LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PELAYAN KEDIAMAN YU MING


__ADS_3

Yu Ming sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak juga, hanya di sini saja.."


"Loh kok bisa..?"


Tanya Siau Sien Ce heran.


Yu Ming mengangkat kedua bahunya, dengan sikap santai, dia


enyatakan dirinya tidak paham.


"Aku juga kurang tahu, cuma semenjak pindah ke istana ini, ya setiap hari aku memang hanya di sajikan buah buahan saja, oleh mereka. "


Ucap Yu Ming sambil tersenyum santai.


"Maksud kakak sehari tiga kali cuma makan buah setiap harinya ?"


Tanya Siau Sien Ce kaget.


Yu Ming mengangguk pelan, membenarkan.


"Apa kakak tidak bosan dan tidak protes ke mereka.?"


Tanya Siau Sien Ce penasaran.


Yu Ming sambil tersenyum menjawab,


"Bosan sudah pasti, terkadang kalau tidak tahan, aku akan mengunjungi ibu ku.."


"Makan sepuasnya, baru pulang kemari.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum.


"Kenapa kakak tidak menegur mereka..?"


Tanya Siau Sien Ce kurang puas.


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mereka juga makan yang sama dengan ku, bagaimana aku bisa protes .?"


"Ikuti saja lah, toh cuma makan.."


"Buah juga lebih menyehatkan badan,.."


"Sebagai kultivator, asalkan ada hawa dewa, itu sudah lebih dari cukup, tidak makan minum pun tidak masalah.."


"Hawa bisa di rubah menjadi energi, jadi makan tidak makan,.itu sudah bukan suatu masalah.."


"Hanya nafsu keinginan belaka.."


Ucap Yu Ming ringan.


Siau Sien Ce menghela nafas panjang dan berkata,


"Apa kakak yakin, semua bawahan kakak cuma makan buah setiap hari..?"


Yu Ming kembali mengangkat kedua bahunya dan berkata,


"Entahlah, kalau hal itu aku memang tidak pernah pergi memastikan nya."


"Hanya saja aku pernah lihat, saat jam makan, mereka semua juga hanya makan buah, yang sama persis dengan yang mereka antar kan ke aku..'


Ucap Yu Ming ringan.


Siau Sien Ce menghela nafas, tidak banyak bertanya lagi.


"Ya sudah, kakak makan saja buahnya.."

__ADS_1


"Aku mau kembali ke kamar, mau istirahat.."


Ucap Siau Sien Ce sambil melangkah keluar dari kamar Yu Ming.


Setelah Siau Sien Ce pergi, Yu Ming langsung pergi menghabiskan beberapa butir buah persik.


Setelah itu, dia kembali melanjutkan latihan kultivasinya.


Sementara itu, Siau Sien Ce begitu kembali ke kamarnya.


Dia langsung membaringkan tubuhnya mencoba untuk tidur.


Siau Sien Ce yang tidur terlalu cepat, menjelang tengah malam dia malah terbangun.


Setelah membolak balikkan badan berulang kali, Siau Sien Ce yang merasa perutnya mulai lapar.


Akhirnya dia turun dari tempat tidur, menghampiri meja di mana buah buah segar tersaji di sana.


Tapi melihat buah itu, selera makan Siau Sien Ce malah hilang.


"Ahh daripada makan ini, lebih baik aku lihat lihat ke dapur saja.."


"Siapa tahu ada bahan, yang bisa aku olah jadi makanan.."


Ucap Siau Sien Ce sambil beranjak dari dalam kamar nya.


"Emangnya aku monyet apa,? sehari tiga kali suruh makan buah ."


"Dasar gak beres ini tempat.."


"Kamar kamar di biarkan kotor, bukannya di bereskan dan di rawat saat tuannya tidak di rumah.."


"Ehh malah sibuk bergerombol ngobrol yang tidak penting.."


Dumel Siau Sien Ce seorang diri, sambil terus berjalan menuju, bagian belakang gedung.


Saat memasuki bagian belakang gedung, Siau Sien Ce justru mencium.bau wangi nasi dan berbagai macam masakan.


Dia menggunakan tehnik yang pernah di ajarkan oleh Yu Ming padanya.


Siau Sien Ce bisa bergerak melayang tanpa menimbulkan suara.


Dia mencari tempat yang tepat untuk melakukan pengintaian.


