Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 33


__ADS_3


Beyza terlihat duduk di lantai. Sambil menekuk lutut dan menunduk menyembunyikan kepalanya, ia menangis. Beberapa kali mencoba meyakinkan diri, bahwa dia tidak mungkin menyukai sang majikan. Menyangkal semua perasaan yang orang bilang itu adalah 'cinta'.


Tidak! Ini bukan perasaan itu. Jelas bukan!


Tapi, kenapa aku menangis seperti ini? Apa yang sedang aku tangisi?


Beyza masih tidak mengerti, tidak bisa menerka dengan jelas, kemana arah perasaannya. Dia hanya bisa menangis, terus menangis hingga matanya lelah dan akhirnya tertutup.


Ya, dia tertidur dengan lelap tanpa disadari selama beberapa jam. Sampai suara berisik terdengar dari arah dapur dan membuat kedua matanya terbuka dengan perlahan.


Rasa penasaran membuat Beyza melangkah turun dari ranjang, mencari sumber suara. Sampai, langkah kakinya terhenti di gudang tempat penyimpanan bahan makanan.


Beyza saat itu hanya berdiri, melihat dari ambang pintu dan mulai menelisik dengan dua manik matanya. Ruangan dengan luas 12 meter persegi itu, mempunyai dua rak besar. Disanalah, stok bahan makanan kering, kaleng, serta beberapa minuman, tersimpan dan tertata dengan rapi.


Belum sempat matanya menemukan hal yang mengganjal. Tiba-tiba, sebuah tangan mendorongnya dari belakang hingga ia jatuh tersungkur. Pintu pun langsung tertutup dengan cepat, sebelum Beyza berhasil melihat wajah orang yang sudah mendorongnya.


Buru-buru ia bangkit berdiri, tidak memperdulikan lututnya yang terasa sakit. Lalu menggedor-gedor pintu dan meminta tolong dengan suara lantang nan nyaring.

__ADS_1


"Siapapun disana, tolong buka pintunya!" teriaknya lantang.


Dia belum mendapatkan sebuah jawaban, atau pertolongan, ketika sebuah selang kecil, masuk dari celah di bawah pintu. Tidak lama kemudian, bau gas tercium cukup menyengat dan berhasil membuatnya semakin panik.


"Ini tidak lucu! Siapapun, buka pintunya!" teriak Beyza sambil menutup hidung agar tidak mencium bau gas yang mulai menyebar.


Dia berusaha menyingkirkan selang kecil itu, tetapi seseorang seakan mendorong selang semakin ke dalam. Bahkan, tidak hanya satu selang, melainkan 3 selang sekaligus.


Putus asa dengan selang, dia pun mencoba mencari cara untuk bisa keluar dari sana. Beyza mulai mengedarkan matanya. Melihat sebuah jendela, ia langsung mendekat dan berusaha membuka jendela yang terbuat dari kaca tebal. Namun rupanya, jendela itu macet karena tidak pernah di buka.


Usahanya belum terhenti. Ia kembali mengedarkan matanya, mencari benda tumpul apapun untuk memecahkan kaca atau mencongkel pintu. Hanya saja, semua yang ada di sana hanyalah bahan-bahan makanan kering.


Beruntung, ketika ia hampir tidak sadarkan diri, manik matanya berhasil melihat sebuah pen penggorengan. Dengan sekuat tenaga ia bangkit, mengambil pan penggorengan tebal yang tersimpan di bawah rak.


Lalu, memukulkan pan itu ke jendela kaca. Setidaknya butuh 4 kali pukulan, hingga kaca tebal itu akhirnya pecah.


Berhasil!


Seulas senyum sempat terukir, sebelum akhirnya ia merangkak naik dan keluar dari jendela. Lagi-lagi keberuntungan berpihak padanya. Tinggi jendela tidak sampai satu meter, dan berada di lantai bawah. Sehingga, loncat dari jendela pun, tidak akan melukai dirinya.

__ADS_1


Hanya saja, kesadaran yang coba ia jaga sejak tadi langsung lenyap, begitu tubuhnya berhasil keluar. Beyza pingsan, dan tubuhnya pun tergeletak di atas rerumputan.


"Hei, Beyza! Hei, sadarlah!"


Suara seorang pria terdengar begitu panik ketika melihat Beyza tidak sadarkan diri di taman. Dia mencoba membangunkan Beyza, tetapi gadis itu masih tidak sadarkan diri.


Sampai, ia mencium bau gas dari tubuhnya. Lalu melihat ke arah jendela yang kacanya pecah. Saat itu, barulah ia menyadari sesuatu yang gawat.


"Oh, Damn! Wake up, please!"


"Jangan mati di sini! Hei, Beyza, sadarlah!"


...☆TBC☆...



Tebak tebak, yang dateng siapa nih??


Sajen jangan sampe lupa ditebar loh, guys 💕💕

__ADS_1


__ADS_2