Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 87


__ADS_3

Akhir dari musim panas. Sudah seharusnya cuaca cerah dengan gulungan awan putih, tapi cuaca saat ini sepertinya tidak menunjukkan itu.


Awan gelap tiba-tiba membentang sepanjang Laut Marmara hingga ke Selat Bosphorus, melewati Fatih dan juga Zeytinburnu. Tidak hanya itu, bahkan angin terasa begitu kuat, hingga membuat daun serta ranting berjatuhan.


Di tengah cuaca yang tiba-tiba berubah hanya dalam beberapa menit, seorang pria terlihat tidak peduli dan terus fokus mengemudi. Benar, dia adalah Diego.


Raut wajah panik sudah tercipta beberapa menit lalu, saat panggilannya bersama Aishe terganggu. Ditambah lagi, panggilan dari Jared yang memberinya kabar buruk.


Meski panik, dia berusaha untuk tetap fokus agar tidak hilang konsentrasi dan melakukan hal gegabah. Namun, itu hanya berlaku usai mengakhiri panggilan dari Jared saja.


"Pergi ke Rumah Sakit Royal, segera!" seru Diego berbicara pada Rehan melalui panggilan telepon.


"Apa yang terjadi?"


Belum sempat Rehan mendapat jawaban, Diego sudah lebih dulu mengakhiri panggilan. Dan langsung menghubungi Ashan, tangan kanan sekaligus asisten pribadinya.


"Aku ingin rekaman CCTV atau apapun di persimpangan Halkalì, sekitar 10 menit yang lalu!"


"Baik, segera saya akan mencarinya."


Lain hanya Rehan, Ashan tidak perlu bertanya alasan Diego menyuruhnya demikian dan langsung menjalankan perintah tanpa bertanya apapun. Inilah, yang membuat Diego mempertahankan Ashan.


Setelah menghubungi keduanya, Diego kembali menghubungkan panggilan teleponnya dengan Jared.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?"


"Sedikit tidak baik, Paman. Kaki bibi terjepit kursi bagian depan, dan mengalami shock."


Siapa yang tak risau mendengarnya? Jantung Diego bahkan hampir berhenti dan tak kembali berdetak. Belahan jiwanya sedang berjuang, tapi dirinya bahkan tidak bisa melakukan apapun.


"Paman tenang saja, kami sudah berhasil mengeluarkan Bibi. Dua menit lagi, kami tiba di rumah sakit."


Tidak ada rasa lega sedikitpun yang tergambar di wajahnya, meski telah mendengar kabar dari Jared.


"Jaga dia. Aku akan tiba sesegera mungkin."


Diego kembali memacu pedal gas, berkelok mendahului kendaraan lain dengan cekatan. Berusaha secepat mungkin tiba di rumah sakit.


Usianya memang sudah lebih dari setengah abad. Meski matanya masih tajam, tapi tubuhnya tidak demikian. Dia, sudah terlalu tua.



Diego tiba 10 menit setelah Aishe tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke ruang operasi. Dia berlari sedikit tertatih dengan kaki tuanya, menyusuri lorong rumah sakit sendirian.


"Pa-paman," sapa Jared melihat Diego terengah-engah. "Ayo duduk dulu, saya akan ambilkan air."


Belum sempat Jared melangkah, Diego lebih dulu menarik tangan pria itu. "Is-tri. Bagai-mana?" tanya Diego terengah-engah.

__ADS_1


"Bibi Ishe, kemungkinan mengalami pendarahan internal. Tapi tenang saja, saya sudah menghubungi teman saya. Ayahnya seorang dokter bedah terkemuka yang baru pulang dari Amerika."


Jared berusaha menenangkan Diego. Meski dia sendiri tidak tahu, seberapa besar kemungkinan operasi Aishe akan berhasil. Namun satu hal yang dia tahu, usia Aishe sudah terlalu tua untuk melakukan operasi dan pasti akan berefek.


Mereka masih di posisi yang sama, saat beberapa paramedis berlari sambil mendorong brankar, dengan pasien laka lantas lainnya. Namun yang menjadi perhatian Jared, adalah dua orang wanita yang ikut berlari di belakang.


"Tu-tunggu!" panggil Jared menghentikan keduanya.


"Oh- Anda …."


"Kau Beyza?" seru Jared langsung membuat Diego menoleh. "Apa yang kau lakukan disini?"


"Ah itu, kami tidak sengaja menabrak seorang pria. Dia tiba-tiba menyeberang, dan kami kehilangan kesempatan untuk berhenti."


Beyza sempat menelisik, mencari tahu alasan Jared ada di rumah sakit. Dan terkejutnya ia saat melihat Diego juga ada disana.


"A-apa yang Anda –"


Belum sempat Beyza bertanya. Sebuah suara derap langkah kaki menghentikan ucapannya. Dia langsung menoleh ke belakang, menatap sosok Elder yang terengah-engah.


"I-ibu. Bagaimana?"


...☆TBC☆...

__ADS_1


Maapin guys, mendadak dpt kabar duka kemaren, jd libur sampe 7 harian dulu. Othor mulai aktif lg, jangan lupa jempolnya ya 😊


__ADS_2