
Begitu Siluman Rubah Ekor Sembilan mulai bercerita, Ping Ru Meng langsung mengeluarkan sebuah batu cahaya warna warni di dalam telapak tangannya.
Begitu telapak tangan Ping Ru Meng terbuka, batu itu secara ajaib langsung terbang sendiri keatas kepala Siluman Rubah Ekor Sembilan yang sedang bercerita.
Batu itu menyinari Siluman Rubah Ekor Sembilan dengan cahaya nya yang berwarna warni mengelilingi sekitar Siluman Rubah Ekor Sembilan berada.
Siluman Rubah Ekor Sembilan tidak paham apa fungsi dari batu tersebut ? dan apa dampak bagi dirinya.?
Tapi dia tidak berani bertanya dan menolak bercerita, dia segera bercerita mulai dari pertemuannya dengan Yu Long, hingga dia membantu Yu Long menyukseskan segala rencana nya.
Termasuk tindakan Yu Long menyerang tempat kediaman Hua Sien Ku dan secara kebetulan bertemu Ping Sien.
Lalu Yu Long sekalian membunuh Ping Sien, dan melemparkan segala tuduhan ke Yu Ming.
Di pertengahan cerita, Ping Ru Meng yang tidak bisa menahan rasa penasaran nya, akhirnya dia memotong sisa cerita Siluman Rubah Ekor Sembilan yang menurutnya tidak begitu penting lagi.
"Siluman Rubah, coba kamu jelaskan bagaimana caranya Yu Long bisa memiliki pedang Xuan Yuan ?"
"Bagaimana pula caranya dia bisa menguasai ilmu rahasia permainan pedang Xuan Yuan."
"Jurus Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Bumi itu, siapa yang mengajarinya. ?"
Tanya Ping Ru Meng sambil menatap tajam kearah Siluman Rubah Ekor Sembilan.
Siluman Rubah Ekor Sembilan menatap kearah Ping Ru Meng dengan tatapan mata takut takut berkata,
"Yu Long tidak menggunakan pedang Xuan Yuan, dia menggunakan pedang 9 Permata Iblis.."
"Salah satu dari 9 permata Iblis, mampu mengeluarkan cahaya emas.."
"Sehingga saat di salurkan energi, dia akan mengeluarkan cahaya emas.."
"Sekilas lihat pedang itu sama persis seperti pedang Xuan Yuan, tapi aslinya kedua pedang itu berbeda.."
"Mengenai jurus Pengoyak bumi, Yu Long mendapatkannya dengan mencuri lihat latihan Yu Ming, lewat pelayan pelayan yang di tempat kan nya di Yu Ming Kung.."
"Yu Long pada dasarnya, hanya menguasai kulitnya saja, tapi setelah dia berhasil menguasai ilmu Tebasan Golok Iblis Pemusnah dengan bantuan Mutiara Darah Iblis."
"Yu Long mampu mengisi kekurangan nya, dengan energi darah iblis yang dia kuasai dengan baik.."
"Sehingga jurus Yu Ming mampu dia mainkan dengan sempurna."
Ucap Siluman Rubah Ekor Sembilan menutup penjelasannya.
Ping Ru Meng terlihat sangat emosi, setelah mendengar langsung keseluruhan cerita dari Siluman Rubah Ekor Sembilan.
Bila tidak ingat Siluman Rubah Ekor Sembilan itu adalah saksi kunci, Ping Ru Meng pasti langsung menebasnya menjadi potongan daging.
__ADS_1
Ping Ru Meng sekali lagi memeriksa dan menotok beberapa bagian penting jalan darah Siluman tersebut.
Setelah itu baru dia simpan rubah itu kedalam gelang nya, bersamaan dengan baru warna warni yang menyinari Siluman Rubah tadi.
Baru saja Ping Ru Meng selesai membereskan pekerjaan nya.
Yu Lek dan Hua Sien Ce dari kejauhan sana, terlihat sedang berjalan mendatanginya.
Hua Sien Ce sudah tidak mabuk lagi, setelah Yu Lek memberikan nya pil penghilang racun arak.
Mereka berdua terlihat melangkah dengan terburu-buru menghampiri Ping Ru Meng .
"Bagaimana Meng Cie cie apa misi kita berhasil ?"
