
"Plakkkk..!!"
Saat kepala belakang nya menerima hantaman yang seperti terkena palu Godam laksaan kati.
Siluman Burung Garuda Putih, seketika merasa gelap pandangan nya, dunia serasa berputar-putar.
Siluman Burung Garuda Putih menggoyang goyangkan kepalanya, berusaha mengusir rasa pusing di kepalanya.
Tapi belum juga hilang rasa pusingnya, kembali datang seberkas sinar keemasan susulan menghantam bagian lehernya dengan keras.
"Blukkkkk..!"
Sekali ini Siluman Burung Garuda Putih, tidak mampu mempertahankan diri lagi, untuk terus berdiri.
Tubuhnya terpelanting, kemudian tergolek lemah diatas tanah bersalju.
Dengan seluruh tubuh terikat erat di dalam Jala Langit dan Bumi, yang mengunci pergerakan nya.
"Yesss..!" Yesss..!" Yesss..!"
Teriak Siau Sien Ce gembira, sambil melompat berdiri dari tumpukan salju.
Dia terlihat sangat gembira dan terus menggerak gerakan sepasang tinjunya, yang mungil dengan sangat gembira.
Yu Lek juga berteriak tidak kalah gembiranya di bandingkan Siau Sien Ce.
"Hore kita berhasil..!"
Teriak nya gembira sambil melompat lompat kegirangan.
Mereka berdua terlalu gembira, hingga melupakan keadaan sekitarnya.
Mereka berdua lupa saat ini mereka sedang berada di Medan perang yang sangat berbahaya.
Teriakkan kegirangan mereka tentu menarik perhatian dari lawan mereka.
Siluman Laba Laba yang menjadi lawan Ping Ru Meng, adalah yang paling dekat posisinya dengan Yu Lek.
Melihat kesempatan itu, dia langsung menyemburkan jaringnya, untuk menahan pergerakan Ping Ru Meng.
Begitu Ping Ru Meng melakukan gerakan menghindar kebelakang.
Siluman laba laba langsung menyemburkan beberapa jarum beracunnya kearah Yu Lek.
Yu Lek yang tidak menyadari hal itu, dia sambil berlompatan kecil dengan wajah riang, Dia terlihat bermaksud ingin menghampiri Siluman Burung Garuda Putih, yang sedang terbaring tidak berdaya diatas tanah.
Siau Sien Ce yang melihat dengan jelas pergerakan Siluman Laba Laba yang sedang menyerang Yu Lek.
Dia langsung berteriak, sambil bergerak melompat kearah Yu Lek.
"Awas bahaya...!!"
"Brakkkk..!"
Yu Lek yang kaget oleh suara peringatan Siau Sien Ce, baru saja, dia ingin menoleh kebelakang.
Tubuhnya sudah ditabrak dengan keras oleh Siau Sien Ce.
__ADS_1
Sehingga mereka berdua jatuh tumpang tindih bergulingan diatas tanah.
Sesaat kemudian Yu Lek bangkit berdiri dan mengomeli Siau Sien Ce.
"Kamu sudah gila ya,? kenapa malah menabrak ku..!?"
Siau Sien Ce yang tergeletak di samping Yu Lek, terlihat berusaha untuk bangkit duduk, tapi dia gagal.
Tubuhnya kembali jatuh terguling, tergeletak miring, diam tidak bergerak di sana.
Melihat keadaan Siau Sien Ce, Yu Lek menjadi kaget.
Dia buru-buru berlutut di sebelah tubuh Siau Sien Ce, yang sedang tergeletak miring.
"Siau Sien Ce kamu kenapa,..!?"
"Ayo bangun..!"
"Jangan menakuti ku..!"
ucap Yu Lek panik, sambil mencoba menarik tubuh Siau Sien Ce, yang kini terlihat terkulai lemah.
Saat melihat darah hitam membasahi pakaian bagian punggung dan dada Siau Sien Ce.
Yu Lek bertambah panik, dia kembali berteriak histeris.
"Siau Sien Ce, bangunlah..! jangan..! jangan seperti ini..!"
"Siau Sien Ce,..! aku mohon bangunlah..! jangan ..!"
Ucap Yu Lek panik, sambil coba menggunakan kedua jarinya di letakkan di depan hidung Siau Sien Ce.
Dia buru buru memeriksa denyut nadi di bagian leher Siau Sien Ce.
