
Sudah beberapa minggu berlalu sejak nama Beyza dikenal lewat video klip yang ia perankan. Berbagai tawaran kontrak dari beberapa brand pun mulai berdatangan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menawari Beyza dengan tawaran fantastis.
Namun seiring nama Diana yang kian merosot, karena skandal dan opini buruk publik, Beyza kini mulai membatasi jobnya. Berpikir bahwa tugasnya telah selesai untuk membalaskan dendamnya dan juga membantu keluarga Gulbar menyingkirkan parasit.
Keputusannya itu tentu saja membuat beberapa kolega kecewa, hingga mengeluhkannya pada Lee. Lee yang mendengar keluhan, tentu saja menjadi kesal. Meski Beyza belum resmi masuk di bawah naungannya, tapi itu sudah cukup memberi LE Entertainment keuntungan yang lumayan besar.
Beyza yang baru beberapa jam yang lalu mendapatkan panggilan dari Lee, terlihat berjalan masuk ke ruang kerja sang presdir. Make up sedikit tebal berpadu dengan style kaos dan celana jeans.
Terlihat tidak cocok memang. Namun mau bagaimana lagi? Dia baru selesai melakukan pemotretan dan langsung kembali usai berganti baju. Rere sangat ingin memarahinya pada saat itu, tapi dia juga tidak berdaya dengan perintah sang presdir.
BRAK
Gurat amarah di wajah Lee terlihat jelas saat melempar setumpuk berkas ke atas meja,hingga membuat Beyza terhenyak kaget.
“Aku tidak mengerti, kenapa kamu menolak tawaran bagus seperti ini?” tanya Lee meluapkan kekesalannya sambil berkacak pinggang.
“Ini kesempatan bagus untukmu, Beyza. Kamu mau menyia-nyiakannya?” lanjut Lee terus protes.
Lee berkali-kali menarik napas panjang, berusaha melepaskan rasa kesalnya. Setelah perasaannya sedikit membaik dan mulai bisa mengatur emosinya, Lee pun duduk di depan Beyza.
“Apa sesuatu membuatmu bimbang?” tebak Lee.
Meski hanya beberapa bulan mengenal Beyza, setidaknya ia sudah sedikit mengenal gadis itu. Tidak ada hal lain yang membuat gadis itu bimbang dengan pekerjaannya selain Aishe dan Elder.
__ADS_1
Hanya dua orang itu saja, yang mampu membuat Beyza bimbang untuk mengambil keputusan. Setelah ia ingat, bahwa tujuan Aishe telah tercapai dengan mulus.
"Tidak ada, Presdir."
Beyza berbohong, dan Lee tentu tahu, hanya dengan melihat ekspresi wajah gadis itu. Namun ia tidak marah, justru menghela napas panjang dan menatap wajahnya.
Wajah dengan riasan tebal yang berpadu baju sederhana, tiba-tiba membuatnya tersentuh. Mengingat bagaimana cara dia berbicara penuh emosi dan menyuruh Beyza kembali ke kantor sesegera mungkin.
Dia pasti buru-buru kembali sampai tidak sempat menghapus make up.
Hela napas Lee terdengar, lalu ia berkata, "Nyonya Aishe sedang bertemu dengan seseorang di Royal Garden. Datang dan tanyalah padanya!"
Beyza menengadah, mengangkat kepalanya, memandang wajah Lee.
"Jika kau bimbang, maka bertanyalah padanya. Selesaikan problem di pikiranmu itu!"
Belum sempat Beyza mengucapkan beberapa patah kata, Lee lagi-lagi berbicara usai melihat arloji di pergelangan tangannya.
"Sekarang jam 11. Hanya tersisa 3 jam lagi, sebelum nyonya pergi ke London bersama Tuan Diego."
Mau tidak mau, Beyza harus segera mengambil keputusan. Apakah dia akan pergi dan menyelesaikan problematikanya, atau terus diam. Setelah beberapa detik ia tertegun, Beyza bangkit berdiri.
"Presdir, sa-saya harus pergi menemui Nyonya Aishe," ucapnya terdengar gugup.
Tanpa menunggu jawaban dari Lee, Beyza buru-buru berlari. Sesegera mungkin pergi menemui Aishe sebelum terlambat. Namun saat berlari, dia teringat sesuatu yang penting.
__ADS_1
Bagaimana aku pergi ke sana?
Fatih adalah pusat bisnis dengan hiruk pikuknya. Kendaraan padat di jam-jam kerja, terlebih saat jam makan siang seperti ini. Sedikit sulit untuk memanggil taxi, dan tidak mungkin baginya pergi dengan bus.
Lalu bagaimana? Menghubungi Elder untuk meminta bantuan darinya juga mustahil. Lantaran pria itu sedang pergi ke Bursa untuk merencanakan pembukaan kantor barunya.
Setidaknya 10 menit berlalu. Beyza masih terlihat sibuk melihat ponselnya, mencari taxi kosong. Sampai sebuah mobil berhenti di depannya.
"Beyza, cepat naik!" ucap Rere setelah menurunkan kaca mobilnya.
Tidak mau membuang waktu lagi. Beyza segera masuk ke dalam mobil dan menyuruh Rere untuk buru-buru menekan pedal gas.
"Beruntung sekali aku bertemu denganmu." Beyza menghela napas panjang, membuang segala rasa cemasnya.
"Kamu harus berterima kasih pada presdir. Jika dia tidak menghubungiku secepat mungkin, kamu mungkin tidak akan punya kesempatan bertemu dengan Nyonya Aishe."
Beyza menarik garis simetris di sudut bibirnya, lalu berkata dengan lembut, "Terima kasih. Anda dan juga presdir sudah membantuku selama ini.
"Bicara apa? Kita berbisnis sekarang," jawab Rere yang kemudian terkekeh.
Beyza sama sekali tidak marah mendengar jawaban Rere. Bukan karena sang manajer tertawa usai mengatakan hal itu. Melainkan karena ia tahu, bahwa wanita yang sibuk menyetir itu sedang bercanda dengannya.
Mendapat perlakukan baik dari beberapa orang yang baru dia kenal, Beyza sedikit merasa lega. Setidaknya, dia masih bisa merasakan kehangatan meski bukan berasal dari sebuah keluarga.
...☆TBC☆...
__ADS_1
Neng Bey polos aja cantek 😭