
Kondisi Yu Ming benar benar menyedihkan, wajahnya yang tadinya tampan luar biasa.
Kini jadi sulit di kenali, memar bengkak menghiasi hampir seluruh wajahnya.
Sehingga wajahnya terlihat lebih gemuk dari aslinya dan lebam lebam di sana sini.
Sudah kondisinya mengenaskan begitu, para pengawal bawahan Yu Long dengan tanpa perasaan masih terus mendorong dan menendangnya dari belakang.
Sedikit saja langkahnya melambat, Yu Ming pasti menerima hadiah tendangan tanpa perasaan dari mereka.
Tapi Yu Ming menelan nya semua, mengeluh ataupun bersuara sedikitpun tidak.
Para pengawal itu terlihat sangat menikmati keadaan yang sedang di jalani oleh Yu Ming.
Sedikitpun mereka tidak merasa kasihan terhadap keadaan Yu Ming.
Kelihatannya mereka tidak akan puas, sebelum berhasil menyiksa Yu Ming hingga mampus.
Suara tertawa mereka akhirnya terhenti, saat puluhan pengawal Kerajaan Langit lainnya mendarat di depan mereka.
Salah satu dari pimpinan pengawal itu segera maju dan berkata dengan suara dingin.
Dari sini, tawanan kami serah terima, kalian boleh kembali ke tuan kalian.
Komandan pengawal yang di utus untuk mengawal Yu Ming tentu tidak menerimanya begitu saja.
Dia segera maju kedepan menghadapi komandan utusan dari Hua Sien Ce .
"Mana surat tugas mu..?"
"Tanpa surat tugas, meski kamu Jendral langit sekalipun.."
"Tidak akan pernah ku ijinkan kamu membawa tahanan ini.."
Komandan utusan Hua Sien Ce mengerutkan alisnya kurang senang.
Dia lalu mengeluarkan sepucuk surat perintah tugas dari Hua Sien Ce .
"Ini surat tugas ku, bacalah.."
Komandan pengawal kepercayaan Yu Long, segera mengulurkan tangannya untuk menerima surat perintah itu.
Sesaat selesai membacanya dia mengembalikan surat itu ketangan komandan pengawal utusan Hua Sien Ce .
"Siapa putri Hua Sien Ce , apa haknya dia meminta tawanan..?!"
"Maaf tawanan tidak bisa saya berikan kecuali ada surat dari Yu Ti langsung."
Ucap komandan pengawal kepercayaan Yu Long tegas.
"Hais...! kamu sungguh kelewatan,! kelihatannya tidak melihat peti mati, kamu tidak tahu cara menitikkan air mata..!"
Bentak komandan utusan Hua Sien Ce kesal.
Dia segera mencabut pedangnya dan berkata keras,
__ADS_1
"Serang tangkap mereka semuanya, kita bawa menghadap Tuan Putri, untuk menerima hukuman..!"
Pasukan di belakangnya segera ikut mencabut senjata.
Komandan pasukan utusan Yu Long juga tidak mau kalah gertak.
Dia juga ikut mencabut pedangnya dan berteriak keras,
"Semuanya maju serang..!"
Bawahan nya di belakang sana pada ikut mencabut senjata.
Lalu mereka mengikuti komandan mereka, maju menerjang menyerang kearah pasukan pengawal utusan dari Hua Sien Ce .
Perang kecil diantara sesama mereka sendiri pun pecah.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, tidak sampai 15 menit.
Seluruh barisan pengawal yang di utus oleh Yu Long telah berhasil di tawan oleh pengawal Hua Sien Ce .
Hal ini terjadi karena pengawal yang di utus oleh Yu Ti untuk mengawal putri nya ini.
Mereka semua adalah pengawal nomor satu istana, yang tidak bisa sembarang di gerakkan, bila tidak ada perintah langsung dari Yu Ti.
Mereka semua ini, adalah bagian dari pengawal yang menjaga keamanan bagian dalam istana.
Makanya kemampuan mereka, sulit tertandingi oleh pasukan pengawal utusan Yu Long.
Setelah mereka semua berhasil di kalahkan, mereka semua segera di giring untuk menghadap Hua Sien Ce.
