LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MERUBAH KEKALAHAN MENJADI KEMENANGAN


__ADS_3

Yu Ming pun mengambil tempat duduk, di hadapan kakek itu, dia memperhatikan Wei Qi yang ada di hadapannya.


Wei Qi adalah catur cina kuno, yang terdiri dari banyak kotak kotak kecil kosong, dan setiap pemain memilki satu toples bidak biji catur yang berwarna hitam dan pitih, nantinya di gunakan untuk melangkah.


Pemain terbagi dalam dua pihak, pihak hitam dan putih, masing masing bergerak saling mengurung.


Bagi yang bidak caturnya terkurung oleh lawan, dia akan kehilangan bidak caturnya, yang akan di ambil oleh lawannya.


Siapapun yang tidak lagi bisa melangkah, atau pun kehilangan seluruh biji bidak


Dia akan di nyatakan sebagai pihak yang kalah.


Yu Ming menatap kearah papan catur, yang di dalamnya sudah hampir penuh terisi dengan bidak hitam dan putih yang saling mengurung.


Seketika pusing kepala Yu Ming melihat hal itu.


Dia bukan tidak mengerti dan tidak bisa bermain, sebaliknya dia adalah seorang ahli Wei Qi, yang jarang ada lawan tandingnya, di kerajaan kekuasaan ayahnya.


Tapi saat ini yang bikin dia pusing, adalah Wei Qi ini sudah di mainkan hingga hampir selesai.


Seluruh langkah di dalam papan catur itu hampir tidak ada lagi.


Dia hanya di sisakan 3 biji bidak hitam di tangan, buat melangkah, artinya dia hanya punya 3 kesempatan melangkah.


Ini adalah situasi yang sangat rumit, satu langkah salah, maka habislah sudah seluruh permainan.


Dia tidak akan punya kesempatan kedua lagi, jadi dia benar benar harus teliti sebelum melangkah.


Yu Ming duduk diam di sana sudah hampir setengah harian, tapi dia tetap saja ragu untuk melangkah.


Dia sudah mempelajari berbagai kemungkinan.


Tapi dari hasil pengamatannya, setiap langkah yang tersedia.


Semua nya adalah langkah menuju jalan kematian, tidak ada peluang untuk menang sama sekali.


Dia ingin memaki ujian yang licik ini, tapi sebagai peserta ujian, dia bisa apa.


Selain menerima soal ujian dan berusaha menyelesaikan nya.


Dalam kebingungannya, kembali muncul suara di dalam pikirannya, agar dia melangkah kearah yang ditunjuk oleh Roh gaib itu.


Yu Ming mengamati sebentar,


Tapi hasil pengamatan langkah nya sangat mengejutkan Yu Ming.


Langkah yang di tunjuk oleh roh gaib itu, ternyata adalah langkah yang memberikan bidak hitam nya secara cuma cuma.


Ini sungguh tidak masuk akal pikir Yu Ming, Yu Ming pun mencoba protes di dalam pikirannya.


"Maaf kakek, petunjuk mu ini, bukan nya sama saja dengan memberikan bidak kita secara cuma-cuma..?"


Tanya Yu Ming lewat pikirannya.


"Percaya atau tidak terserah pada mu, bila percaya kamu boleh mencobanya..'

__ADS_1


"Bila tidak, kamu boleh abaikan, silahkan pilih jalan lain.."


Jawab kakek berpakaian putih, yang muncul dalam pikiran Yu Ming santai.


Yu Ming terlihat' semakin ragu, tapi beberapa saat kemudian dia berkata,


"Terserah lah, kalah ya kalah.."


'Berarti aku dan dia tidak berjodoh.."


"Bila berjodoh pasti menang.."


'Tak perlu banyak pikir lagi."


Batin Yu Ming di dalam hati.


"Anak muda bagaimana ? apa kamu sudah punya keputusan untuk melangkah..?"


"Atau kamu memilih mundur saja.."


Ucap kakek tua, yang duduk di hadapan Yu Ming sambil tersenyum lebar, memamerkan giginya yang hanya tinggal satu.


Yu Ming tersenyum pahit, lalu dia meletakkan bidak hitamnya tepat di tempat yang di tunjukkan oleh roh gaib itu.


