
Dewa Hujan Dewa Angin dan Dewa Petir, mereka bertiga berhadapan dengan Iblis Neraka Iblis Kegelapan yang di bantu oleh Siluman Kucing.
Jendral You dan Jendral Cuo kembali harus berhadapan dengan Siluman Naga kepala 9.
9 putra Dewa matahari sedang mengerubuti Raja Raksasa yang ganas dan sangat kuat.
Hou Yi berhadapan dengan Siluman Badak, Chang Er berhadapan dengan Siluman ular putih.
Mereka melanjutkan pertarungan mereka sebelum nya, yang tertunda.
Ruo Lan kini harus berhadapan dengan Siluman Kelelawar
Fei Ying berhadapan dengan Siluman Kelabang.
Ping Ru Meng berhadapan dengan Siluman Laba Laba
Yu Long berhadapan dengan Siluman Kodok dan Siluman Bangau Merah.
Tapi karena kemampuannya masih diatas kedua Siluman itu, dia melayaninya dengan santai.
Mengulur waktu, sambil terus memperhatikan pertempuran dahsyat Thian Mo, Ti Mo, melawan Yu Ming, di puncak tebing Gunung Es sana.
Yu Long menunggu kesempatan dan petunjuk dari rubah peliharaan nya, untuk menemukan Ilmu Rahasia Che You.
Sementara sambil menunggu kesempatan, dia bergerak sekenanya, melayani serangan kedua siluman, yang mengurungnya.
Dewa Bintang, Dewa Pagoda, Dewa Er Lang dan Nacha, mereka hanya menjadi pengamat saja dari jauh.
Dewa Bintang bertugas melindungi keselamatan ketiga Dewa yang cederanya belum pulih, sekaligus melindungi Yu Lek dan Siau Sien Ce.
Siau Sien Ce yang ikut mengamati pertarungan yang sedang berlangsung, di balik perisai pelindung hawa iblis.
Tiba tiba sepasang matanya menyala marah, saat dia melihat Siluman Burung Garuda Putih, peliharaan gurunya.
Ternyata kini bergabung dengan Pasukan Iblis.
Burung kurang ajar itu, terlihat dengan leluasa sedang menghabisi pasukan gabungan, yang terdiri dari Pasukan Kahyangan, Pasukan Dewa Matahari, Pasukan Dewa Dewi Bersayap, dan Pasukan Es Abadi.
Setiap menghabisi lawannya, dia pasti akan menyerap roh emas lawannya, untuk kepentingan meningkatkan kekuatan nya sendiri.
"Burung bangsat licik.."
Umpat Siau Sien Ce geram.
Tidak ada yang mendengar nya, kecuali Yu Lek, yang kebetulan sedang berada di sampingnya.
"Ada apa Siau Sien Ce, ?"
"Siapa yang sedang kamu maki..?"
Siau Sien Ce langsung menunjuk kearah burung Garuda Putih itu, dan berkata dengan kesal,
"Dia burung Garuda sialan itu, aku sungguh membencinya.."
"Ingin rasanya aku kesana, mencabuti seluruh bulunya.."
Jawab Siau Sien Ce geram.
Yu Lek mengikuti arah telunjuk Siau Sien Ce, dia menatap kearah Siluman Burung Garuda Putih yang ganas itu.
__ADS_1
Dia menelan ludahnya sendiri dan berkata,
"Siau Sien Ce, kamu sepertinya mencari lawan yang salah, bila kita bergabung melawannya.."
"Kita hanya akan terlihat konyol, seperti tikus melawan kucing."
Ucap Yu Lek pelan.
Siau Sien Ce menoleh kearah Dewa Bintang dan yang lainnya, dia melihat mereka sedang sibuk memperhatikan pertempuran dahsyat di puncak tebing sana.
Dia perlahan lahan menggeser langkahnya menjauhi mereka sedikit demi sedikit.
Sambil bergerak dia berkata pelan pada Yu Lek,
"Dasar pengecut, kamu tidak berani, biar aku sendiri saja.."
Yu Lek menggelengkan kepalanya dan berkata dengan suara tertahan,
"Siau Sien Ce, jangan kesana berbahaya.."
Tapi Siau Sien Ce tidak menggubrisnya, dia bergerak melingkar, semakin menjauhi posisi Dewa Bintang dan yang lainnya.
Dia mengincar suatu tempat terpencil, di mana ada beberapa tubuh Pasukan Iblis, terlihat tergeletak mengerang ngerang kesakitan tak berdaya di sana.
Siau Sien Ce berencana untuk masuk kedalam perisai pelindung Hawa Iblis lewat tempat tersebut
Yu Lek yang melihat kenekadan Siau Sien Ce, akhirnya dia bergumam kecil.
