LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
YU MING PULIH


__ADS_3

Hua Sien Ce bilang minta bahu, tapi kenyataannya, dia tidak bisa menahan diri, untuk menubruk kedalam pelukan Yu Ming.


Dia menangis pilu di sana, melepaskan semua beban kesedihan, yang dia tahan tahan selama ini dengan sepuas puasnya.


Yu Ming sekali ini tidak menolaknya lagi, dia membiarkan saja.


Sesekali dia membelai lembut rambut halus Hua Sien Ce dan berkata,


"Lepaskan lah,.. lepaskan semua nya, biar beban di hati mu terangkat dan terasa lega."


Beberapa saat berlalu, Hua Sien Ce akhirnya menjauh dari Yu Ming dan berkata dengan suara pelan,


"Terimakasih Yu Ming ke ke, maaf membuat baju mu jadi basah ."


"Aku..aku.. pergi siapkan baju ganti dan air hangat untuk membersihkan luka luka mu.."


Ucap Hua Sien Ce sedikit gugup dengan wajah tertunduk malu.


Dia segera meninggalkan Yu Ming seorang diri di sana.


Saking gugupnya, dia bahkan lupa, Yu Ming sulit berjalan, bila dia tidak membantunya.


Untung nya komandan pengawal yang berjaga di sana mengerti.


Dia segera maju membantu memapah Yu Ming kembali duduk di kursinya.


"Maaf pangeran, biar saya bantu.."


Ucap komandan yang pernah di bawah Yu Ming sopan.


Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,


"Terimakasih komandan Lei,.. anda terlalu sungkan.."


"Aku kini sudah bukan pangeran lagi panggil saja nama ku langsung, itu lebih baik..'


"Baik saudara Ming.."


Ucap Komandan Lei sambil membantu memapah Yu Ming untuk duduk di kursinya.


"Hufff..!"


"Terimakasih banyak komandan Lei.."


"Sama sama saudara Ming.."


"Aku tunggu di luar saja, bila ada perlu panggil saja.."


Ucap komandan Lei sambil menjura memberi hormat ke Yu Ming.


Setelah itu dia segera memimpin anak buahnya meninggalkan tenda.


Memberikan putri Hua Sien Ce dan mantan pangeran Mahkota privasi.


Setelah mereka pergi, Hua Sien Ce kembali kehadapan Yu Ming dan berkata,

__ADS_1


"Yu Ming Ke ke biar aku bantu obati luka di kaki mu dulu.."


Hua Sien Ce meletakkan sebaskom air hangat yang masih mengeluarkan uap panas dan selembar handuk bersih yang di rendam di dalam air hangat tersebut.


Dengan hati hati, Hua Sien Ce membantu melepaskan satu persatu sepatu rombeng dari kaki Yu Ming.


Setelah itu sambil menatap ngeri dan sedikit bergidik, Hua Sien Ce membantu kaki Yu Ming masuk kedalam baskom berisi air hangat dan handuk bersih.


Yu Ming tidak menolak Hua Sien Ce membantu melakukan semua itu untuk nya.


Yu Ming hanya tersenyum haru menatap Hua Sien Ce yang duduk di bawah sana.


Wajah Yu Ming sedikit meringis, saat dia merasakan kakinya yang dimasukkan kedalam terasa perih luar biasa.


Hua Sien Ce menyadarinya, saat kaki Yu Ming sedikit mengejut begitu dia rendam kedalam air hangat.


"Tahan sedikit Yu Ming Ke ke, nanti juga hilang perihnya.."


"Air hangat ini ada campuran obatnya.."


Ucap Hua Sien Ce menjelaskan.


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Tidak apa apa, cukup nyaman kok.."


Hua Sien Ce mengangguk pelan, dengan kepala tertunduk kebawah, dengan sangat hati hati dia mulai fokus menggunakan handuk bersih, untuk membersihkan luka luka di kaki Yu Ming .


Yu Ming berulang kali sedikit meringis menahan perih, saat lukanya yang bercampur dengan tanah dan pasir menyatu kedalam daging.


