Lips Service

Lips Service
Lips service ● Bab 24


__ADS_3

Tangan besar Elder masih mendekap erat tubuh Beyza. Ketika sinar mentari perlahan merangkak naik. Cahaya yang berusaha masuk dari celah-celah tirai, seakan tidak ada daya untuk membuat dua orang itu terbangun.


Sampai, sebuah suara berat terdengar samar di telinga Elder.


"Jangan pergi, jangan!"


Akan tetapi, siapa yang tidak boleh pergi? Serta, siapa yang mengatakan itu?


Elder yang mulai menggunakan pikiran di tengah alam bawah sadar, akhirnya membuka mata tanpa mengerjap.


Betapa terkejutnya dia ketika mendapati sosok wanita sedang tidur tepat di sampingnya. Bahkan, ia terjingkat kaget dan langsung berdiri saat mengetahui wanita yang di sampingnya adalah Beyza.


"Tuan, Anda sudah bangun?" tanya Beyza sambil mengusap usap matanya. Berharap dua netranya segera menangkap cahaya dengan baik.


"I-itu … semalam …."


Mendengar nada gugup Elder, Beyza langsung bangkit dari tidurnya dan lekas berdiri.


"Maaf, semalam saya membantu teman Tuan memapah sampai di kamar. Tapi ketika saya hendak keluar … Anda tiba-tiba –"


Perkataan Beyza di hentikan oleh tangan Elder yang tiba-tiba terangkat. "Oke, cukup! Aku mengerti!"


Begitulah yang Elder ucapkan, sebelum akhirnya ia berlari keluar dengan raut wajah kebingungan. Dia terus berjalan, menuruni tangga tanpa menggunakan alas kaki. Mungkin itu karena dia terlalu terkejut dan buru-buru menutupi rasa malunya.

__ADS_1


Ketika sampai di bawah, manik matanya langsung menemukan sosok Jared yang sedang menikmati sarapannya. Tanpa banyak berkata, dia langsung menarik baju pria itu begitu saja.


"Hei! Hei, Bro!" teriak Jared ketika Elder menarik bajunya dan menyeretnya pergi.


"Jangan banyak bicara, ikut saja!" ucap Elder terus menarik kerah baju belakang milik Jared.


Pria dengan raut wajah bingung itu lantas berhenti saat di depan mobil. Ia sempat merogoh saku, mencari kunci mobil miliknya. Namun sayangnya, dia tidak menemukan itu.


"Assh, sial!" keluh Elder kesal.


"Dimana kunci mobilmu?"


"Di … meja?" jawab Jared sedikit ragu.


"Kalau begitu, cepat ambil itu ke dalam!"


"Cepatlah! Kenapa kau sangat cerewet seperti Bibi Guzel?"


"Kenapa kau bawa-bawa ibuku?"


Mereka berdua terlibat adu mulut untuk sesaat di depan rumah. Tidak ada yang mau mengalah antara dua orang pria itu. Sampai akhirnya, seorang maid berlari mendatangi mereka.


"Tuan Jared, kunci Amda tertinggal," ucapnya sambil menyodorkan kunci mobil milik Jared.

__ADS_1


Seketika, adu mulut mereka berakhir. Jared langsung mengambil kunci dan naik ke dalam mobil. Lalu diikuti Elder yang duduk di sampingnya.


"Oke, katakan apa yang terjadi padamu!" pinta Jared sambil menjalankan mobil, keluar dari pekarangan rumah Elder.


Namun sahabatnya itu tidak memerinya jawaban, dan justru mengumpat sambil membenturkan kepalanya ke dashboard mobil.


"Sial! Sial! Sial!" umpat Elder berusaha meluapkan rasa kesal dan malunya.


"Hei! Setidaknya katakan sesuatu?" pekik Jared mulai kesal dengan Elder.


Pria itu pun lantas menoleh, menatap nanar ke arah Jared. Wajahnya terlihat lesu tak bertenaga, rambutnya pun acak-acakan, apa lagi bajunya. Lalu, dengan wajah datar dia menjelaskan.


"Aku … semalam tidur dengan pembantuku!"


CKIIT!!!


Bunyi ban mobil yang bergesek dengan aspal terdengar cukup nyaring, akibat dari pengereman roda yang mendadak. Mobil seketika berhenti, tepat di tengah jalan raya.


"A-apa? Kamu baru saja apa? Tidur dengan pembantumu? Wanita yang mematahkan phobia mu?" cerca Jared pada Elder, sembari menunjukkan wajah kagetnya.


...☆TBC☆...


__ADS_1


Bang, kalau jelasin mbok ya jangan setengah-setengah gitu. Noh, bang Jared jadi traveling ria kan 😏


Dah, sajennya buruan di tabur, biar makin semangat buat up lagi nih 🤭🤭


__ADS_2