratai.
Segera membentuk sebuah kubah raksasa melindungi seluruh tempat dia sedang bersandar di hadapan murid muridnya.
Sehingga situasi guncangan hebat menjadi normal kembali.
Mereka semua kembali melanjutkan doa bersama mereka mengikuti Buddha Ru Lai untuk ke bahagian semua mahluk hidup di seluruh alam semesta.
Mereka berdua yang sedang khusyuk bersemedi, mereka juga ikut di kagetkan oleh guncangan dahsyat itu.
"Apa yang terjadi, ? ini pertanda baik atau buruk kah ?"
Ucap Yu Ti sambil menatap kearah istrinya.
Wang Mu Niang Niang menghela nafas panjang dan berkata,
"Mungkinkah ini muncul karena Ming Er..semoga bukan dia.."
Ucap Wang Mu Niang Niang sambil menatap sedih kearah suaminya.
Yu Ti menghela nafas panjang, kemudian dia membuat sebuah perisai cahaya emas, untuk menenangkan goncangan.
Baru berkata,
"Semoga saja bukan.."
Setelah itu dia kembali memejamkan matanya, melanjutkan Siu Lian nya, Wang Mu Niang Niang pun melakukan hal yang sama.
Di tempat yang jauh di Utara sana, Yu Ming setelah berhasil meledakkan cahaya kemilau yang mengurung nya.
__ADS_1
Dia terlihat terus menyerap kekuatan alam semesta dari langit bagian atas yang terbuka lebar.
Seluruh tubuh nya bermandikan cahaya pelangi yang berkilauan seperti berlian.
Tubuh Yu Ming yang tadinya kurus ceking hitam dan terlihat menyedihkan.
Dalam sekejab telah kembali normal seperti asal mulanya.
Sebuah pakaian perang yang berkilauan cahaya pelangi terlihat melindungi seluruh tubuh Yu Ming yang terbuka.
Setelah puas menyerap hawa langit lapis atas yang perlahan-lahan mulai menutup kembali.
Perlahan-lahan tubuh Yu Ming pun melayang turun hinggap di atas tanah.
Yu Ming perlahan lahan membuka sepasang matanya yang bersinar tajam berkilauan.
Setelah kondisi pikirannya normal kembal, Yu Ming mencoba memperhatikan gelang yang sebelumnya melingkar di pergelangan tangan dan kakinya, Yi Ming juga meraba bagian lehernya.
Mendapatkan semua gelang telah tiada, kekuatannya kembali mengalir normal.
Yu Ming menghela nafas lega dan berkata,
"Akhirnya kekuatan ku kembali juga, perasaan ku semakin tidak enak.."
"Aku harus segera pergi dari sini.."
Selesai berkata, Yu Ming langsung melesat keangkasa, berubah menjadi sebuah titik kecil dengan kecepatan tinggi sudah menghilang dari tempat itu.
Selagi Yu Ming sedang melakukan pergerakan cepat.
Di tempat lain nya beberapa waktu sebelum Yu Ming berhasil memulihkan kekuatannya dan mengalami peningkatan kekuatan yang semakin dahsyat.
Di sebuah Padang rumput luas terlihat seorang gadis sedang bertarung mati matian dengan seorang pemuda.
Gadis itu memegang sebatang pedang yang mengeluarkan cahaya biru dan hawa es beku yang sangat dingin.
Sedangkan pria yang menjadi lawannya menggunakan sebatang pedang yang bisa memancarkan 9 warna, pedang itu sangat tajam dan sarat dengan hawa iblis Kegelapan.
Gadis itu meski permainan pedang nya sangat hebat, tapi langkahnya selalu terlihat kurang stabil.
Dia sering terhuyung-huyung dalam setiap langkah nya, seperti orang mabuk.
Keadaan sebaliknya terlihat jelas pada lawan nya, meski gerakannya sederhana tapi sangat stabil dan mengandung hawa menekan yang sangat kuat.
Sehingga gadis itu agak terdesak dan sulit berkembang permainan pedang nya.
Pemuda itu tentu saja adalah Yu Long, dan gadis itu adalah Ping Ru Meng .
Yu Long setelah menemukan tempat yang tepat, dia tidak lagi melarikan diri.
__ADS_1
Melainkan dengan tenang menyambut semua serangan yang Ping Ru Meng lepaskan kearahnya.