
Dengan nekad karena sudah sangat tergiur, dia tidak bisa menahan diri lagi.
Rubah ekor sembilan langsung melompat keluar dari balik kantong hitam yang tergantung di pinggang Yu Long.
Yu Long yang sedang setengah mabuk tentu saja tidak menyadarinya.
Dia terus bermain, minum sambil mulai mengoceh tidak jelas.
Rubah ekor sembilan sendiri, setelah kabur dari kantong Yu Long, dalam sekejab saja dia sudah menghilang dari sana.
Dia terus bergerak secepat mungkin berusaha menerkam si jago berbulu emas yang gesit dan sulit di tangkap.
Kejar kejaran berlangsung dengan sangat cepat, sebentar saja kedua mahluk itu sudah meninggal kan istana kediaman Yu Long.
Si jago berbulu emas itu sangat lincah larinya sangat cepat, karena di dukung oleh sepasang sayapnya yang cantik dan lebar.
Sedangkan rubah ekor sembilan terlihat tidak mau mengalah, dia terus melanjutkan pengejarannya .
Dengan bantuan navigasi ekornya, dia berhasil memperpendek jarak antara dirinya dengan Si jago berbulu emas.
Tapi bagaimana pun cepatnya sang rubah, dia tetap kalah gesit dengan si jago berbulu emas yang memilki tubuh lebih kecil lebih ringan dan luwes.
Tanpa di sadari oleh si rubah ekor sembilan, dia kini sudah jauh meninggalkan Nan Thian Men.
Si jago berbulu emas, yang selalu berhasil menghindar dari terkaman nya, secara naluri dia terus berlari menyelamatkan diri menuju di mana tuan baru nya berada.
Sehingga tanpa sengaja, Rubah ekor sembilan yang sangat bernafsu, tidak menyadari dirinya sedang di pancing menuju Hutan bambu sebelah selatan Nan Thian Men.
Di mana Ping Ru Meng sudah siap menantinya di sana bersama Singa' Salju yang siap melumpuhkan Siluman Rubah Ekor Sembilan dengan suara aumannya yang dahsyat.
Sementara itu di tempat kediaman Yu Long, Yu Long akhirnya tumbang di tangan siasat licik Yu Lek.
Yu Long akhirnya tergeletak tertidur pulas diatas meja, kehilangan kesadarannya, hanya terus menerus mengoceh sendiri, dalam tidurnya.
Setelah berhasil mengerjai Yu Long hingga teler, tidak sadarkan diri.
Yu Lek dengan nakalnya segera melukis seekor kura kura di kening Yu Long dengan menggunakan kotoran yang menempel di tapak sepatunya.
Setelah puas mengerjai Yu Long, Yu Lek segera mengajak Hua Sien Ce yang agak sedikit mabuk, dengan langkah terhuyung-huyung meninggalkan tempat kediaman Yu Long.
Para pelayan dan dayang tidak ada yang berani mendekat dan pergi membangunkan Yu Long.
Karena sebelum pergi Yu Lek berpesan pada mereka, mewanti wanti mereka agar sebaiknya tidak pergi.mrngusik dan mengganggu Yu Long.
__ADS_1
Bila mereka sampai melihat kondisi Yu Long yang kalah memalukan, Yu Long pasti untuk menutupi gengsi dan malu nya, agar aibnya tidak tersebar luas.
Yu Long pasti tidak akan segan segan menghabisi mereka.
Ucapan Yu Lek ini langsung termakan oleh semua pelayan dan dayang Yu Long.
Karena dari apa yang mereka ketahui dari sifat tuan muda mereka selama ini.
Di mana mereka semua tahu, tuan muda mereka sangat lah menjaga wajah dan image nya di depan semua orang.
Bila sampai mereka mengetahui aib memalukan yang menimpa tuan mereka.
Sudah pasti Yu Long tidak akan mengampuni mereka.
Karena mereka tahu prinsip Yu Long dalam menjaga rahasia.
Hanya orang mati yang bisa di minta tutup mulut.
Oleh karena itu mereka semua segera memilih untuk tidak turut campur, sedikit tahu lebih baik.
