
TIN!!!!!
Seketika, bunyi klakson panjang datang dari berbagai arah. Bagaimana tidak? Jared tiba-tiba berhenti mendadak tanpa menyalakan lampu hazard di tengah jalanan yang sedang ramai.
"Oh, ****! Kenapa kau rem mendadak di tengah jalan? Cepat jalan!" pekik Elder memarahi Jared atas sikap ceroboh pria itu.
"Tentu saja karena aku kaget, bodoh!" omel Jared melajukan kembali kendaraannya.
"Apa yang kau kagetkan? Aku hanya tidur!"
Elder masih berbicara dengan nada tinggi. Emosi masih mengepul di kepala. Lantaran degup jantungnya sempat berhenti, ketika Jared melakukan rem mendadak.
"Tentu saja kaget. Pertama kali tahu, kalau ada seseorang wanita yang berhasil mematahkan phobia sialanmu itu saja, aku sudah cukup kaget," jelas Elder yang juga emosi.
"Dan sekarang? Kau sudah … sudah bisa … oh my god! Haruskah aku mengatakan ini pada Paman Diego? Atau setidaknya Bibi Ishe harus tahu!"
Emosi yang sudah menipis perlahan, kembali menebal saat Jared menyebut nama kedua orang tuanya. Padahal, Elder sudah mengingatkan Jared untuk tidak membocorkan apapun tentang dirinya pada keluarganya, bahkan adiknya sendiri.
Tangan kirinya sudah mengepal, bahkan sudah melayang di udara. Namun pria itu tiba-tiba menghentikan layangan tinjunya dan menarik mundur tangannya.
Alih-alih memukul Jared, Elder lebih memilih untuk memberikan serangan balik. Yaitu sebuah ancaman, sama seperti yang dia lakukan baru saja.
"Apa aku juga perlu memberitahu Bibi Emmine atau Paman Rehan? Jika kau menyukai Havva?"
Wajah panik Jared pun terlihat jelas. Dia bahkan mencoba menoleh beberapa kali ke arah Elder, tetapi pandangannya berusaha fokus pada mobil-mobil yang melaju di depannya.
__ADS_1
"Kau … sialan! Baiklah, kita lupakan soal itu! Sekarang katakan, bagaimana kau bisa … bisa melakukan itu dengannya!"
Hening ....
Dua manik mata Elder membulat penuh. Setelah Jared menanyakan hal itu, dia akhirnya mengerti alasan pria yang duduk di sebelahnya itu terkejut hingga mendadak menghentikan mobilnya.
"Gila! Kemana arah pikiranmu?" bentak Elder lantang, hingga membuat telinga Jared berdengung.
"Kau pikir aku melakukan apa pada gadis itu? Aku hanya tidur, tidur bersebelahan dengannya!" Elder masih berteriak ketika menjelaskan hal yang sudah terjadi tadi malam.
Jared pun langsung menoleh, memandang Elder. Seolah berusaha memberi tahu ekspresi wajah bodohnya pada sang sahabat.
"Ha-hanya tidur bersebelahan saja?" tanya Jared lirih.
Kediaman Elder
Setelah Elder pergi dari kamarnya begitu saja, usai mengatakan beberapa patah kata. Beyza yang juga shock sempat berdiri terpaku di tempatnya selama beberapa saat.
Benar. Setidaknya beberapa menit ia memasang wajah heran. Bukan karena kaget dengan perlakukan Elder, tetapi kaget lantaran ia bisa tertidur saat Elder menarik dan memeluknya sepanjang malam.
"Beyza, Beyza! Kenapa kau sangat ceroboh? Sudah begini bagaimana kamu punya muka?" gumamnya sambil menunduk, lalu mengacak-acak rambutnya.
Usai meluapkan rasa kesalnya, ia pun pergi dari kamar Elder. Tentu setelah kamar sang majikan itu kembali rapi.
__ADS_1
Beyza baru saja turun ke bawah usai berurusan dengan kamar tuan mudanya. Ketika Diana masuk ke dalam, mencari keberadaan sang tunangan.
"Tuan Elder baru saja keluar bersama Tuan Jared, Nona," ucap salah seorang maid yang terdengar oleh Beyza.
Kemana dia pergi pagi-pagi begini? Bahkan tidak memberitahu aku.
Diana hendak beranjak pergi lantaran usahanya bertemu Elder gagal. Namun saat ia hendak berbalik, manik matanya menangkap keberadaan Beyza yang berdiri di ujung anak tangga. Entah mengapa, Diana tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk pergi.
Dia melangkah sambil menatap Beyza. Lalu duduk di atas sofa dan menyilangkan kedua kakinya tanpa permisi lebih dahulu.
"Aku tau, berita pertunanganku dengan Elder pasti sudah kalian dengar," katanya tiba-tiba dengan angkuh.
"Yah, karena semua serba mendadak, kami tidak punya waktu mempersiapkan semuanya dengan baik," lanjut Diana sambil mengedarkan matanya, menatap dua maid yang berdiri tanpa mampu berkomentar.
"Jadi, sekarang," pandangan matanya beralih ke arah Beyza. "Karena Elder tidak di rumah. Sebagai gantinya, kamu temani aku berbelanja untuk kebutuhan pernikahanku!"
DEGH!
...☆TBC☆...
Beberapa bab agak bikin emosi. Harap persiapkan makian kalian untuk mbak pirang 😌
Dan juga taburan sajen untuk Othor tentunya 💋💋
__ADS_1