
Yu Ming terjun berbaur bersama para siluman iblis raksasa dan dewa dewa kecil buangan.
Mereka bekerja dalam pengawasan ketat tentara langit.
Yu Ming yang kekuatan dewa nya, terkunci dia harus bekerja bersusah payah memindahkan batu batu besar
Memecah batu batu besar, juga harus mendorong dan menarik kereta yang berisi batu batu besar menuju lokasi pembangunan.
Tidak ada pekerjaan kasar yang tidak dia lakukan seorang diri.
Semuanya harus dia kerjakan sendiri tanpa boleh ada yang membantunya.
Tapi Yu Ming tetap menjalani semuanya dengan sabar.
Saat baru pertama kali bergabung para Iblis Siluman dan Raksasa yang mengenalinya sebagai orang yang memimpin barisan dewa datang menghancurkan dan menangkap mereka semua nya.
Mereka semua sangat membencinya, tapi karena takut dengan pasukan Langit yang berjaga di sana.
Mereka terpaksa menyimpan kemarahan dan kebencian mereka didalam hati.
Mereka Idak berani berterang menyerang Yu Ming, meski mereka tahu Yu Ming kini hanya seperti manusia awam biasa.
Tidak lagi memiliki kekuatan dahsyat seperti sebelumnya.
Seperti siang ini saat matahari sedang bersinar terik, Yu Ming terlihat sedang mendorong sebuah kereta yang penuh dengan pecahan batu.
Seluruh tubuh dan wajah Yu Ming yang terbakar sinar matahari, bermandikan peluh.
Dengan susah payah, selangkah demi selangkah, Yu Ming berusaha mendorong kereta dorongnya yang penuh dengan batu.
Bergerak pelan menelusuri sebuah jalan yang menanjak cukup curam.
Tidak jauh di depan Yu Ming, terlihat seorang raksasa, juga sedang bergerak naik keatas. sambil menggendong sebuah batu bulat sebesar perut gajah, di punggung.
Si raksasa terlihat bermain mata dengan rekannya seorang iblis bertanduk bertubuh kecil, yang sedang bekerja, membongkar pecahan batu, dari kereta dorong yang sudah tiba duluan diatas sana.
Si iblis bertubuh kecil dengan seluruh tubuh berwarna merah dan memilki tanduk di kening dan sebuah ekor panjang, mirip ekor monyet.
Diatas sana dia sengaja menendang batu yang mengganjal kereta dorong tersebut.
Begitu ganjalan lepas kereta dorong yang miring, dengan muatan tidak seimbang.
Segera meluncur turun menuju raksasa yang membawa batu, raksasa itu dengan bergaya pura pura panik.
Dia langsung berusaha menghindar dan melepaskan batu yang sedang di tahan oleh kedua tangannya di balik punggung.
"Brolll...!"
"Gludukkk.!Gludukk.! Gludukkk..! "
Kereta berisi batu dan gelondongan batu besar, kini meluncur deras kearah Yu Ming.
Yu Ming hanya bisa berdiri diam terpana dengan kaget.
Dia ingin menghindar sudah tidak sempat.
Karena dia juga sedang dalam posisi menahan dan mendorong kereta sarat pecahan batu yang berat.
Sedikit saja dia melepaskan pegangan pada kereta yang sedang di dorong nya.
Dia pasti akan langsung terlindas oleh kereta dorongnya sendiri, sebelum dia sempat menghindar.
__ADS_1
Oleh karenanya selain berdiri diam menyambut insiden itu dengan pasrah.
Yu Ming sudah tidak tahu harus berbuat apa.
Untung nya di saat kritis itu, Dewa Er Lang yang baru kembali dari tugas muncul ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Melihat insiden tersebut dengan gerakan cepat, Dewa Er Lang menebaskan tombak cagak tiga nya yang mengeluarkan sinar keemasan menerjang kearah gerobak yang sedang meluncur kebawah.
Sedangkan dari mata yang terletak di dahi nya, melesatkan seberkas sinar laser merah, menghantam batu bulat sebesar perut gajah itu
"Brakkkk..!!"
"Blaaarrr...!"
Kereta bermuatan batu terpental meledak hancur oleh tebasan Dewa Er Lang.
