
Suasana menjadi hening selama beberapa saat. Ya, setidaknya beberapa detik setelah Beyza bertanya tentang syarat dari Nyonya Besar.
Dua pasang mata saling bertatapan. Salah satu diantaranya terpancar rasa penasaran. Sedangkan yang lain justru terlihat tenang, penuh antusias, seperti baru saja mendapat sebuah jackpot.
"Balas dendam!" ucap Aishe yang kemudian bangkit berdiri sambil memegang gelas cay. Dia berjalan ke arah jendela kaca, yang berjarak beberapa langkah, menatap ke arah luar seakan mengamati sesuatu.
Sedangkan di sisi lain. Kedua mata Beyza langsung membelalak, terkejut dengar syarat dari Aishe. Pikirannya mulai rancu, memikirkan banyak hal. Namun belum sempat ia menerka lebih jauh, Aishe sudah berbicara.
"Jangan senang dulu. Aku tidak serta-merta melakukan ini demi dirimu," lanjut Aishe menjelaskan.
Beyza masih diam di tempatnya. Duduk tanpa berani memandang Aishe. Tatapannya lurus, memandang meja di depannya, sembari mendengarkan penjelasan yang terdengar sedikit ketus itu.
"Kamu jelas sudah tahu kalau beberapa hari ini, 'wanita itu' berhasil membuat keluarga Gulbar sedikit kerepotan. Bahkan sampai membuatku berurusan dengan hal yang paling aku benci."
Aishe meneguk cay yang masih hangat. Lalu ia berbalik, berjalan ke kursi dan duduk kembali. Seulas senyum lagi-lagi terpancar, membuat Beyza bingung dengan sikap Nyonya Besar yang berubah-ubah.
Sebenarnya, apa yang Nyonya inginkan?
Melihat raut wajah Beyza yang kebingungan, Aishe pun bertanya dengan nada lembut. "Apa yang kamu pikirkan, Beyza?"
Gadis berkulit putih itu terperangah sesaat, tidak tahu harus menjawab apa, dan akhirnya hanya diam dengan mulut yang menganga. Hingga sepersekian detik kemudian, kata maaf terucap dari mulutnya.
"Ma-maaf, Nyonya. Pelayan ini memikirkan banyak hal, hingga tidak ada satupun yang bisa mewakili semuanya," terang Beyza yang menunduk, seakan merasa bersalah.
"Aku tahu ini terdengar konyol, tapi dia tidak akan berhenti mengganggumu dan bahkan bisa menyakitimu lagi."
Mendengar ucapan Aishe, di pikiran Beyza langsung terpintas insiden saat ia terkurung.
"Kejadian waktu itu … apakah benar Nona Diana yang melakukannya?" tanyanya memastikan sekali lagi, meski ia sudah melihat rekaman CCTV.
__ADS_1
Aishe hanya diam, menatap Beyza tanpa berkata apapun. Jelas dia tahu, kenyataan ini jelas membuat Beyza terguncang. Terlebih, Beyza dan Frans terbilang cukup akrab.
"Maaf, Nyonya. Bukan tidak percaya, saya hanya tidak menyangka, mereka bisa melakukan seperti itu, terlebih lagi …." Beyza tertunduk, merasakan adanya sensasi panas yang menjalar di dada, hingga bibirnya sulit menyebut nama Frans.
Tiba-tiba dia teringat, rasa sesak yang teramat menyiksa ketika terkurung di dalam ruangan dengan gas yang terus menyembur. Ingatan yang semakin membuat dadanya terbakar amarah dan rasa kecewa.
"Tidak masalah, aku paham akan hal itu. Dicelakai orang terdekat, tidak menyangka bukan?" tutur Aishe, sekilas mengingat masa lalunya.
"Jadi, apakah kita bisa bekerja sama?" Kedua sorot mata Aishe memancing tajam, menatap Beyza yang diburu emosi.
