
Ditengah perjalanan Yu Ming yang terbaring lemah dalam pelukan Ping Ru Meng, akhirnya membuka matanya
Dengan suara lemah dia berkata,
"Istri ku, kita ada di mana..?"
Ping Ru Meng yang sedang duduk termenung, segera melihat kearah suaminya dan berkata,
"Kita dalam perjalanan menuju kerajaan es abadi tempat tinggal ku.."
Yu Ming mengangguk pelan lalu kembali memejamkan matanya.
"Sayang apa yang kamu rasakan, apa ada bagian yang terasa kurang nyaman."
Tanya Ping Ru Meng penuh perhatian.
Yu Ming menggeleng pelan dan berkata,
"Istri ku, aku ingin tinggal di dekat telaga biru.."
"Aku ingin pergi melihat pemandangan indah di sana.."
Ping Ru Meng menghapus airmatanya yang mengalir, sambil mengigit bibirnya sendiri.
Menahan diri agar tidak menangis, dia berkata,
"Baik sayang, kita kesana saja.."
Ping Ru Meng sambil menahan mewek, memaksakan diri untuk tersenyum.
Dia memberikan ciuman lembut di kening dan kedua pipi suaminya dengan mesra.
Yu Ming tersenyum bahagia dan berkata,
"Istriku tempat ini mulai dingin, tapi ada pelukan dan ciuman mu, aku akan selalu merasa hangat..'
"Terimakasih..sayang.."
Ping Ru Meng mengangguk cepat, dia segera mengeratkan pelukannya.
Sambil mengeluarkan jubah tebal untuk menyelimuti dirinya dan Yu Ming.
Agar keadaan mereka berdua tetap terjaga kehangatan nya.
Ping Ru Meng sudah memeriksa keadaan Yu Ming, dia paham Yu Ming seluruh urat nadi dan sebagian besar jalan darah nya sudah pecah.
Yu Ming keadaan nya sangat lemah, tidak mungkin dia menyalurkan hawa dewa untuk menghangatkan mereka berdua.
Yu Ming juga tidak mampu menyalurkan hawanya untuk sekedar menghangatkan badan nya sendiri.
Di tempat yang bercuaca dingin ini, Yu Ming hanya bisa mengandalkan pelukan hangat dari nya, dan jubah musim dingin miliknya yang tebal.
Ping Ru Meng membelokkan pergerakan Singa Salju menuju telaga biru yang tenang.
Dia paham mengapa Yu Ming memilih kesana ketimbang ke istana.
Yu Ming sudah jenuh dengan suasana istana yang penuh persaingan dan intrik.
Dia ingin melewati hari hari terakhirnya di tempat yang tenang.
Telaga biru adalah tempat yang paling tepat, karena di sana ada begitu banyak kenangan di antara mereka berdua.
__ADS_1
Singa Salju dengan mudah segera menemukan tempat yang tuannya inginkan.
Setelah mendarat di tepi telaga biru, Ping Ru Meng menggendong Yu Ming turun dari punggung tunggangan nya.
Sejenak Ping Ru Meng mengedarkan pandangannya mencari cari tempat yang cocok untuk mendirikan pondok.
Setelah menemukan lokasi yang dia inginkan, Ping Ru Meng segera melepaskan tanda ke udara.
Tidak butuh waktu lama beberapa dayang dan satu barisan pasukan kerajaan es abadi sudah tiba di hadapan Ping Ru Meng .
Mereka semua berlutut memberi hormat kearah Ping Ru Meng yang kini adalah ratu kerajaan es abadi, setelah ayahnya tiada.
"Kalian semua berdirilah, kalian segera bantu aku dirikan sebuah pondok di sini.."
"Untuk sementara waktu aku akan menghabiskan waktu ku tinggal di sini.."
Ucap Ping Ru Meng tegas.
"Siap Yang Mulia.."
Jawab mereka semua kompak.
Setelah itu mereka segera pergi menyiapkan semua keperluan pendirian pondok.
Karena mereka bekerja beramai ramai, tidak sampai satu hari mereka sudah berhasil mendirikan sebuah pondok kecil yang cukup.rapi untuk Ping Ru Meng dan Yu Ming.
Selama mereka sibuk bekerja, Ping Ru Meng hanya duduk bersandaran di pohon Pinus yang banyak tumbuh di tepi telaga.