Sedangkan batu besar terbelah dua terkena sinar laser merah dari kening dewa Er Lang.
Nacha yang juga berada di lokasi, dia juga bergerak cepat menyelamatkan Yu Ming.
Dia membawa Yu Ming terbang melayang keatas.
Baru kemudian dia turunkan di lokasi lain, yang jauh lebih aman.
Tadi karena terburu buru, dia tidak sempat memperhatikan Yu Ming.
Baru saat dia menurunkan Yu Ming mendarat diatas tanah.
Nacha langsung berseru kaget,
"Pangeran Mahkota..!"
Dewa Er Lang setelah memberi kode pada tentara nya, menangani kekacauan itu.
Dia juga segera menyusul mendarat di hadapan Yu Ming dan bertanya dengan penuh rasa heran.
"Adik misan,..mengapa kamu bisa ada di sini..?"
"Apa yang terjadi ?"
"Apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini..?"
"Mengapa kamu jadi terlihat seperti ini..?"
Wajar Dewa Er Lang heran, karena Yu Ming yang dulu dia kenal adalah seorang pemuda bertubuh tinggi besar berwajah tampan.
Dengan kulit tubuh dan wajah yang halus dan putih.
Tapi keadaan Yu Ming kini bertolak belakang, tubuhnya terlihat jauh lebih jangkung dan kurus.
Kulit tubuhnya juga terlihat hitam dan agak kasar, dia benar benar telah mengalami transformasi perubahan yang sangat drastis.
Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,
"Bila di ceritakan akan makan waktu yang panjang.."
"Sekarang masih jam kerja, biarlah aku lanjutkan dan selesaikan dulu pekerjaan ku.."
"Sore nanti baru kita kumpul dan cerita cerita.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum pahit.
__ADS_1
"Tak perlu di sini aku yang berkuasa.."
"Lebih baik adik misan ikut aku kerumah kediaman ku saja.."
Ucap Dewa Er Lang sambil menatap Yu Ming dengan serius.
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku sedang dalam masa hukuman, tentu aku harus menjalaninya dengan baik.."
"Akan sangat tidak bertanggung jawab, bila aku mengandalkan koneksi dan kekuasaan untuk menghindari tugas yang harus aku jalani.."
"Maksud baik kakak misan, biar Ming Er terima di hati saja.."
"Biarkan Ming er selesaikan tugas hingga jam nya tiba, Ming Er janji nanti akan langsung menuju kediaman kakak misan untuk menceritakan semua nya.."
Ucap Yu Ming sambil menjura memberi hormat.
Setelah itu dia langsung berlalu dari hadapan Dewa Er Lang dan Nacha.
Dewa Er Lang hanya menghela nafas panjang.
Dia menghargai pendapat dan prinsip Yu Ming.
Jadi dia tidak pergi mencegah nya, dia hanya bisa melepas kepergian Yu Ming dengan tatapan penuh kagum.
Setelah nya, Dewa Er Lang segera memanggil seluruh komandan pasukan yang bertugas melakukan pengawasan di sana dan berkata,
"Kalian semuanya dengar, adik misan ku, pria jangkung itu.."
"Apa kalian melihatnya..?"
tanya Dewa Er Lang memastikan.
Semua komandan yang hadir menoleh kearah Yu Ming yang sedang bekerja membelah batu.
Mereka menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Ya kami melihat nya Tuan.."
"Apa yang harus kami lakukan Tuan.?'
"Begini, dia ingin bekerja dengan tenang, maka kalian biarkan dia bekerja dengan tenang, jangan menganggunya.."
"Tugas kalian hanya secara bergilir mengawasi dan memastikan keamanan dan keselamatan nya."
"Itu saja cukup,..!"
Ucap Dewa Er Lang tegas.
"Baik Tuan, kami akan mengawasinya dengan baik.."
Jawab komandan komandan tentara langit itu kompak.
"Baiklah kalian boleh kembali ketempat kalian masing masing untuk menjalankan tugas.."
Ucap Dewa Er Lang cepat.
Setelah itu dia segera mengajak Nacha yang masih terlihat penasaran meninggalkan lokasi itu.
Mereka pergi mengunjungi lokasi lain, untuk melakukan peninjauan.
__ADS_1