Setelah beberapa kali berganti air, di mana luka di kaki Yu Ming sepenuhnya bersih.


Hua Sien Ce baru membantu menaburkan obat luka dan membungkusnya dengan kain perban.


Setelah itu Hua Sien Ce baru berpindah merawat luka di punggung dan terakhir membantu mengompres luka memar di wajah Yu Ming.


"Yu Ming ke ke, ini pakaian mu dulu, aku ada menyimpannya.."


"Yu Ming ke ke berganti lah dulu,"


Ucap Hua Sien Ce setelah dia menyelesaikan pekerjaannya merawat luka di sekujur tubuh Yu Ming.


"Terimakasih banyak Hua er.."


Ucap Yu Ming sambil menerima pakaian bersih itu dari tangan Hua Sien Ce .


"Tak perlu berkata begitu, Yu Ming ke ke aku mau pergi kebelakang menyiapkan bubur untuk mu.."


"Bila ada perlu, panggil saja, di depan ada yang jaga.."


"Mereka bisa membantu.."


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Pergilah Hua er,.. jangan khawatir.."

__ADS_1


Beberapa saat selesai Yu Ming berganti pakaian, Hua Sien Ce kembali dengan sebuah nampan berisi bubur dan beberapa macam lauk kesukaan Yu Ming.


Hua Sien Ce ingin membantu menyuapi Yu Ming tapi Yu Ming menolaknya dan berkata,


"Biar aku sendiri saja Hua Er, terimakasih banyak..maaf jadi merepotkan mu merawat ku."


Hua Sien Ce sambil tersenyum gembira, dan membantu mengupas daging ayam kukus buat Yu Ming, dia berkata.


"Tak perlu berterima kasih, aku tidak merasa repot.."


"Bahkan bila Yu Ming ke ke suka, merawat seumur hidup aku juga tidak berkeberatan.."


"Ehh maksud ku.."


Ucap Hua Sien Ce gugup, karena secara tidak sengaja dia kembali keceplosan kata.


Yu Ming sedikit tersedak mendengar ucapan Hua Sien Ce .


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Ini minum Ming ke ke, udah fokus makan saja.."


"Jangan banyak bicara dulu.."


Ucap Hua Sien Ce sambil membantu menepuk nepuk punggung Yu Ming.


Sesaat kemudian setelah batuk mereda, Yu Ming melanjutkan fokus makannya tanpa banyak berbicara lagi.


Suasana di dalam ruangan menjadi hening canggung dan sunyi.


Beberapa saat setelah Yu Ming selesai makan, Hua Sien Ce baru berani buka suara.


"Yu Ming ke ke kamu beristirahatlah, aku mau bawa peralatan ini kebelakang dulu.."


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih Hua er, kamu sendiri juga jangan lupa makan.."


Hua Sien Ce mengangguk pelan, lalu dia segera meninggalkan ruangan tendanya yang membuat dia merasa serba canggung.


Melalui perawatan Hua Sien Ce yang teliti tidak sampai satu Minggu, kondisi Yu Ming akhirnya pulih.


Setelah Yu Ming pulih meski berat, tapi Hua Sien Ce akhirnya memenuhi permintaan Yu Ming.


Dia harus segera kembali ke langit lapis 36 untuk berkumpul kembali dengan ibunya Hua Sien Ku.


Sedangkan Yu Ming setelah sembuh, dia segera pergi bergabung dengan orang orang yang menjalani masa hukuman di sana


Di sana mereka semua di kumpulkan untuk mengerjakan berbagai proyek pembangunan, mulai dari memperbaiki dan membangun benteng pertahanan di wilayah tersebut.


Mereka juga di arahkan untuk membangun dan memperbaiki tempat tempat pemukiman para dewa yang tinggal di daerah tersebut.


Terutama komplek istana, yang menjadi tempat tinggal Dewa Er Lang.


Juga komplek istana Dewa Pagoda dan Nacha.

__ADS_1


Di mana mereka semua sedang bertugas, tempat tinggal mereka sedang kosong


__ADS_2