Dia duduk di sana sambil terus memeluk suaminya, dia khawatir bila di tinggal lama.
Yu Ming bisa terserang hawa dingin di tempat itu.
Setelah pondok selesai, Ping Ru Meng segera memindahkan Yu Ming kedalam kamar mereka.
Di dalam kamar jauh lebih hangat, karena pelayan Ping Ru Meng ada membantunya menyiapkan perapian penghangat di dalam kamar.
perapian itu terhubung dengan sebuah cerobong asap, yang menembus kearah atap kamar.
Sehingga asap pembakaran bisa keluar lewat sana, tanpa membuat seluruh ruangan kamar jadi penuh asap.
Semua itu sudah dipersiapkan oleh pelayan pelayan senior Ping Ru Meng, yang sudah terbiasa bekerja dengan teliti.
Segala sesuatu nya, sudah.mereka persiapkan dengan baik tanpa perlu harus selalu di perintahkan.
Di hari kedua pagi Yu Ming yang sebelumnya terus tertidur dalam pelukan Ping Ru Meng , akhirnya kembali siuman dan membuka matanya.
Begitu sepasang matanya terbuka, melihat Ping Ru Meng hadir disana, terus memeluk nya, Yu Ming sambil tersenyum bahagia berkata,
"Meng Er aku ingin melihat telaga dari jendela kamar kita yang di sebelah sana bisa..?"
Ping Ru Meng mengangguk cepat, dia segera membantu Yu Ming untuk pergi duduk santai di sana.
Yu Ming menghirup nafasnya panjang panjang dan berkata,
"Udara di sini sangat segar, aku sebenarnya sangat menyukainya..'
"Sayang waktu ku yang tidak banyak, sehingga tidak bisa menemani mu menikmati nya sepuasnya."
"Maafkan aku yang tidak bisa memenuhi janji ku, memberi mu kebahagiaan menemani mu selamanya..'
Ucap Yu Ming sambil termenung dalam pelukan istrinya.
__ADS_1
Dia duduk bersandarkan pada Ping Ru Meng .
Ping Ru Meng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak takut meski hanya ada waktu satu jam satu detik, asalkan bisa bersama seperti ini aku sudah puas dan bahagia.."
Yu Ming mengangguk.pelan, sesaat kemudian dia kembali memecah keheningan dengan suaranya .
"Meng er aku tiba tiba merindukan suasana tempat tinggal ayah ibu mu di lembah naga sana.."
"Aku ingin pergi menyembahyangi ibu mu, selain itu, kita juga bisa bawa barang barang kenangan ayah mu, untuk di makamkan di samping ibu mu.."
"Menurut mu apa permintaan ku sekarang jadi terlalu banyak..?"
Ping Ru Meng menggeleng pelan, lalu dia menunduk mendaratkan ciuman lembut di bibir suaminya.
"Tidak sayang, menurut ku itu ide yang sangat bagus.."
"Aku sebenarnya juga sangat ingin kesana, hanya saja aku sedikit khawatir dengan kondisi mu, bila kita menempuh perjalanan jauh.."
"Aku takut tubuh mu tidak kuat menahan nya "
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Kondisi ku kita semua juga tahu.."
"Cepat lambat tiada bedanya.."
"Mumpung ada waktu, tidak ada salahnya kita mencobanya.."
"Lagipula selama ada kamu, aku selalu merasa tenang dan kuat mau kemanapun juga ."
Ping Ru Meng mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, aku bawa kamu berbaring di ranjang kita saja dulu.."
"Aku mau pergi bersiap siap untuk perjalanan jauh kita.."
Yu Ming menepuk lembut punggung tangan istrinya dan berkata,
"Tidak perlu, biar aku duduk di kursi ini saja.."
"Di sini juga jauh lebih nyaman, udara juga jauh lebih segar.."
"Kamu tidak perlu khawatir, aku hari ini sudah merasa jauh lebih segar.."
"Tidak seletih kemarin lagi.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut.
Ping Ru Meng menatap suaminya dengan khawatir dan berkata,
"Kamu yakin..?"
Yu Ming mengangguk penuh keyakinan.
"Baiklah kalau begitu kamu tunggu sebentar.."
"Sebentar saja aku segera kembali.."
Yu Ming menanggapinya dengan senyum dan anggukan pelan.
__ADS_1