Untungnya di sana dia merasakan ada detak lemah di sana.
Yu Lek buru buru menengadah keatas, melihat kearah di mana Yu Ming, masih sedang bertarung dengan seru melayani keroyokan Thian Mo dan Ti Mo.
"Kakak tolonglah, Siau Sien Ce dalam bahaya kak...!!!"
Teriak Yu Lek keras.
Di tempat lain Siluman Laba Laba yang melihat peluang.
Da segera bergerak cepat, berusaha menghampiri Yu Lek, yang sedang berteriak teriak panik.
Tapi pergerakan nya, di sadari oleh Ping Ru Meng, yang kembali maju menghalanginya.
Sehingga dia terpaksa kembali menangkis serangan Ping Ru Meng.
Beberapa saat kemudian, dia kembali menghadiahi Ping Ru Meng dengan semburan jaring Laba Laba nya.
Memaksa Ping Ru Meng kembali mundur menjauhi nya, sehingga dia ada kesempatan, untuk mencapai mangsanya.
Yu Ming sendiri diatas sana, bukan tidak menyadarinya, dia sejak Siau Sien Ce dan Yu Lek berteriak gembira, setelah mereka berhasil melumpuhkan Siluman Burung Garuda Putih.
Dia sudah langsung menyadari kehadiran kedua bocah nakal ajaib itu
__ADS_1
Tapi dia sendiri sedang menghadapi Thian Mo dan Ti Mo, dia belum bisa bergerak bebas kesana, untuk melindungi kedua bocah nakal itu.
Dia juga sekilas sempat melihat Siau Sien Ce, demi menolong Yu Lek, terluka oleh serangan Siluman Laba Laba.
Yu Ming meski cemas, dia tidak berdaya kesana.
Dia hanya bisa berharap semoga tidak terjadi apa-apa dengan Siau Sien Ce.
Baru setelah mendengar suara teriakan panik Yu Lek, Yu Ming segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres di sana.
Yu Ming yang khawatir dan cemas, tanpa di sadarinya dia kembali memicu keluarnya kekuatan roh suci di dalam tubuhnya.
Sesosok bayangan kakek berjubah putih kembali muncul di belakang nya.
Memberikan dukungan Kekuatan saat Yu Ming melepaskan dua Tebasan cahaya pelangi kearah Thian Mo dan Ti Mo.
Thian Mo dan Ti Mo yang menyadari bahaya, mereka berdua segera menempelkan kedua telapak tangan mereka menjadi satu.
Dengan menggabungkan kekuatan, mereka berdua memalangkan pedang hitam putih mereka secara menyilang, guna menyambut serangan dari Yu Ming.
"Trangggg..!"
"Blaaarrr..!"
Terdengar bunyi benturan logam keras, dengan suara memekakkan telinga, di susul dengan ledakan dahsyat.
Tubuh Thian Mo dan Ti Mo terpental menabrak dinding tebing batu es, hingga melesak kedalam.
Sebelum mereka sempat memulihkan kondisi mereka, dua buah tebasan cahaya pelangi kembali tiba.
Di sertai bayangan kakek jubah putih, dengan ujung jarinya memberikan dua totokan cahaya putih berkilau.
Menyusul dua serangan sebelumnya.
"Brakkkk..!"
Brakkkk..!"
Tubuh Thian Mo dan Ti Mo di paksa melesak kedalam dinding tebing batu es, yang keras.
Kedua iblis itu terjebak di dalam dinding tebing, mereka sudah tidak sadarkan diri.
Dari panca Indra mereka terlihat mengalir darah segar, mereka telah terluka parah.
Yu Ming setelah menyelesaikan serangan susulan nya, tanpa melihat hasil, dengan cemas dia sudah melesat kearah Yu Lek.
Di mana terlihat Siluman Laba Laba, saat itu sedang mengangkat salah satu kakinya, yang berujung runcing seperti mata tombak hitam.
Bersiap ingin menusuk punggung Yu Lek, melihat hal itu, terjadi di depan mata nya.
Emosi Yu Ming kembali terpancing.
Sosok roh suci kembali muncul, begitu Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang Cahaya Pelanginya.
Roh suci langsung ikut melesat, menyatu dengan cahaya pelangi.
Menembus tubuh Siluman Laba Laba.
__ADS_1
"Cresss...!"
Dengan sangat mudah, tubuh Siluman laba laba di buat terbelah menjadi dua.