Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 23


__ADS_3

Semilir angin berhembus sedikit kencang pada malam ini. Membawa udara yang terasa sedikit dingin menusuk sumsum, padahal musim akan berganti sebentar lagi.


Rumah pribadi Elder sudah terlihat sepi. Setelah beberapa jam yang lalu sempat heboh. Lantaran kabar pertunangan tuan muda mereka akan berlangsung secara mendadak di kediaman utama.


Tuan muda yang selama ini mereka anggap sebagai sosok yang dingin. Namun sangat peduli dengan semua pekerjanya. Juga sosok yang penyendiri, tanpa kekasih atau bahkan skandal.


Kabar yang beredar diantara mereka tentu tidak luput dari telinga Beyza. Gadis itu mendengarnya dengan jelas, tetapi masih berusaha untuk tidak percaya.


Namun setelah sebuah foto diperlihatkan, barulah ia percaya dengan kabar yang beredar. Secara sepintas, perasaan yang menurutnya aneh tak berdasar, telah berhasil membuat gadis itu terjaga hingga pukul 3 pagi.


Oh, ayolah. Apa yang membuatmu terasa sesak? Beyza mengeluh sambil memukul ringan dada yang sejak tadi terasa sesak.


Rasa sesak yang membuatnya merasa tak nyaman, hingga ia memutuskan untuk turun dan membuat sesuatu yang hangat di dapur.


Namun ketika ia baru saja menuruni tangga. Seorang pria terlihat berjalan masuk di tengah kegelapan sambil membopong seseorang.


"Tu-Tuan Elder?" tebak Beyza asal ketika mencium aroma wood dan mint, yang bercampur dengan aroma alkohol.


Namun yang mendongak menatap Beyza bukanlah Elder, melainkan Jared.


"Oh, ada yang masih bangun? Tolong bantu aku papah dia ke kamarnya!" pinta Jared pada Beyza.


Tanpa banyak bertanya, Beyza langsung menghampiri Jared yang kewalahan memapah Elder. Membantu pria tinggi itu, membawa sang majikan naik ke kamarnya yang ada di lantai dua.

__ADS_1


Mereka berdua dengan kompak memapah tubuh Elder, lalu membaringkannya di atas ranjang.


"Gila! Aku tidak akan mau lagi menemani dia minum!" tegas Jared yang kesal, lantaran tiba-tiba ditarik paksa oleh Elder untuk menemaninya minum di bar.


"Mungkin, Tuan Elder sedang bahagia," sahut Beyza dengan seulas senyum hambar.


"Bahagia apa? Lihat wajahnya! Dia terlihat sangat stres dan tertekan!"


Beyza lantas menoleh, mengamati wajah Elder yang sedang tertidur. Melihat kening pria itu sedikit mengkerut, barulah ia percaya apa yang dikatakan Jared.


Namun Beyza tidak berkata apapun lagi setelah melihat wajah Elder. Dia hanya diam, dengan seulas senyum hambarnya yang masih sama seperti semula.


"Buatkan dia teh madu saat sadar besok!" ucap Jared sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Beyza di kamar Elder.


Namun belum sempat ia melangkah. Tangan kanannya lebih dulu di cekal oleh Elder, membuat Beyza sontak menoleh, menatap ke arah sang majikan yang masih menutup mata.


Belum sempat Beyza bereaksi dengan tindakan Elder. Pria yang terbaring sambil menutup mata itu langsung menarik tangan Beyza hingga membuat tubuhnya terjatuh tepat di atas tubuh Elder.


"Jangan pergi! Jangan pergi!" rintih Elder lirih.


"Tu-tuan, Anda mengigau. Saya bukan orang yang Anda maksutkan!"


Beyza berusaha bangkit berdiri dengan berbagai cara. Namun dekapan pria itu begitu kuat, sangat kuat hingga dia tidak bisa melepaskannya. Dan pada akhirnya, Beyza pun pasrah dengan tindakan Elder.

__ADS_1


"Aku tidak mencintainya! Tidak mencintainya …."


Gumamam lirih terus keluar dari bibir Elder, meski kedua matanya tertutup. Lantaran terus mengikau kalimat yang sama berulang kali, Beyza yang penasaran mencoba bertanya dengan lirih.


"Siapa yang tidak Anda cintai?"


"Dia, wanita itu …."


Wanita itu? Apa yang Tuan Elder maksud adalah aku? "Siapa, siapa namanya?" tanya Beyza dengan perasaan tak menentu.


Entah mengapa, ia mendadak merasa takut. Takut jika kalimat yang digumamkan sang majikan, ditujukan padanya.


Namun, hal yang terjadi kemudian adalah keheningan. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Elder. Bahkan, gumamam yang sejak tadi terdengar juga tidak lagi terucap.


Hening …


Keadaan itu membuat Beyza yang berusaha lepas, tetapi gagal, akhirnya lelah dan mengantuk. Dia pun terlelap, dalam dekapan Elder yang perlahan membuat perasaannya membaik.


...☆TBC☆...



Bang El ngigau apaan sih? Sampe gak mau lepasin neng Bey? Pasti bukan Diana kan ya 😏

__ADS_1


Yang kepo reaksi bang El pas bangun, jangan lupa tebar sajen dulu 😌😌


__ADS_2