
Sore itu Hua Sien Ce datang, dia membawa berbagai macam masakan yang lezat lezat.
Semuanya dia hidangkan sambil menanti Yu Ming Dewa Er Lang, Dewa Pagoda dan Nacha untuk datang makan bersama.
Acara seperti ini sudah berlangsung selama 3 tahun ini.
Setiap bulan tgl 15 tepat bulan purnama, mereka pasti akan merayakan pesta sebulan sekali ini.
Dengan perhatian dari sahabat sahabatnya ini, hidup Yu Ming tidak lagi terlalu sepi.
Tapi meski di kelilingi oleh sahabat berkuasa, Yu Ming tidak pernah sekalipun memanfaatkan kekuasaan itu untuk meringankan hukuman yang sedang di jalani nya.
Dia tetap berbaur dan bekerja keras bersama yang lain nya, setiap pagi hingga sore tanpa henti.
Seperti sore ini, saat berkumpul pun, Yu Ming adalah selalu yang paling telat tiba di acara tersebut.
Karena setelah bekerja keras seharian, dua harus membersihkan diri, berpakaian rapi sepantasnya.
Dia baru bisa datang menghadiri acara tersebut, tapi mereka semua tidak ada yang berkeberatan, karena sudah terbiasa.
Setelah mereka berlima duduk bersama, Dewa Er Lang pun buka suara..
"Tiada pesta yang tiada usai,.. aku rasa setelah malam ini, kita harus kembali berpisah.."
"Apa yang telah terjadi..?"
Tanya Yu Ming heran.
Dewa Pagoda menghela nafas panjang dan berkata,
"Ada beberapa Siluman yang berhasil bersembunyi dari kami, kini mereka mulai kembal keluar menganggu manusia.."
"Jadi kami bertiga kembali mendapat tugas, untuk turun kealam manusia membereskan mereka semua.."
Yu Ming dan Hua Sien Ce mengangguk mengerti.
Yu Ming pun berkata sambil mengangkat cawan nya,
"Kalau begitu biarlah kami bersulang untuk kelancaran tugas ini.."
"Semoga semua berjalan lancar, sehingga kita bisa kembali berkumpul bersama sama lagi.."
Dewa Er Lang Dewa Pagoda dan Nacha, pun ikutan mengangkat cawan mereka untuk membalas sulangan dari Yu Ming dan Hua Sien Ce.
Selesai bersulang, mereka baru kembali melanjutkan makan minum sambil mengobrol santai bersama.
Mereka melewati malam itu penuh kegembiraan, hingga di penghujung acara.
Satu persatu baru pergi meninggalkan ruangan tenda khusus Hua Sien Ce .
Mereka semua kembali ketempat masing masing untuk beristirahat.
Keesokan harinya, saat Yu Ming mulai bekerja, Hua Sien Ce dari tempat kejauhan setelah mengamati Yu Ming secara diam diam.
Dia pun akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan Dewa Er Lang Dewa Pagoda dan Nacha mereka bertiga.
Sedari pagi sebelum matahari terbit.
__ADS_1
Mereka sudah pergi dari sana, langsung menuju alam manusia untuk menjalankan tugas mereka.
Tentu saja Dewa Er Lang di dampingi oleh anjing setianya Siau Thian Quan.
Untuk memudahkan tugas dan misi mereka menemukan jejak Siluman pengacau di dunia.
Yu Ming meski di tinggal oleh Dewa Er Lang Dewa Pagoda dan Nacha.
Tapi dia kini bisa bekerja dengan tenang, tanpa ada yang berani menganggunya.
Karena setiap saat para komandan tentara langit secara bergantian selalu mengawasi dan menjaga keamanannya.
Sehingga kini Siluman iblis dan raksasa yang mendendam pada Yu Ming.
Tidak lagi ada yang berani mencoba coba untuk mencelakai nya.
Yu Ming bisa bekerja dengan bebas dan aman, tanpa perlu khawatir lagi.
Sementara Yu Ming bisa mulai menjalani tugas hukuman nya dengan tenang.
Di suatu tempat lain di ujung selatan sana, di mana Kerajaan Es Abadi berdiri.
