
Yu Ming setelah kembali ke istana nya, dia melihat keadaan istana nya tidak ada perubahan.
Semuanya masih sama persis seperti dulu, perubahannya adalah kini pelayan dan dayang dayang di kediamannya.
Mereka terlihat lebih rajin dan teratur dalam bekerja.
Kamarnya maupun kamar kamar lainnya, kini semuanya rapi dan bersih.
Begitu dia tiba, masakan di atas meja pun tersaji.
Meski tidak mewah tapi sudah termasuk jauh lebih baik ketimbang dulu.
Di mana pagi siang malam dia hanya di beri buah oleh bawahannya.
Yu Ming setelah membersihkan diri dengan berendam air hangat dan berganti pakaian bersih.
Dia langsung menikmati semua hidangan yang di sajikan untuk nya.
Selesai mengisi perutnya, Yu Ming langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Tapi setelah mencobanya beberapa waktu tanpa hasil, Yi Ming akhirnya memilih untuk duduk bersila.
Fokus berlatih daripada pikirannya melayang kemana mana.
Yu Ming fokus berlatih Ilmu Tiada Awal tiada akhir.
Di mana Yu Ming coba dengan berfokus melatih Jurus kedua,
"Memisahkan Langit dan Bumi.."
Saat berlatih jurus ini, Tubuh Yu Ming yang sedang duduk bersila.
Perlahan-lahan terangkat naik keatas lintasan elektron berwarna warni muncul mengelilingi tubuh Yu Ming.
Hawa di dalam kamar sebentar dingin membeku, sebentar panas membakar
Untung nya kamar Yu Ming sangat sederhana, hampir tidak ada apa apa di sana.
Sehingga efek latihannya, tidak sampai menimbulkan kerusakan perabot di dalam kamar tersebut.
Sementara Yu Ming giat berlatih di sebuah kamar mewah yang luas.
Yu Long juga terlihat sedang berlatih keras, dengan bertelanjang dada, dia terlihat sedang bermeditasi dengan posisi tubuh terbalik.
Di depan Yu Long terlihat sebutir Mutiara Darah Iblis sedang mengeluarkan sinar cahaya kekuatannya.
Cahaya itu menyinari seluruh tubuh Yu Long, mulai dari bagian kepala hingga ke kaki.
Yu Long mengandalkan kekuatan Mutiara Darah Iblis yang di hisapnya, untuk berlatih Kekuatan Tebasan Iblis Pemusnah.
Yu Long karena kecerdasan bakat tekad dan hatinya yang hitam sarat aura kegelapan.
__ADS_1
Dengan mudah pemuda itu sudah berhasil mencapai LV 10 Kekuatan Tebasan Iblis Pemusnah.
Kedua pemuda yang berbeda latar, dan memilki sifat laksana langit dan bumi.
Tapi sama sama memilki bakat dan tekad kuat, mereka terus berlatih dan berlatih, untuk memacu diri menembus tahapan menuju ke level berikutnya.
Saat pagi tiba, di mana suara burung surga mulai berkicau.
Yu Ming akhirnya menghentikan latihannya.
Dia pergi membersihkan diri, sarapan, lalu mulai berlatih melenturkan otot-otot tubuhnya.
Dengan memainkan 12 jurus Tebasan Pedang Xuan Yuan andalan nya.
Agar tidak menimbulkan daya perusak, Yu Ming hanya memainkan jurus nya saja.
Tanpa memainkan Hawa Dewa Agung menyertai permainan jurus jurus nya.
Beberapa pelayan yang bertugas melayani Yu Ming menatap kearah setiap jurus yang Yu Ming mainkan dengan penuh kagum.
Saat menyadari ada yang sedang bekerja di taman sambil mengamatinya berlatih.
Yu Ming pun memutuskan menghentikan latihannya, dia kembali lagi ke kamarnya untuk melanjutkan meditasi nya.
Bukan Yu Ming pelit berbagi, hanya saja dia tidak mempercayai orang orang ini
Makanya begitu menyadari, mereka sedang mengamati dia berlatih., Yu Ming langsung memutuskan menghentikan latihannya.
Tepat tengah hari rombongan yang Yu Ming tunggu tunggu akhirnya tiba, dengan kereta kencana yang di tarik oleh Lung Ma.