Tanya Hua Sien Ce penasaran, begitu dia tiba di hadapan Ping Ru Meng.
Ping Ru Meng tersenyum dan menganggukkan kepalanya,
"Terimakasih atas bantuan kalian berdua.."
"Bila tidak ada bantuan dari kalian berdua, takutnya misi ini tidak akan semulus ini.."
Ucap Ping Ru Meng sambil menatap kearah Yu Lek dan Hua Sien Ce dengan tatapan mata penuh terimakasih.
Yu Lek menghela nafas lega dan berkata,
"Jadi bagaimana langkah selanjutnya..?"
"Kini bukti sudah di tangan, kita harus secepatnya pergi menemui Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang untuk membongkar semua nya.."
"Menuntut keadilan agar memberikan hukuman setimpal ke pelaku yang sebenarnya.."
Yu Lek tersenyum lebar, lalu menoleh kearah Hua Sien Ce dan berkata,
"Kalau untuk yang satu itu, kita serahkan ke dia,.. karena saat ini dia adalah orang yang paling bisa kita andalkan untuk tugas itu.."
"Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang pasti akan langsung menerima kedatangan kita, bila dia yang membawa kita kesana.."
Hua Sien Ce mempelototi Yu Lek dengan tatapan mata mengancam.
Tapi dia tidak membantahnya, dia segera berkata,
"Baiklah Meng Cie Cie aku akan mencobanya.."
"Ayo kita berangkat sekarang, jangan menunda nya lagi."
Ucap Hua Sien Ce cepat.
__ADS_1
Ping Ru Meng mengangguk lalu dia segera mengikuti Hua Sien Ce dan Yu Lek kembali ke Istana Halimun Mukjizat.
Ping Ru Meng tidak membawa Singa Saljunya, agar tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu.
Untuk memasuki Nan Thian Men pun sudah cukup sulit, bila dia membawa tunggangan nya itu, tentu dia akan semakin sulit di ijinkan masuk.
Kalaupun boleh, singa nya pasti tidak boleh ikut masuk, jadi demi tidak menimbulkan keributan tidak perlu yang akan menganggu kelancaran misi nya.
Ping Ru Meng akhirnya memilih tidak membawa Singa Saljunya ikut serta.
Singa Salju sendiri tidak masalah, dia hanya menurut saja pada permintaan tuan nya.
Dia memilih menghabiskan waktu menunggunya dengan tiduran santai di dalam hutan bambu yang rindang dan berudara sejuk itu.
Setelah menghabiskan beberapa waktu menempuh perjalanan bersama.
Hua Sien Ce akhirnya berhasil membawa Ping Ru Meng dan Yu Lek, tiba di istana kediaman Wang Mu Niang Niang dan Yu Ti.
Tapi saat Hua Sien Ce hendak memasuki istana, dua orang pengawal yang berjaga di sana, memalangkan tombaknya dari berkata,
"Maaf Tuan Putri, Yang Mulia tadi ada pesan.."
"Beliau dan Yang Mulia Wang Mu Niang Niang, saat ini sedang menutup diri.."
"3 Hari lagi, mereka baru bisa keluar untuk bertemu dengan tuan putri.."
Hua Sien Ce menoleh kearah kedua rekannya dan berkata,
"Maaf Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang saat ini belum bisa di temui.."
"Mungkin mereka saat ini sedang melakukan Siu Lian tertutup.."
"Tidak mau di ganggu, akupun tidak terkecuali.."
Ucap Hua Sien Ce tidak berdaya.
Yu Lek melangkah maju menghampiri kedua petugas jaga itu dan berkata,
"Kami membawa masalah penting untuk di sampaikan ke Yang Mulia.."
"Bila kalian berani menghalangi, akibatnya bila terjadi sesuatu nantinya, kalian berdua lah yang harus bertanggung jawab.."
Ucap Yu Lek penuh sikap mengancam.
Tapi kedua prajurit itu, tetap pada posisinya, mereka tetap tidak bergeming.
Mereka terlihat sangat yakin, siap menerima segala konsekuensi nya.
__ADS_1
Setelah melihat para prajurit itu tidak termakan oleh gertakan nya, Yu Lek kembali mundur kesamping Ping Ru Meng dan berkata,
"Meng Cie cie kelihatannya ayah dan Wang Mu Niang Niang benar benar sedang menutup diri."