
Beyza
Selama hidup, aku tidak pernah tahu apa itu cinta. Bahkan mencicipinya sedikit saja, aku tidak pernah. Bukan tidak bisa, mungkin karena sibuk mencari uang dan tidak ada yang berhasil membuatku mencicipinya.
Jadi, jika ditanya apa aku jatuh cinta?
Aku sendiri tidak tahu, apakah perasaan yang aku rasakan ini sebuah cinta?
Mendengar berita pertunangannya, mendengar kata-kata bahwa aku adalah miliknya.
Dua perasaan yang berbeda. Perasaan pedih dan sesak dalam dada. Sedangkan satu lagi, adalah perasaan yang membuat hati dan jiwa bergetar dalam satu waktu.
Lantas, apakah itu perasaan cinta?
Setelah kejadian malam itu, semua berjalan seperti biasa. Elder menikmati sarapannya, lalu pergi bekerja. Pulang pun juga langsung tidur. Sesekali, dia melakukan meeting mendadak di ruang kerjanya.
Seolah tidak ada yang terjadi. Bahkan dua orang itu berbicara dengan normal. Membahas menu yang ingin dia makan esok hari atau sesuatu yang dia inginkan.
"Pesankan aku Baklava dan Lokum kesukaan ibu," pinta Elder pada Beyza saat ia menikmati sarapannya.
"Anda akan mengunjungi Nyonya Besar?" sahut Samantha.
Elder mengangguk, sambil mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya. Sebuah kartu hitam, dengan limit tanpa batas, langsung di sodorkan pada Beyza, untuk membeli pesanan yang ia minta.
"Apa saya boleh ikut, Tuan? Ada hal yang ingin saja bicarakan dengan Nyonya Emmine," lanjut Samantha.
__ADS_1
Elder terdiam sejenak. Mencoba menebak hal yang membuat Samantha ingin bertemu dengan bibinya, Emmine. Namun rasa penasarannya hanya sepintas saja. Tidak sampai membuatnya mengorek informasi lebih jauh.
"Tidak masalah. Bersiaplah sebelum jam 3 sore!" ucap Elder sambil bangkit berdiri dari kursi.
Seulas senyum terlihat di wajah Samantha. Entah, hal apa yang membuat wanita itu terlihat begitu bahagia ketika Elder memberinya tumpangan untuk bertemu dengan Emmine di Vila Luxury.
Yah, sekembalinya Emmine dan Rehan ke Turki beberapa hari yang lalu. Mereka masih belum juga memutuskan dimana akan tinggal. Dan lebih memilih Villa Luxury untuk sementara waktu.
Aishe dan Diego tentu saja tidak keberatan dengan hal itu. Apa lagi, setelah renovasi beberapa tahun yang lalu, banyak kamar kosong di sana.
"Apa ada hal yang penting?" tanya Beyza penasaran.
"Sedikit. Ini tentang Deril, anakku."
Wajah Beyza terlihat kaget. Dia pun lantas bertanya lagi, "Apa ada sesuatu yang terjadi pada bocah tampan itu?"
Melihat respon temannya, Beyza langsung meraih tangan Samantha. "Ma-maaf, aku tidak bermaksud untuk .…"
"Aku tahu, Beyza. Kamu pasti khawatir pada kami. Aku tahu itu, hanya saja, aku belum bisa menceritakan hal ini lebih rinci. Mungkin, setelah kami mendapatkan solusi untuk Deril."
Beyza mencoba mengambil napas dalam-dalam setelah mendengarkan penjelasan dari Samantha. Berpikir jika masalah temannya itu mungkin memang sangat berat untuk di ceritakan.
"Aku mengerti. Apapun itu, aku harap kalian cepat menemukan solusi yang terbaik."
Senyum Samantha yang sempat menghilang, kini kembali hadir. Bersamaan dengan dua mata yang berkaca-kaca penuh haru. Lantaran ia sendiri tidak menyangka, jika temannya begitu perhatian.
Aku bisa melihat ketulusan dari matamu, Beyza.
__ADS_1
Sinar mentari perlahan mulai condong ke sisi barat. Sinar kekuningan perlahan berubah menjadi sedikit orange dengan semburan kemeraan.
Beyza baru saja kembali usai mengambil kudapan yang ia pesan sejak pagi, itu karena kurir yang mereka punya sedang cuti. Namun hal itu tidak masalah baginya, mengingat ia pergi dengan taxi.
Seulas senyum tergambar jelas di wajahnya ketika masuk ke dalam rumah. Sambil menenteng dua paper bag berisi kudapan kesukaan Aishe, dia berjalan masuk ke dalam.
Namun ketika ia melewati kamar tamu yang ada di lantai bawah. Telinganya tidak sengaja mendengar sesuatu yang membuat hatinya berdesir hebat.
"Ugh, Sayang. Kamu sangat hebat!"
Desaah seorang wanita dari dalam kamar, langsung membuat dua kakinya berhenti melangkah.
"Jangan meragukan kemampuanku!"
"Tidak setelah aku merasakan ciuman mautmu!"
Dua suara yang terdengar tidak asing. Sangat tidak asing karena Beyza sering mendengarnya. Suara seorang wanita yang beberapa hari yang lalu mempermainkan dirinya. Juga pria yang selama ini berada satu atap dengannya.
Suara ini … tidak mungkin milik mereka bukan?
...☆TBC☆...
Apa mereka enak²? Atau cuma lagi anu?
Jempol dan mawar jangan lupa di tebar guys 💋
__ADS_1