Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 61


__ADS_3


LE Entertainment, perusahaan management artis dan label rekaman yang cukup terkenal di Turki. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang modeling. Meski hanya anak perusahaan, namun beberapa model ternama yang masuk dalam naungannya berhasil sukses.


Entah, apakah Aishe sedang membuka kesempatan emas untuk Beyza secara cuma-cuma, ataukah dia akan menuntut balas nantinya. Hal yang pasti, gadis muda itu berusaha dengan sungguh-sungguh selama dua minggu ini. Tidak ada pikiran yang terbesit, apakah ini cuma-cuma atau berbayar.


Kesungguhannya dapat terlihat dengan jelas. Bahkan Lee mengakuinya secara gampang di depan Aishe bahwa Beyza mempunyai bakat dalam hal ini.


“Gadis itu terlihat cukup kompeten dan cepat belajar. Pelatihnya juga mengakui itu,” ucap Lee berbicara pada Aishe.


“Ya, aku tahu ketika memutuskan untuk mengasahnya di sini," jawab Aishe penuh percaya diri.


Dari balik kaca 2 arah, Aishe berdiri dengan seulas senyum. Rasa senang dan bangga memenuhi hatinya, bahkan moodnya berubah karena itu.


"Sepertinya aku harus berterima kasih pada Anda, karena memberiku wanita berbakat seperti dia."


Satu sudut bibir Aishe meninggi, bersamaan dengan hembusan napas berat dari hidungnya. Sekonyong-konyong dia menoleh, menatap wajah Lee yang terlihat senang.


"Kau ingin menjadikannya aset, maka tanya dulu pendapat darinya."


Setelah mengatakan itu, Aishe berbalik dan pergi meninggalkan ruangan. Dengan langkah cepat, Lee pun langsung mengikuti langkah Aishe.


Dua orang dengan penuh wibawa yang berjalan keluar, langsung mendapatkan perhatian dari beberapa staf. Kharisma yang masih terpancar di wajah Aishe, nyatanya masih mampu untuk menarik perhatian.


Tidak sedikit dari mereka yang langsung berbisik karena penasaran akan sosok paruh baya yang sedang berjalan dengan presiden direktur mereka. Bahkan ada pula dari mereka yang mengenali status Aishe sebagai istri dari Direktur BIN Bank.


Lee jelas mengetahui hal itu. Namun pria tinggi berkulit putih itu mengabaikan pegawainya. Alasannya tentu karena mereka tidak membicarakan hal buruk tentang Aishe.


"Anda lihat, berjalan dengan Anda, kharismaku jadi sekecil jari kelingking," keluh Lee yang sejak tadi berjalan di samping Aishe.

__ADS_1


"Tidak perlu memuji. Kau perlu membujuk gadis itu sendiri. Apakah dia mau bergabung denganmu atau tidak? Dia yang memutuskan!" jelas Aishe mengetahui niat pujian yang keluar dari mulut Lee.


"Baiklah baiklah, aku akan membujuknya sendiri. Tapi,"


Tiba-tiba saja, Lee memotong perkataannya, hingga membuat Aishe berhenti dan langsung menoleh. Ekspresi penasaran dari Aishe terlihat cukup jelas, membuat Lee melanjutkan kalimatnya.


"Butuh beberapa bulan bagi seorang model untuk belajar berjalan dengan sempurna. Tapi apa Anda tahu, kenapa gadis itu hampir mendekati sempurna dalam beberapa hari saja?"


Aishe terdiam. Bukan enggan untuk bertanya, namun ekspresi wajah penasarannya sudah cukup untuk mewakili.


"Dia pernah bercerita, sebelum bekerja untuk keluarga Gulbar, gadis itu pernah menjadi pekerja lepas. Di cafe bahkan bar. Dan beberapa pekerjaannya mengharuskan dia berjalan dengan menggunakan heels."


Mendengar penjelasan Lee, Aishe tidak terlihat terkejut. Dia hanya diam selama beberapa detik, kemudian mengangguk dan kembali berjalan menuju lift.


"A-Anda sudah tahu?" ucap Lee sambil mengikuti langkah Aishe.


"Keluarga Gulbar tidak sembarangan saat mempekerjakan seseorang."


"Apa?"


L-Mir. Salah satu restoran bintang 5 yang cukup terkenal di Turki. Selain kualitas makanan dan juga tempat, mereka juga memiliki pelayanan yang sangat memuaskan menurut pelanggan.


Katanya, bahan-bahan yang masuk adalah bahan yang berkualitas. Bahkan tersiar kabar jika restoran ini memiliki perkebunan sendiri untuk menjaga kualitas.


Selain bahan, koki, pramusaji, serta staff yang lain juga sangat profesional dibidangnya. Tidak heran, Aishe langsung terkejut ketika tahu bahwa Beyza pernah bekerja disana.


"Bagaimana dia bisa ….?" tanya Aishe penasaran.


"Kunjungan dari mentri luar negri, apa Anda ingat? Saat itu L-Mir kekurangan orang, karena itu mereka mencari pegawai lepas untuk melayani pelanggan biasa. Sedangkan pramusaji mereka melayani beberapa petinggi yang mampir."

__ADS_1


Aishe mengangguk kecil mendengar penjelasan dari Lee. Sembari memahami bagian yang Rubby lewatkan ketika melapor tentang Beyza padanya.


"Beruntungnya lagi, mereka menyukai pekerjaannya. Menurut ceritanya, hampir setiap weekend mereka memanggilnya," lanjut Lee.


"Apa Anda tahu, dia bekerja disana pada awal 20 tahunan. Bukankah itu hebat? Dia sangat pekerja keras!"


Lee terdengar sangat antusias saat bercerita tentang Beyza. Entah dia hanya takjub dengan talentanya atau ada perasaan lain. Hal itu tentu tidak luput dari pandangan Aishe.


"Kau menyukainya?" tanya Aishe tanpa basa basi.


"Entah. Mungkin iya." Jawaban dari Lee pun tidak terdengar basa basi.


"Apa Anda tidak keberatan?" lanjutnya.


Seulas senyum segan terukir jelas di wajah cantik Aishe. Seperti hendak meremehkan, tetapi tidak demikian.


"Untuk apa aku keberatan? Jika demikian, maka anakku punya pesaing yang cukup hebat."


"Siapa? Apa itu Zavier? Bukankah dia terlalu muda untuk jatuh cinta?" tanya Lee penasaran.


Ting


Bunyi lift terdengar. Aishe langsung pergi meninggalkan Lee yang diam mematung, menunggu jawaban dari Aishe. Namun, wanita dengan dress putih itu memilih tidak menjawab dan hanya tersenyum.


"Apa itu Elder?" tanya Lee sedikit lantang, tapi pertanyaan itu tetap tak mendapat jawaban dari Aishe.


Tidak, tidak mungkin itu Elder kan?


...☆TBC☆...

__ADS_1



Wahhh saingan bang El gak ngadi-ngadi niih 🤣🤣


__ADS_2