LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEMARAHAN KAISAR LANGIT


__ADS_3

Che You tersenyum dan mengangguk kecil, kemudian membalas berkata,


"Bila hari ini aku pergi meninggalkan anak istri ku, karena takut.."


"Maka aku tidak pantas menyandang gelar Raja Iblis Che You.."


"Kalian Dewa punya prinsip, kami yang kalian sebut bar bar, kaum iblis pun punya prinsip.."


"Hanya saja jalan kita yang tidak sama.."


Selesai berkata, Che You langsung menebaskan golok iblis darahnya, yang sarat dengan energi kegelapan kearah perisai pelindung Dewa Agung istana San Qing.


"Kekuatan Iblis Pemusnah level 10..!"


Teriak Che You sambil melepaskan tebasan Golok Darah Iblis yang sarat dengan hawa kegelapan.


"Boooommm..!!'


Terjadi Ledakan dahsyat, yang mengguncang seluruh wilayah langit timur.


Hingga seluruh wilayah langit timur seperti dilanda gempa dahsyat.


Seluruh bangunan di sekitar San Qing Kuan di buat tergetar hebat, oleh daya ledakan dahsyat, akibat benturan energi gelap melawan energi terang.


Tiga Dewa Agung dan Thai Yuan Seng Mu, yang sedang menutup diri di ruangan khusus mereka.


Ikut bisa merasakan guncangan tersebut.


Mereka berempat yang sedang fokus menyalurkan hawa dewa mereka, ke arah sebuah bola cahaya ,yang terus mengeluarkan cahaya terang keemasan.


Fokus mereka berempat menjadi sedikit terganggu, oleh getaran dahsyat tersebut.


"Apa yang terjadi..?"


Ucap Thai Yuan Seng Mu heran.


Yuan Se Thian Cun, membuat sebuah cahaya warna warni di tembok ruangan.


Ssehingga memunculkan gambaran halaman depan San Qing Kuan.


Di mana terlihat Hua Sien Ku sedang menangis sedih dalam pelukan seorang Dewi cantik berwajah dingin.


Sedangkan di luar perisai pelindung istana San Qing Kuan sana, terlihat Che You sedang melayang di udara, bersiap siap melepaskan hantaman serangan keduanya.


Yuan Se Thian Cun menghela nafas panjang dan berkata,


"Semua kejadian pasti ada sebab akibatnya, tidak ada yang salah tidak ada yang benar.."


"Semua saling terkait dan saling berhubungan, mungkin ini sudah takdir alam semesta.."


"Lebih baik kita kembali fokus saja pada takdir baru, penguasa masa depan alam semesta ini.."


Kedua rekannya yang lain ikut mengangguk pelan.


Mereka tidak berkomentar apapun, mereka berdua kembali memejamkan mata.


Thai Yuan Seng Mu menatap pilu kearah tampilan cahaya di tembok.


"Ti er,.. Hua er terhadap mu adalah hormat, cinta, kasih sayang secara tulus, dia bahkan rela berkorban ribuan tahun di sandera, demi keselamatan kalian..'

__ADS_1


"Tapi mengapa kalian tega berbuat begini padanya..?"


Selesai berkata, di gambar sana terlihat hantaman kedua yang jauh lebih dahsyat dari mengerikan, kembali di lepaskan oleh Che You, hingga gambar di tembok pun seketika lenyap.


Seluruh ruangan bergetar jauh lebih hebat lagi, bola cahaya pun ikut terlihat bergetar hebat.


Melihat situasi itu, Thai Yuan Seng Mu, tidak bisa lagi berpikir banyak, dia hanya bisa menghela nafas panjang.


Lalu dia kembali memejamkan matanya, untuk ikut fokus mengerahkan hawa Dewi nya, membantu menstabilkan keadaan bola cahaya emas itu.


Beberapa saat kemudian, di sana muncul Tai Yi Chen Jen, yang datang ikut membantu mengerahkan hawa Dewa nya.


Bantuan dari Thai Yi Cen Jen akhirnya berhasil menstabilkan keadaan bola cahaya emas dan seluruh tempat itu, hingga bisa kembali tenang seperti semula.


Bebas dari getaran gempa dahsyat yang sedang terjadi di luar sana.


Sementara kelima Dewa Besar sedang sibuk berfokus pada bola cahaya emas.


Di luar sana tepatnya di depan halaman San Qing Kuan, Che You yang sudah dua kali terpental oleh daya tolak perisai hawa Dewa.


Dalam keadaan terluka, di bagian dalam tubuhnya.


Dia mengerahkan seluruh kekuatan terakhirnya, untuk mengeluarkan kekuatan puncaknya.


Sebuah bola hitam raksasa terbentuk di ujung goloknya, bola hitam yang diselimuti oleh kilatan petir tersebut.


Akhirnya di dorongkan kebawah mengikuti arah tebasan Golok darah Iblis Che You.