Saat Yu Ming melakukan langkah tersebut, sepasang mata kakek itu langsung berbinar dan berkata,


"Anak muda, apa kamu serius melangkah di sana...?"


"Coba kamu pikirkan lagi, bila melangkah di sana, kamu akan langsung kehilangan bidak mu itu.."


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Sudah melangkah pantang di tarik balik, kalah ya kalah, menang ya menang.."


"Kalah menang itu biasa dalam suatu permainan."


"Catur boleh kalah, tapi prinsip dan kejujuran, tidak boleh sampai kalah, ."


"Bila itupun kalah, maka kelak menang pun tidak akan ada guna nya.."


"Bagus anak muda,.."


"Kata kata yang tepat sekali, yang tua ini salut pada mu.."


"Dalam usia muda sudah milki.primdip dan pandangan yang sangat jauh kedepan.."


Ucap kakek itu sambil menjura kearah Yu Ming.


Yu Ming segera membalasnya.


Tapi segera Yu Ming membalas penghormatan kakek itu.


Di saat bersamaan kakek itu juga segera mengambil biji bidak hitam Yu Ming, setelah dia menempatkan bidak putihnya.


Kakek tersenyum lebar dengan ekspresi wajah gembira menatap kearah Yu Ming.

__ADS_1


Kini Yu Ming tambah bingung, seluruh jalannya kini tertutup, hanya ada dua jalan kematian di depan matanya.


Kemanapun dia melangkah hasilnya sama saja..


Yu Ming lagi lagi menghadapi dilema, yang jauh lebih berat dari tadi.


"Anak muda, bagaimana bila kamu menyerah saja."


Ucap kakek itu sambil tersenyum lebar,. memamerkan gigi tunggalnya.


Di saat Yu Ming sedang ragu,.kembali muncul bisikan suara roh gain dari kakek pakaian putih, di dalam pikiran Yu Ming.


Tapi lagi lagi bisikan petunjuk yang di berikan, sama saja seperti tadi.


Dia kembali di suruh memberikan jalan bunuh diri secara cuma-cuma, tanpa hasil.


"Kakek yang benar saja, masa aku kembali harus bunuh diri..?"


Ucap Yu Ming kurang puas dan mulai terpancing emosinya.


Tapi kakek roh gaib itu, malah menanggapinya dengan sangat santai.


Dia mengangkat kedua pundaknya dan kedua telapak tangan nya ke kiri ke kanan.


Seolah olah berkata siapa tahu, semua terserah pada mu.


Yu Ming yang kesal dan putus asa, akhirnya melangkah tanpa pikir lagi.


Dia menelan bulat bulat petunjuk dari kakek roh gaib itu, dia langsung melangkah saja mengikuti petunjuk kakek roh gaib itu.


Kakek yang menjadi lawan Yu Ming, sambil tertawa terbahak-bahak, dia langsung meletakkan bidak putihnya.


Lalu dia kembali menyikat bidak hitam yang Yu Ming taruh.


Tapi begitu bidak.hitam itu dia angkat.


Seketika itu juga, senyum di wajahnya hilang, kini berbalik dia yang melotot tidak percaya melihat hasil yang muncul di depan matanya.


Yu Ming pun ikut kaget melihat situasi tak terduga ini.


Yu Ming menatap kearah papan catur, dengan mata berbinar-binar dan di penuhi senyum gembira


"Ini yang di namakan bangkit dari kematian secara ajaib.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum lebar.


Kini dia hanya punya satu langkah, tanpa ragu Yu Ming pun meletakkan bidaknya.


Begitu bidak diletakkan oleh Yu Ming, segera menyisakan satu tempat untuk langkah terakhir lawannya, tanpa punya pilihan kedua lagi.


Dengan wajah kesal dan kecewa, kakek di hadapan Yu Ming di paksa, untuk meletakkan bidak putihnya disana.


Begitu bidak di letakkan, keseluruhan peta permainan berubah, posisi kakek itu yang tadinya menang, berubah menjadi kalah total.


Kini hampir setengahnya bidak putihnya diatas papan sana menjadi terkurung oleh bidak hitam Yu Ming.

__ADS_1


Sehingga sambil tersenyum girang, Yu Ming langsung bergerak, mengangkat semua bidak putih lawannya di atas papan catur sana.


__ADS_2