LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SUARA DARI LAMGIT


__ADS_3

"Anak muda kamu tahu satu tidak tahu dua.."


"Tuan muda Wei itu adalah keponakan dari Gubernur Wei, penguasa kota Hang Zhou ini.."


"Ayahnya tuan muda Wei, masih kakak beradik dengan gubernur kota ini.."


"Bermasalah dengan nya, kita rakyat kecil, hanya mencari mati tanpa kubur saja."


Ucap paman tua yang batuk nya sudah tidak separah sebelumnya.


Setelah Ping Ru Meng diam diam membantu memberikan urutan ringan di punggung paman setengah tua itu.


Sehingga pernafasan kakek itu menjadi lebih lancar, batuk pun mereda.


Yu Ming sedari awal, tidak ikut campur, dia hanya mendengarkan saja.


Menurutnya masalah seperti itu, tentu saja bukan masalah bagi Ru Meng dan Nacha.


Mereka berdua masih sanggup menanganinya, tanpa perlu dia ikut terlibat.


Tidak lama kemudian, belum habis mereka saling berbantahan.


Pasukan keamanan kota, yang di pimpin oleh seorang komandan pasukan, sudah tiba di sana dan langsung melakukan pengepungan.


Tuan muda Wei hadir paling belakangan, dengan emosi dia berteriak dengan lantang.


"Habisi mereka semuanya, bila melawan, mereka adalah komplotan pemberontak..!"


Komandan pasukan keamanan kota yang biasa di panggil Komandan Liu.


Segera memberi kode agar anak buahnya, segera maju, menyerang Ping Ru Meng, Nacha yang mencoba melindungi Paman tua itu dan putrinya.


"Singggg..!"


"Singggg..!"


"Singggg..!"


"Singggg..!"


Mata tombak dari pasukan keamanan kota, berdesing menghujam kearah keempat orang yang terkepung di tengah barisan.


Melihat senjata mulai berdatangan menyerang.


Nacha dengan cepat mengeluarkan senjata tombak dan gelangnya.


Bergerak cepat menangkis, sambil membalas menyerang dengan tombak apinya, yang bisa menyemburkan api.


Seratus personil pasukan pengepung itu, tidak sampai 15 menit, sudah di buat terkapar semua oleh Nacha.


Ping Ru Meng bahkan belum sempat beraksi, dia hanya memegang erat pedang Inti Es Abadi nya di tangan.


Sesekali di gunakan untuk menghalau tombak nyasar, yang mencoba mendekat kearah dirinya, dan kedua ayah anak yang berlindung di belakang nya.


Setelah menghajar seluruh pengepungnya, hingga tunggang langgang di atas lantai.


Melihat Komandan Liu dan si biang kerok sedang mencoba melarikan diri.


Nacha langsung melemparkan gelang emasnya kearah kedua orang itu.


"Wungggg..!"


Wungggg..!"


"Ahhhhhhh..!"


"Ahhhhhhh..!"


Tuan muda Wei dan Komandan Liu hampir secara bersamaan berteriak kaget.


Sebelum mereka berdua, akhirnya jatuh tergeletak di atas lantai, dengan tubuh dan tangan terkunci, oleh gelang emas semesta milik Nacha.


Nacha dalam satu lompatan ringan, sudah mendarat di dekat kedua orang itu.

__ADS_1


"Kamu si gendut ini yang paling celaka rasakan ini."


"Creebbbb..!"


"Arggghhh...!"


"Bagaimana,? kamu masih suka menyiksa orang ? kini gimana rasanya bila kamu yang di siksa. ?"


"Creebbbb..!"


"Arggghhh...!"


"Jangan jangan..! aduh sakit..! ampun..! ampun..!"


Teriak Tuan muda Wei, mohon ampun dengan penuh ketakutan.


Tapi Nacha tidak memperdulikannya, dia terus melanjutkan aksinya, menyiksa, Tuan muda Wei, hingga seluruh tubuhnya terlihat berlumuran darah.


Komandan Liu, yang melihat kesadisan Nacha, segera berkata,


"Bocah busuk, hentikan perbuatan mu, yang menyakiti tuan muda Wei...!!"


"Bila tidak, saat Jendral Xu, tiba, kamu pasti akan di hukum dengan berat..!"


"Ehh komandan jelek, anjing penindas rakyat, berani kamu mengajari dan mengancam ku.."


"Ni sekarang giliran mu, yang merasakan nya, dasar anjing penindas rakyat, hukum kerajaan di dunia tidak bisa menghukum mu.."


"Maka biarlah leluhur mu ini, yang berikan hukuman pada mu."


"Creebbbb..!"


"Arggghhh...!"