Dengan segala pertimbangan ini, seluruh pelayan dan dayang Yu Long justru memilih menjauhi taman samping, tempat Yu Long berada.
Dengan cara jitu ini, Yu Lek akhirnya berhasil membawa Hua Sien Ce yang juga sedikit mabuk, meninggalkan kediaman Yu Long dengan aman.
Ditempat lain nya, Siluman Rubah ekor sembilan saat tiba di hadapan Ping Ru Meng, di mana dia melihat mangsa incarannya, justru melompat masuk kedalam telapak tangan Ping Ru Meng.
Dia yang cerdik segera menyadari dirinya telah di jebak, apalagi setelah bertatapan mata dan membaca jalan pikiran Ping Ru Meng .
Siluman Rubah Ekor Sembilan langsung semakin yakin, bahwa saat ini nyawanya sedang terancam.
Dengan gerakan secepat mungkin, Siluman Rubah Ekor Sembilan langsung memutar haluan.
Bersiap siap melarikan diri dari hadapan Ping Ru Meng dengan kecepatan terbaiknya.
Sayang nya Siluman Rubah Ekor Sembilan sudah sedikit terlambat untuk itu.
Singa Salju yang baru saja muncul turun dari atas, dia langsung mengeluarkan suara auman keras nya yang melumpuhkan.
"Growwwarr...!!"
Segera setelah auman dahsyat Singa'Salju di lepaskan.
Seketika itu juga, Siluman Rubah Ekor Sembilan tidak mampu bergerak.
__ADS_1
Keempat pasang kakinya menjadi lemas, tidak mau menuruti perintah dari otaknya untuk bergerak.
Seluruh motorik tubuhnya lumpuh oleh auman dahsyat yang di lepaskan oleh Singa Salju.
Dengan bersusah payah Siluman Rubah Ekor Sembilan yang ketakutan dan panik, berusaha mengedit untuk masuk kedalam semak belukar.
Tapi lagi lagi satu auman keras yang dahsyat muncul di dekatnya.
"Growwwarr...!!"
Sekali ini Siluman Rubah Ekor Sembilan akhirnya lumpuh total, dia benar benar tidak sanggup lagi untuk bergerak.
Siluman Rubah Ekor Sembilan tergeletak pasrah di sana, tidak mampu menggerakkan tubuhnya sedikitpun.
Sebelum Singa Salju menerkam dan memangsa Siluman Rubah Ekor Sembilan yang sudah lumpuh total.
Ping Ru Meng sudah maju menotoknya, kemudian mencengkram bagian tengkuk Siluman Rubah tersebut.
Singa Salju yang paham dengan keinginan tuannya, dia dengan sangat terpaksa akhirnya memilih mundur mengalah pada tuannya.
Tidak berani memaksa diri menantang Ping Ru Meng ,dia hanya berani mengeluarkan suara gerengan kecil, tanda dia kurang puas.
Ping Ru Meng tidak ambil pusing dengan sikap bawahan barunya itu.
Ping Ru Meng segera menatap tajam kearah Siluman Rubah Ekor Sembilan dan berkata,
"Kamu sebaiknya ceritakan semuanya dengan jujur, semua rangkaian peristiwa.. yang tuan baru mu itu lakukan selama ini.."
"Bila tidak aku pasti tidak akan segan segan mengambil kulitmu, sebagai hiasan pakaian musim dingin ku.."
"Setelah mengambil kulit mu, kulit tanpa bulu itu tentu akan menjadi makanan yang sangat menarik bagi singa ku itu.."
Ucap Ping Ru Meng sambil tersenyum kaku sedingin es.
Siluman Rubah Ekor Sembilan yang pada dasarnya adalah binatang penakut.
Begitu menerima ancaman serius yang tidak main main tersebut.
Hatinya otomatis langsung dingin.
Tanpa berani banyak membantah dengan sepasang mata penuh ketakutan.
Dia segera bersiap mengkhianati tuannya, mencoba menceritakan semua nya, agar bisa meloloskan diri dari ancaman Ping Ru Meng yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Demi keselamatan nya, dia sudah tidak bisa berpikir banyak dan mempertimbangkan segala kebaikan dan kedekatannya dengan Yu Long selama ini.