LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
BERTEMU MAHA GURU MONGOLANA


__ADS_3

Xiang Lung Luo Han dan Xiang Hu Luo Han melihat serangan mereka di retur kembali.


Mereka berdua dengan tenang membiarkan kekuatan mereka yang membalik, terserap kembali kedalam tubuh mereka.


Ping Ru Meng kagum melihat cara kedua biksu itu, menyambut serangan returan nya itu.


Ping Ru Meng melanjutkan dengan serangan berikutnya untuk menekan kedua biksu sakti itu.


"Hawa Pedang Es Pemusnah 3 Alam.."


Dua buah pedang es raksasa terbentuk, lalu bergerak dari atas kebawah, seakan akan ingin membelah tubuh kedua biksu itu dengan satu tebasan maut .


Sebelum serangan sebenarnya tiba, hawa es beku sudah membekukan tubuh Luo Han Xiang Lung dan Luo Han Xiang Hu.


Hingga berubah menjadi patung es.


Melihat hal tersebut 16 biksu lainnya, segera bergerak maju.


Mereka menempelkan telapak tangan mereka di bahu biksu yang ada di depan mereka.


Secara berurutan mereka menempelkan telapak tangan mereka di bahu saudara mereka yang ada di depan.


Hingga bagian paling depan dari ke 16 orang tersebut, tangan kiri di tempelkan di Punggung Xiang Lung, tangan kanan dia tempelkan di punggung Xiang Hu.


"Blaaarrrr...!"


Es beku yang menyelimuti tubuh Xiang Liang dan Xiang Hu meledak hancur berkeping-keping.


Kini tubuh Xiang Lung dan Xiang Hu yang sarat energi gabungan, langsung memancarkan cahaya kesempurnaan.


6 cahaya terpancar dari tubuh mereka berdua, Biru kuning merah putih Jingga dan campuran dari ke 5 warna sebelum nya.


Begitu keenam cahaya terpancar keluar dari tubuh mereka, gerakan tebasan bayangan pedang es Raksasa tertahan di udara.


Xiang Lung dan Xiang Hu Luo Han, berteriak keras,


"Cahaya Buddha menerangi jagad..!"


Sambil kedua tangannya mereka dorongkan kearah Ping Ru Meng .


Cahaya menyilaukan terpancar kesegala arah.


Menghancurkan pedang es raksasa, sedangkan 4 Cahaya laksana meteor yang menyilaukan meluncur kearah Ping Ru Meng .


Ping Ru Meng sedikit terkesiap oleh serangan kedua biksu lawannya yang menggunakan tenaga gabungan 18 Arahat.


Ping Ru Meng segera memutar pedangnya membentuk pusaran es.


Sebelum kemudian dia lepaskan kearah kedua biksu yang sedang melepaskan dorongan cahaya berkilauan kearahnya.


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat sebelum kedua energi yang sama dahsyat nya bertemu di udara.

__ADS_1


Sebuah energi lembut yang datang dari balik kuil melesat keudara.


Kemudian turun menyelimuti kedua kekuatan dahsyat itu, membelokkan kedua kekuatan itu untuk di ledakan di udara.


Sehingga kedua belah pihak selamat tidak ada yang terluka.


"Delapan belas Luo Han kalian mundurlah, biarkan nona itu masuk menemui ku.."


"Sebagai ahli waris Ping Qi, dia layak menjadi tamu kehormatan kita.."


Ucap suara lembut yang berasal dari balik kuil.


Delapan belas Luo Han memberi hormat kearah Ping Ru Meng, lalu mereka segera menyingkir kesamping, memberi jalan kepada Ping Ru Meng.


Ping Ru Meng membalas penghormatan mereka, lalu dengan langkah tenang dia melewati mereka.


Menaiki undakan tangga masuk kedalam ruangan bakti sala yang luas.


Di dalam ruangan yang luas terlihat seorang biksu dengan janggut dan alis putih memanjang kebawah, dia berdiri dengan sikap anjali, sambil tersenyum ramah kearah Ping Ru Meng dan berkata,


"Nona muda, akulah Mongolana yang ingin nona temui.."


"Apa ada sesuatu yang bisa biksu tua ini bantu..?"