Pasukan naas itu, kini menerima karma perbuatan mereka sendiri.
Mereka kini dipaksa secara bergantian menggendong Yu Ming melanjutkan perjalanan.
Siapapun yang mencoba protes, pasti akan di buat babak belur oleh pasukan Hua Sien Ce .
Kini giliran mereka yang merintih dan menjerit jerit kesakitan.
Mereka semua di giring melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di perkemahan khusus yang di dirikan untuk Hua Sien Ce .
Mereka semua segera di giring menghadap Hua Sien Ce .
Hua Sien Ce begitu melihat kondisi Yu Ming ke ke nya di siksa hingga model seperti itu.
Meledaklah amarah nya, tanpa banyak cakap dia segera mencabut pedang di pinggang pengawalnya.
Lalu dengan wajah beringas dia ingin menebaskan pedangnya kearah leher komandan pasukan pengawal Yu Long yang sedang di paksa berlutut di sana, dengan sepasang tangan terikat.
Komandan itu hanya bisa menatap dengan mata terbelalak kaget.
Melihat cahaya putih berkeredep bergerak cepat menuju lehernya.
Yu Ming yang melihat hal itu, memaksakan diri nya untuk berteriak,
""Hua er jangan..!!*
__ADS_1
"Tahan pedang mu..!"
Teriak Yu Ming sambil menahan nyeri pada wajah dan rongga di dalam mulutnya yang terluka dan penuh dengan sariawan.
Ini akibat dari setelah di pukuli wajahnya hingga babak belur dan terluka di sana sini.
Yu Ming jarang di beri minum oleh mereka, sepanjang mereka melakukan perjalanan bersama.
Hal ini lah yang memperparah keadaan luka luka di dalam rongga mulut Yu Ming yang di penuhi oleh sariawan besar besar di mana mana.
Pedang itu berhenti hanya satu Cun di samping leher komandan itu.
Meski pedang berhenti lehernya selamat, tapi Hua Sien Ce yang sedang marah mengubah arah gerak nya.
Pedang melejit keatas.
"Sraaat..!"
"Arggghhh..!"
Komandan itu langsung tumbang meringkuk kesakitan diatas tanah sambil menjerit jerit.
Sehelai daun telinganya yang tadi terbang, kini jatuh tergeletak tepat di hadapannya.
"Anjing penjaga kurang ajar..!"
"Bawalah daun telinga mu yang menjijikan itu, untuk melapor pada atasan mu yang berhati busuk dan licik itu..!"
"Katakan padanya, bila tidak senang boleh datang mencari ku..!"
"Aku Hua Sien Ce menanti nya..!"
Yu Ming hanya bisa memejamkan matanya, menggelengkan kepalanya.
Melihat sifat Hua Sien Ce yang keras dan sangat berani itu.
Yu Ming bukannya senang melihat hal itu, dia justru cemas dengan nasib Hua Sien Ce kedepannya.
Bila dia terus bersikap memusuhi Yu Long yang sangat licik dan penuh akal muslihat itu.
Dengan kondisinya saat ini yang tidak mampu mengerahkan kekuatan nya.
Dia akan sulit melindungi Hua Sien Ce bila terjadi sesuatu yang membahayakan nya.
Lain dulu lain sekarang, kini posisinya dari putra mahkota telah berubah menjadi manusia yang menjalani hukuman.
Statusnya tidak lagi sama, meski Yu Ming sadar kini Hua Sien Ce yang naik statusnya.
Tapi Yu Ming justru semakin mencemaskan nya, hidup di lingkungan istana tidak sama dey hidup di langit 36.
Yu Ming lebih menyadari bahaya kehidupan di istana, di jauh lebih tahu dari siapapun.
Komandan pasukan penjaga Hua Sien Ce segera memberi kode agar melepaskan ikatan para pengawal Yu Long yang mereka tahan.
Setelah mereka semua di lepaskan, tanpa di perintah dua kali, komandan sial yang kehilangan daun telinga itu.
__ADS_1
Segera menyambar daun telinganya, lalu dia segera menggelinding pergi dari dalam kemah Hua Sien Ce .