"Ya sudahlah, mati ya mati.."
"Aku tidak boleh jadi pengecut, yang di pandang hina oleh semua orang.."
"Aku akan beradu nasib.."
Ucap Yu Lek.
Kemudian dia bergerak diam diam menyusul Siau Sien Ce, dari belakang.
Mereka berdua bergerak berendap endap, mengambil jalan yang sama dengan jarak terpisah kurang lebih 3 tombak.
Setelah berhasil melewati perisai Hawa Iblis, Yu Lek baru mempercepat langkahnya berlari menyusul Siau Sien Ce.
"Siau Sien Ce tunggu aku..!"
Teriak Yu Lek dari belakang Siau Sien Ce.
Siau Sien Ce menoleh kearah Yu Lek.
Melihat Yu Lek nekad menyusulnya.
Siau Sien Ce pun langsung tersenyum sumringah, sambil menunjukkan jempol nya kearah Yu Lek.
Siau Sien Ce berhenti menunggu Yu Lek sejenak, sebelum kemudian mereka berdua baru kembali melanjutkan pergerakan mereka dengan berendap endap.
Mencari sela untuk mendekati Siluman Burung Garuda Putih dengan cara merayap diatas tumpukan salju.
Agar Burung Garuda Putih itu tidak menyadari kehadiran mereka.
Siau Sien Ce berencana ingin memberikan serangan membokong, dengan Ilmu Hawa Dewa Cahaya Emas, yang dia dapatkan dari Yu Ming.
__ADS_1
Siau Sien Ce yakin dengan ilmu itu, dia bakal bisa melukai burung yang sangat di bencinya itu.
Sedangkan Yu Lek, dia mempersiapkan Jala Langit Bumi yang di dapatkan nya dari Thai Sang Lao Cin.
Dia mengandalkan itu, untuk membantu Yu Lek, menangani Siluman Burung Garuda Putih itu.
Yu Lek juga memegang pedang langit di tangan, buat berjaga-jaga, bila menghadapi situasi tidak terduga.
Mereka berdua terus bergerak, mendekati Siluman Burung Garuda Putih, yang sedang asyik menyerang rombongan pasukan kahyangan.
Beberapa komandan Pasukan Kahyangan, terlihat memimpin pasukan mereka untuk berusaha mengepung dan menyerang Siluman Burung Garuda Putih, yang ganas dan lincah itu.
Saat mereka berdua sudah berada dalam jarak jangkauan, tepat di belakang Siluman Burung Garuda Putih.
Yu Lek memberi kode ke Siau Sien Ce, agar menahan serangan nya.
Dia akan beraksi lebih dulu dengan jala nya, baru nanti Siau Sien Ce beraksi dengan serangannya.
Siau Sien Ce paham maksud Yu Lek, dia segera menahan serangan, yang Hawa Dewa nya, sudah berkumpul di ujung jarinya.
Tinggal menunggu waktu saja, untuk di lepaskan, kapan pun dia menghendakinya.
Yu Lek akhirnya menemukan peluang.
"Siuuut..!"
Jaring Langit dan Bumi yang sama persis dengan milik Yu Ming, langsung dia lepaskan untuk menjaring Siluman Burung Garuda Putih dari tempat tak terduga.
"kaookk..! Kaookk..! Kaookk..!"
"kaookk..! Kaookk..! Kaookk..!"
Siluman Garuda Putih berteriak kaget, saat melihat ada jala, yang dari kecil bisa membesar, kemudian menebar diudara.
Meluncur dari atas kebawah dengan sangat cepat, ingin menjaringnya.
Siluman burung Garuda Putih, buru buru menggunakan sepasang sayapnya, yang lebar untuk memberikan kibasan angin kuat.
"Wussssh...!" Wussssh...!"
Wussssh...!" Wussssh...!"
Wussssh...!" Wussssh...!"
Angin kibasan kedua sayap Siluman Burung Garuda Putih, yang memilki kekuatan seperti badai topan.
Langsung menerjang kearah Jala Langit dan Bumi, yang sedang terbentang kebawah.
Tapi Siluman Burung Garuda Putih, segera di buat kaget.
Saat kibasan kedua sayapnya yang sarat angin berkekuatan dahsyat.
Tidak mampu menyingkirkan jala ajaib itu.
Dalam sekejap saja seluruh tubuhnya, sudah terikat oleh jaring yang mengeluarkan cahaya kemerahan, menghanguskan bulu bulu ditubuhnya.
Di saat Siluman Burung Garuda Putih sedang panik, seberkas Cahaya Emas, melesat dari balik tumpukan salju menghantam tepat di kepala belakang nya.
kaookk..! Kaookk..! Kaookk..!"
__ADS_1
Siluman Burung Garuda Putih menjerit kesakitan.