Ping Ru Meng menjura penuh hormat dan berkata,


"Guru besar, mohon guru besar bisa mengabulkan permohonan dari hamba.."


"Hamba Ping Ru Meng ingin meminjam suara emas dari surga barat milik maha guru besar.."


Biksu tua itu tersenyum ramah dan berkata,


"Nona bukan aku tidak mau meminjamkannya pada mu.."


"Tapi kamu harus tahu, resiko dari urusan ini sangat besar dan rumit.."


"Satu petaka akan menimbulkan munculnya petaka lainnya yang jauh lebih rumit.."


"Apa kamu siap dan tidak akan menyesal menanggung akibat darinya kelak.?"


Ping Ru Meng mengangkat kepalanya menatap biksu tua itu dengan penuh penasaran dan berkata,


"Maha guru, hamba meminjam suara emas untuk membasmi kejahatan dan sumber masalah."


"Membersihkan nama baik dan menolong suami hamba dari hukuman yang tidak layak dia terima.."


"Petaka apa yang mungkin akan muncul..?"


"Mohon penjelasannya..?"


Biksu tua itu masih tersenyum ramah dan berkata,


"Rahasia masa depan aku tidak boleh sembarangan membukanya.."

__ADS_1


"Tapi aku bisa mengingatkan anda, petaka sebagai sebab akibat balas membalas ini, akan membawa anda dan semua orang di sekitar anda, yang anda sayangi terjerumus kedalam lembah penderitaan yang tiada akhirnya.."


"Saya harap sebelum mengambil keputusan, anda bisa mempertimbangkannya dengan matang matang.."


Ucap biksu tua itu sambil tersenyum penuh pengertian.


Ping Ru Meng sejenak meragu, mendengar ucapan biksu tua itu.


Hati kecilnya sedikit takut akan ramalan biksu tua ini yang mungkin bisa jadi kenyataan.


Bukan hanya biksu tua ini saja, bahkan 18 Arahat di depan sana juga sudah pernah mengingatkan nya.


Tapi Ping Ru Meng akhirnya tetap mengambil keputusan nekad,


Dia berkata dengan penuh keyakinan.


"Terimakasih maha guru sudah mengingatkan, tapi aku masih tetap pada keputusan ku.."


"Demi menyelamatkan dia, aku tidak punya pilihan..'


"Meski kelak aku harus jatuh kedalam lembah penderitaan tiada akhir, demi dia aku siap menanggung semuanya.."


Biksu tua itu mengangguk dan berkata,


"Baiklah ini si suara emas, kamu boleh bawa dan bantu aku merawatnya.."


"Suara emas jodoh di antara kita hanya sampai di sini.."


"Bila kelak ada jodoh kita akan berkumpul lagi, bila tidak juga tidak ada yang perlu disesali.."


"Pergilah semoga segala mahluk hidup dalam keadaan tentram dan berbahagia ."


Di telapak tangan biksu tua itu,kini muncul seekor ayam jantan kecil berbulu emas.


Ayam jantan itu hanya berukuran sebesar jari jempol saja.


Begitu muncul dia langsung mengeluarkan suara berkokok nya, yang panjang halus dan lembut.


Saat biksu tua itu mengerakkan telapak tangannya, ayam itu pun langsung terbang meninggalkan telapak tangan biksu tua itu.


Ayam berbulu emas itu langsung terbang kearah Ping Ru Meng .


Ping Ru Meng segera mengulurkan telapak tangannya untuk menyambut ayam yang mampu mengeluarkan suara Kokoknya yang panjang dan lembut itu.


Ping Ru Meng setelah menyambut ayam jinak itu, dengan hati hati dia menyimpan mahluk itu kedalam gelang penyimpanan nya.


Setelah itu dia segera memberi hormat dan mengucapkan terima kasih kepada biksu tua yang ada di hadapannya.


Biksu tua itu tersenyum ramah dan berkata,


"Pergilah nona tidak perlu berterima kasih, ini semua adalah jodoh dan takdir.."


"Kedepannya tergantung pada kemampuan mu untuk merubah dan mengembangkannya, semoga semua berjalan sesuai harapan mu.."

__ADS_1


Ping Ru Meng bersujud tiga kali di hadapan biksu tua itu.


Setelah itu dia baru mengundurkan diri dari ruangan tersebut.


__ADS_2