Saat Siau Sien Ce melihat apa yang sedang di lakukan oleh para dayang dan pelayan itu malam malam di dapur.


Emosi nya langsung naik ke ubun-ubun, rupanya Siau Sien Ce melihat para bawahan Yu Ming itu ternyata sedang makan enak.


Berbagai jenis masakan lauk sayur dan nasi, tersaji lengkap di hadapan mereka.


Mereka sendiri diam diam makan mewah, tapi terhadap tuannya mereka ngasih buah.


Ini sungguh tindakan yang sudah kelewatan, pikir Siau Sien Ce.


Kelompok ini bila tidak di berantas, keadaan tempat tinggal ini, selama nya akan selalu berantakan.


Pikir Siau Sien Ce dalam hati.


Setelah berpikir demikian, Siau Sien Ce tiba tiba muncul di antara mereka.


"Bagus ya kalian semua..!"


Tegur Siau Sien Ce sambil tersenyum dingin.


Para pelayan dan dayang itu tidak kaget, dengan teguran Siau Sien Ce.


Mereka bersikap santai dan tenang, seperti tidak ada yang salah.


"Hei orang baru, malam malam bukannya tidur.."

__ADS_1


"Malah keluyuran ngurusin urusan yang tidak ada hubungannya dengan mu.."


"Sudah tidur sana, dasar Niang Niang Ciang, bawel, suka ikut campur urusan orang.."


Ucap mereka bersahut-sahutan, sambil menertawai Siau Sien Ce.


Siau Sien Ce tersenyum dingin dan berkata,


"Bila masalah ini, aku bawa ke tuan muda kalian, aku rasa juga hanya seperti itu saja, lenyap tanpa masalah.."


"Tapi bila masalah ini aku bawa ke Wang Mu Niang Niang, kira kira apa tanggapan nya.


"Atas pelanggaran pasal 7 aturan kahyangan.Tidak menghormati atasan."


"Pasal 8 menipu atasan.."


"Pasal 9 tidak setia.."


"Pasal 13 rajin makan malas bekerja.."


"Pasal 15 berbuat salah tidak merasa bersalah.."


"Dan masih banyak lagi pasal lainnya, yang aku rasa lebih dari cukup untuk mengirim kalian ke siksa neraka tingkat 18.."


Ucap Siau Sien Ce dingin.


Mendengar ucapan Siau Sien Ce, yang kelihatannya tidak memberikan ancaman main main.


Kini wajah mereka semua seketika pias, tidak ada yang berani bersuara.


Bahkan makanan di meja tidak ada lagi yang berani menyentuh nya.


Mereka semua berdiri ketakutan dengan tubuh gemetar dan kepala tertunduk dalam dalam.


Siau Sien Ce menyapukan pandangannya kearah mereka sejenak.


Setelah itu dengan suara dingin, dia berkata,


"Silahkan kalian teruskan saja.."


"Aku tidak akan menganggu lebih lama lagi.."


"Sampai ketemu besok pagi saja, di Ling Xiao Bao Tran sana.."


Ucap Siau Sien Ce dingin.


Setelah itu dia langsung membalikkan badannya, hendak meninggalkan tempat itu.


"Hei tunggu kamu,..!"


"Dasar Niang Niang Ciang, hari ini bila kamu tidak di beri pelajaran, kamu tidak akan pernah tahu dengan siapa kamu berhadapan..!"


Tegur salah satu pelayan pria bertubuh tinggi besar, dengan sikap mengancam.


"Benar,.. ! kakak Kui benar..!"


"Lebih baik kita lenyapkan saja si mulut comberan, yang menjadi sumber masalah, ini.."


"Ucap seorang pelayan lain, yang bertubuh kurus ceking.


"Satu jangan melakukan, bila sudah melakukan jangan malu dan tangung tanggung.."


"Sudah habisin saja banci kecil ini..!"


Ucap seorang pelayan lain, yang berhidung lebar, bertelinga lebar, sehingga wajah nya lebih terlihat mirip siluman Ba BI, daripada manusia.


Siau Sien Ce tentu saja sangat kaget, mendengar ancaman nekad para pelayan itu.


Dia secara otomatis melangkah mundur dan berkata,

__ADS_1


"Kalian mau apa !?"


"Jangan pernah berani macam macam..!"


__ADS_2