"Tapi, bagaimana caranya, Nyonya? Dia seorang model yang punya banyak pengikut. Saya takut, dia bisa mempermainkan publik?" cetus Beyza.
Alih-alih memberitahu rencananya, Aishe hanya tersenyum dengan kedua mata yang sedikit menyipit.
"Karena itu, aku membutuhkanmu, Beyza!" tegas Aishe. "Berurusan dengan media adalah hal yang paling tidak ku suka, terutama opini publik," lanjutnya.
Kali ini, wanita berkulit putih dengan bola mata berwarna Amber itu langsung mengangguk. Dua anggukan kepala yang terlihat cukup tegas di mata Aishe.
"Saya setuju, Nyonya!" ucapnya.
Seakan tidak mau membuang banyak waktu untuk berpikir atau menerka-nerka, Beyza langsung menyetujuinya dengan mudah. Memikirkan rasa sesak yang pernah dia rasakan beberapa hari yang lalu.
Dia sendiri bukan orang manipulatif. Mengingat cara mereka mencelakai dirinya, dia khawatir jika mereka juga bisa mencelakai salah satu keluarga Gulbar.
"Pergilah beristirahat! Kita akan bicara lagi besok!"
Setelah perbincangan yang tidak terlalu panjang. Rubby berjalan mendekat ke arah mereka, kemudian mengajak Beyza untuk beristirahat di kamar yang sudah ia siapkan.
Aishe kembali berdiri, berjalan ke arah jendela dengan sorot mata lurus menatap rumah burung yang ada di pohon. Setidaknya beberapa menit ia berada berdiri dengan pandangan yang masih sama, ketika langkah kaki dari seorang pria terdengar.
__ADS_1
"Untuk melenyapkan dua kutu seperti mereka, bukankah sangat mudah bagi kita? Sama, saat suamimu membalaskan dendam untukmu," ucap pria paruh baya yang tiba-tiba berdiri di samping Aishe.
Sorot mata Aishe masih tertuju ke tempat yang sama. Tidak terpengaruh meski Rehan tiba-tiba berdiri di sampingnya. Meski begitu, wanita yang telah melahirkan 4 orang anak itu, dapat mencerna ucapan kakak angkatnya.
"Dua orang memiliki sifat dan keadaan yang berbeda. Satunya tamak, mengandalkan cara untuk mendapatkan uang, bahkan sampai bisa membunuh seseorang. Kematian adalah cara untuk mengakhirinya," jawab Aishe sambil bersedekap tangan.
"Sedangkan yang satu ini, selain angkuh dan sombong, dia juga punya pengaruh publik. Kematian jelas tidak semudah sebelumnya, mengingat keluarga Gulbar bukan keluarga mafia," lanjutnya menjelaskan.
Satu sudut bibir Rehan terangkat sedikit, bersamaan dengan mata yang melirik menatap wajah Aishe. Adik angkat yang menurutnya semakin bijak dari sebelumnya.
Benar, dia adalah wanita yang sekarang menyandang status sebagai Nyonya Besar dari keluarga Gulbar generasi ke-3. Sudah jelas, selain nama baik Diego, dia juga harus menjaga nama baik keluarga. Sehingga, semua tindakan harus dipikirkan dengan matang.
"Lantas, apa rencanamu?" tanya Rehan penasaran dengan rencana adik angkatnya.
"Lucuti semua miliknya, ambil apa yang menjadi sandaran hidupnya. Buat dia merasakan kehilangan kebanggaannya satu persatu!"
...~ TBC ~...
Yuhuuu, ada yang rindu?
Othor balik lagi setelah cuti melahirkan + lebaran 🤭
agak riweh ternyata, nulis sambil momong Newborn. Harap maklum ya, othor kadang masih suka ngantuk-an, jd Up masih belum bs maraton🤭🤭
Yang lupa alur, cuz baca lagi 😌
Tenang, setelah ini gak akan cuti panjang lagi. 😁✌️
__ADS_1