Saat ini diruang kerja Ping Ru Meng sedang terjadi ketegangan.
Ping Ru Meng terlihat duduk di kursi kebesaran nya yang di batasi oleh sebuah meja kerja besar.
Di hadapannya, terlihat berlutut seorang kepala mata matanya, sedang memberikan laporan.
Ping Ru Meng terlihat mendengarkan dengan serius laporan mata mata tersebut.
Setelah anak buahnya selesai memberikan laporan, Ping Ru Meng baru buka suara.
Tanya Ping Ru Meng berusaha untuk memastikan.
"Benar sekali Yang Mulia,.."
"Kemungkinan besar mereka berdua lah pelakunya.."
Jawab kepala mata mata itu tegas.
"Apa alasan kamu begitu yakin mereka berdua pelakunya..?"
Tanya Ping Ru Meng bersikap hati hati, dia tidak mau gegabah.
Kepala mata mata itu mengangkat wajahnya menatap kearah Ping Ru Meng dengan serius dan berkata,
"Mata mata kita melaporkan bahwa kunci emas kuno dan gulungan gambar ada ditangan Yu Long.."
"Selain itu, mata mata kita juga menemukan bahwa Yu Long, diam diam selalu belajar Ilmu Raja Iblis Che You yang terkenal ganas itu.."
"Ilmu Tebasan Iblis Pemusnah.."
"Benar ilmu itu tidak salah lagi.."
Ping Ru Meng masih bersikap hati hati dan berkata,
"Apa kalian punya saksi atau bukti yg lebih konkrit lagi..?'
",Saksi dari pihak kita tentu ada Yang Mulia.."
__ADS_1
"Tapi bukti konkrit itu agak sukar di dapatkan.."
Ucap kepala mata mata itu meragu
"Apa maksud mu ?"
Tanya Ping Ru Meng penasaran.
"Begini Yang Mulia, bukti konkrit itu adalah seekor Siluman Rubah Ekor Sembilan.."
"Siluman seperti itu memiliki kemampuan membaca hati pikiran dan perasaan manusia, dewa, bahkan iblis, Siluman, dan Raksasa juga tidak terkecuali.."
"Tapi kesulitan kita adalah Siluman itu selalu berada di sebuah kantong hitam, yang selalu di bawa bersama Yu Long kemanapun dia pergi.."
"Jadi mustahil kami bisa mendapatkan Siluman itu dari nya."
"Karena Siluman itu bisa membaca pikiran dan perasaan lawannya.."
"Sebelum kami sempat mendekat, dia pasti sudah membacanya dan menyampaikan nya Ke tuannya.."
"Jadi kita hampir tidak punya peluang untuk merampas mahluk itu dari Yu Long."
Tapi justru Siluman itulah bukti konkrit yang bisa membeberkan semua kejahatan yang di lakukan oleh Yu Long.."
"Dia adalah saksi kunci utamanya, semua perbuatan Yu Long
Ping Ru Meng terdiam berpikir cukup.lama, akhirnya dia berkata,
"Apa mahluk itu tidak punya kelemahan sama sekali..?"
Kepala mata mata itu tertunduk diam cukup lama kemudian dia berkata,
"Maaf Yang Mulia hamba sendiri benar benar tidak tahu.."
"Tapi Tetua di Ching Ti berpengetahuan luas mungkin mereka bisa membantu.."
Ucap kepala mata mata itu memberikan saran yang dia tahu.
Ping Ru Meng mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, kamu segera sampaikan keseluruh mata mata kita agar bergerak dengan hati hati."
"Terutama yang dekat dengan Yu Long, mereka harus berhati hati, jangan sampai pikiran mereka terbaca oleh mahluk itu.."
"Bila dia menyampaikan nya ke Yu Long maka bisa hancur semua rencana kita.."
Ucap Ping Ru Meng mengingatkan dengan serius.
"Baik Yang Mulia,..hamba siap melaksanakan nya.."
"Ada pesan yang lainnya Yang Mulia ?"
Ping Ru Meng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sementara belum ada, kamu pergilah jalankan tugas mu.."
"Bila nanti ada kabar darurat segera kabari aku.."
pesan Ping Ru Meng serius.
__ADS_1