"Kekuatan Iblis Pemusnah level 11..!"


Teriak Che You dengan sepasang bola mata berubah menjadi hitam semua.


Urat urat seluruh tubuhnya menonjol keluar, membesar seperti hampir meledak.


Kembali terjadi Ledakan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, hingga beberapa bangunan di luar perlindungan hawa dewa, dari tiga dewa agung.


Langsung hancur luluh lantak rata dengan tanah.


Sedangkan istana San Cing Kuan sendiri bergetar hebat, seperti mau roboh, dengan sebagian genting istana jatuh meluruk kebawah.


Tiang tiang raksasa penyangga istana juga terlihat retak retak.


Perisai cahaya pelindung di luar sana juga mengalami retak retak di sana sini.


Satu hantaman lagi dengan kekuatan yang sama, niscaya perisai dan seluruh istana San Qing Kuan pasti akan luluh lantak di buatnya.


Sayang nya hal itu tidak mungkin lagi terulang, karena Che You sendiri kini sudah jatuh tergeletak di depan halaman istana San Qing Kuan.


Beberapa kali dia berusaha untuk bangkit, tapi selalu saja tidak berhasil.


Selain memuntahkan darah hitam kental berulang kali dari mulutnya.


Sudah tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan.


Dia hanya bisa menatap sedih kearah istrinya, dengan ekspresi wajah diliputi rasa penasaran yang sulit di ungkapkan.


Che You terlalu memaksakan diri, dia mengerahkan kekuatan yang melampaui batas kemampuan nya.


Level 11 Kekuatan Iblis Pemusnah nya belum sempurna, bila dipaksakan akan sangat merugikan dirinya.

__ADS_1


Terlebih lagi tempat yang sarat hawa dewa dari cahaya kebajikan ini, sangat menekan kekuatan nya.


Hal ini membuat kondisinya semakin tidak baik, dan berada dalam posisi yang sangat di rugikan.


Bila memaksakan diri mengerahkan seluruh kekuatannya bertempur di tempat ini.


"Hua er maaf, ini salah ku, aku tidak punya kemampuan.."


"Aku tidak bisa melindungi kalian dengan baik.."


ucap Che You penuh penyesalan dan rasa kecewa yang menyesakkan dada.


Hingga dia kembali memuntahkan darah hitam kental.


Hua Sien Ku yang masih tertahan dalam pelukan Dewi berwajah dingin itu.


Saat melihat Che You jatuh tergeletak dan terus memuntahkan darah dari mulutnya.


Dia Hua Sien Ku, sudah tidak bisa menahan diri, dia langsung meronta sekuat tenaga, lalu melepaskan diri dari pelukan Dewi berwajah dingin.


Hua Sien Ku langsung berlari menghampiri Che You.


Tapi dua tetap tertahan di dalam cahaya transparan perisai dewa, Hua Sien Ku terlihat menangis sedih, sambil meletakkan kedua telapak tangannya di penghalang yang membatasi pergerakan nya.


"Maafkan aku suami ku,.. aku yang melibatkan dan mencelakai mu.."


"Aku hu..hu..hu..hu..!"


ucap Hua Sien Ku tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, karena terlalu sedih, melihat keadaan Che You yang menggemaskan.


Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang melayang keluar dari dalam istana San Qing Kuan.


Wang Mu Niang Niang langsung bergerak cepat melumpuhkan Hua Sien Ku.


Sedangkan Yu Ti membaca mantra membuka perisai dewa.


Lalu bergerak menuruni tangga menghampiri Che You, yang sedang tergeletak tak berdaya.


"Che You kamu mengacau di istana halimun ku, aku tidak berpendapat.."


"Tapi berani mati kamu mengacau sampai ke istana San Qing Kuan yang suci ini.."


"Hari ini bila aku tidak menghukum mu, tentu aku akan menjadi bahan tertawaan semua Dewa Dewi di langit."


"Hari ini aku akan membuka pantangan membunuh ku."


"Aku terpaksa harus memusnahkan mu, agar kamu selamanya tidak lagi menganggu ketentraman di langit .."


Ucap Kaisar Langit sambil menghimpun hawa semesta nya, untuk di salurkan ke pedang Xuan Yuan, yang sudah terhunus keluar dari sarungnya.


Che You tersenyum lebar dengan wajah pucat dan berkata,


"Silahkan saja Kaisar Dewa munafik..!"


"Kamu di hati lebih jelas dari siapapun, akan semua tindak tanduk mu yang memalukan..!"


"Hari ini bila aku mengeluarkan suara keluhan atau mengernyitkan alis, maka aku bukan Che You..!"


"Silahkan lakukan saja..!"

__ADS_1


ucap Che You sambil memejamkan matanya.


Pedang Xuan Yuan bergetar hebat di tangan Kaisar Langit, dia sangat emosi, karena luka boroknya di congkel secara tidak langsung oleh Che You.


__ADS_2