Dengan menumpang di kereta kencana yang di tumpangi Yu Lek.
Rombongan itu langsung berangkat menuju Kerajaan Es Abadi.
Dalam rombongan tersebut, Ibu Yu Lek Fei Yen tidak ikut.
Karena dia mendapatkan tugas mengawasi persiapan penunjang acara pesta pernikahan di Istana Halimun Mukjizat.
Ping Lian harus ikut, karena dia adalah penghubung terdekat dengan Keluarga Kerajaan Es Abadi.
Dia yang mengerti jelas hukum tata Krama adat istiadat di Kerajaan Es Abadi.
Sedangkan Wang Mu Niang Niang yang merupakan ibu nya Yu Ming.
Tentu dia harus ikut mendampingi Yu Ti, menemui orang tua Ping Ru Meng.
Kedatangan rombongan Yu Ti, di sambut langsung oleh Raja Ping Sien sendiri, di temani oleh Ping Ru Meng putrinya serta seluruh pejabat di Kerajaan Es Abadi.
Acara sambutan meriah dengan karpet merah di helat di depan halaman Istana kuno.
Sebelum kemudian mereka semua berkumpul di aula utama Kerajaan Es Abadi.
__ADS_1
Pembahasan berjalan dengan cukup lancar, Ping Lian yang menjadi perantara penyampaian pesan lah, yang terlihat sedikit lebih sibuk.
Dia harus berbicara secara pribadi dengan Ping Sien kakak sepupunya.
Setelah menemukan kesepakatan dan titik temu.
Dia baru membahasnya dengan Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.
Setelah kedua belah pihak akur, pesta perayaan acara lamaran pun di gelar dengan meriah di istana Kerajaan Es Abadi.
Bahkan kelima tetua yang hampir tidak pernah meninggalkan tempat rahasia mereka.
Mereka juga terlihat ikut hadir di sana.
Kehadiran mereka membuat Yu Ming sangat gembira, Yu Ming terlihat ikut duduk semeja dengan mereka, makan minum bersama dalam suasana yang sangat akrab.
Yu Ti dan Raja Ping Sien duduk dalam satu meja, Ping Ru Meng, Yu Lek Yu Long Wang Mu Niang Niang dan Ping Lian ikut duduk di meja yang sama.
Suasana pesta berlangsung dengan meriah semua orang bersuka cita.
Kecuali Yu Long yang lebih banyak memilih diam membisu, sambil sesekali minum arak di hadapannya.
Yu Ti dan yang lainnya pada menduga Yu Long sedang kecewa karena jodohnya di rebut oleh Yu Ming.
Mereka semua berpura pura tidak tahu, juga tidak ada yang menegurnya.
Sampai mati pun tidak ada yang pernah menduga jalan pikiran pemuda ambisius itu.
Hanya Siluman Rubah yang bersembunyi di dalam kantongnya, yang tahu persis jalan pikiran tuannya.
Siluman Rubah terus bekerja keras membaca pikiran semua orang penting, yang hadir di sana.
Untuk di laporkan ke Yu Long.
Siluman Rubah mencari informasi sesuai dengan keinginan tahu tuannya.
Ping Sien, Ping Ru Meng, hingga kelima tetua, yang selalu bersembunyi di Ching Ti.
Mereka merupakan target utama Siluman Rubah, untuk mencari tahu apa yang sedang mereka pikirkan.
Untuk dia laporkan secara bertahap ke Yu Long yang tertunduk mendengarkan semua laporannya sambil berpura pura minum arak.
Setelah puncak acara pesta berakhir, Yu Ti Wang Mu Niang Niang dan seluruh rombongannya pun.
Di antar menuju kamar tamu khusus, yang sudah di persiapkan untuk mereka beristirahat.
Raja Ping Sien dan Ping Ru Meng sendiri juga sudah ikut mengundurkan diri, kembali ke kamar mereka untuk istirahat.
Karena besok pagi mereka semuanya, masih harus berangkat ke Istana Halimun Mukjizat.
Untuk mengikuti proses acara pernikahan Yu Ming dan Ping Ru Meng, yang akan di selenggarakan di sana.
__ADS_1