"Creebbbb..!"


"Arggghhh...!"


"Creebbbb..!"


"Arggghhh...!"


Dia terlihat seperti seekor ba bi, yang akan di bawa ketempat jagal, tiada hentinya komandan pasukan itu berteriak kesakitan.


Hingga seluruh pakaiannya, basah kuyup bersimbah darah dan keringat dingin.


"Bagaimana rasanya penindas..?"


"Kamu ada bukannya mengayomi rakyat, malah mengayomi manusia berhati binatang itu..!"


"Sekarang kalian rasakan..!"


Ucap Nacha sambil melanjutkan aksi nya. menyiksa kedua orang itu.


Sesaat kemudian datang Jendral Xu, yang duduk gagah diatas punggung kudanya.


Memimpin pasukan dalam jumlah lebih besar mengepung tempat itu.


Begitu tiba Jendral Xu langsung berteriak,


"Tangkap bocah edan itu, jangan sampai lolos..!"


Prajurit prajurit itu dengan tombak terhunus, segera mengepung dan berusaha menyerang Nacha dengan tombak mereka dari segala arah.


Sebagian lagi mulai menyerang Ping Ru Meng.


Yu Ming yang melihat keadaan semakin kacau akhirnya diam diam turun tangan membantu


"Blaaarrr...!!"


Sebuah petir turun dari langit yang cerah, secara tiba tiba menyambar di depan kaki kuda tunggangan Jendral Xu.


"Blaaarrr...!!"

__ADS_1


"Hieeehh...!!"


Kuda tunggangan Jendral Xu meringkik kaget, sambil mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi keatas.


Jendral Xu yang kaget dan sedang tidak siap, langsung terjatuh dari punggung tunggangan nya.


Setelah petir menyambar tiba tiba di siang siang bolong.


Dari atas langit terdengar suara berkumandang.


"Petir tadi sebagai peringatan..!"


"Bila tidak juga bertobat, berikutnya yang tersambar bukan tanah tapi anda..!"


"Wahai anak manusia, kalian berbuat, Langit di atas sana sedang mengamati.."


"Jangan bertindak kelewat batas, atau kalian akan terima hukuman dari langit..!!"


Suara yang datang dari langit itu, berhasil membuat Jendral Xu dan seluruh pasukannya melarikan diri dengan penuh ketakutan.


Semua itu adalah tipuan dari Yu Ming, yang memainkan mantra petir, dan pengiriman pesan suara jarak jauh.


Untuk menakuti para pengepung, agar tidak timbul jatuhnya korban jiwa, yang jauh lebih banyak di tangan Nacha dan Ping Ru Meng.


Sehingga kedua orang itu terbebas dari karma pembunuhan, yang hukuman nya nanti akan sangat berat.


Yu Ming tidak ingin melihat Nacha dan Ping Ru Meng menerima hukuman itu dari Yu Ti ayah nya itu.


Melihat seluruh pasukan kota Hang Zhou sudah berlari ketakutan, meninggalkan tempat tersebut.


Ping Ru Meng pun berkata, sambil menoleh kearah Yu Ming.


"Terimakasih banyak Ming ke ke, sudah membantu.."


Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,


"Itu bukan masalah tak perlu berterima kasih.."


"Nacha sekalian bantulah hingga tuntas,.."


"Suruh mereka tunjukkan di mana kediaman gubernur kota ini.."


Ucap Yu Ming.


Nacha mengangguk, lalu dia sengaja duduk diatas punggung tuan muda Wei dan berkata,


"Cepat bawa aku pergi ke kediaman gubernur.."


"Ehh siapa suruh kamu berdiri.."


"Kamu cepat merangkak, sebelum aku cambuk kamu..!"


"Cepat antarkan kami ke kediaman gubernur..!"


"Cepat cepat,..! jangan pake lama..!"


Tuan muda Wei bergerak dengan susah payah, selangkah demi selangkah.


Perlahan-lahan kedua telapak tangan dan lututnya mulai terluka dan berdarah.


"Tuan muda ampunilah saya, saya sangat menyesal.."


"Saya punya mata, tapi tidak bisa melihat, sehingga telah menyinggung tuan besar sekalian.."


Ucap Tuan muda Wei mencoba meminta pengampunan.


Tapi Nacha pura pura tidak mendengarnya, dia malah menambahkan dengan cambukan di pantat Tuan muda Wei.


"Cetarrr..! Cetarrr..! Cetarrr..!"


"Cepat jalannya jangan cerewet..!"


Bentak Nacha sambil mendaratkan cambuknya, kearah sepasang pantat Tuan muda Wei yang montok.

__ADS_1


__ADS_2