Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 72


__ADS_3

Elder terlihat duduk di kursi kerjanya. Menatap foto seorang gadis yang baru saja dikirim oleh Avl di ponselnya. Gaun merah menyala yang dipakai wanita itu, berpadu dengan lipstik matte merah gelap.


Benar, itu adalah foto Beyza yang baru saja dirilis oleh Venue, majalah terpopuler di Turki. Wajah cantiknya terlihat semakin terpancar saat mengenakan gaun merah, rupanya berhasil menarik garis simetris di bibir Elder.


Cantik, sangat cantik.


Elder tiba-tiba menjulurkan lidahnya dan mengusap bibir keringnya. Rasa dahaga menyerang, membuatnya ingat ciumannya bersama Beyza beberapa waktu lalu.


“Ah, sial. Kenapa malah terbayang bagian itu?”


Suara ketukan pintu tiba-tiba membuyarkan lamunan singkatnya, juga menyamarkan binar yang sempat terlihat di matanya. Fokus Elder pun kembali, bersamaan dengan Alv yang masuk ke ruangannya.


“Kau tau Beyza, bukan?” tanya Elder tanpa basa-basi.


“Maid yang pernah Anda tolong di Menderes itu?”


“Ya!” Elder bangkit berdiri, lalu mengambil secangkir kopi dan menyeruputnya. “Aku ingin tahu semua tentangnya, termasuk orang tua kandungnya!”


Tanpa banyak bertanya, Alv mengangguk dan langsung pergi usai menerima perintah dari Elder. Meski tuannya tak menyebutkan batas akhirnya, pria bertubuh kekar itu berusaha menyelesaikannya sesegera mungkin.


__ADS_1


LE Entertainment


Ruangan dengan luas 50 meter persegi, bergaya klasik. Lengkap dengan karpet coklat di atas lantai marmer putih. Serta meja kayu yang juga berwarna coklat, senada dengan rak buku di belakangnya.


Terkesan elegan, luas dan nyaman. Saat semua berpadu dengan kaca besar yang memberikan banyak cahaya di dalam ruang. Ditambah, wangi semerbak dari aromaterapi di sudut ruang.


Wangi dari wood yang berpadu dengan lavender, konon katanya cukup membuat pikiran rilex dan tenang. Ternyata itu benar, Beyza sudah membuktikannya saat dia masuk ke ruang kerja Lee.


Dia yang tiba-tiba dipanggil Presdir Lee setelah pergi tanpa izin, tentu saja panik. Terlebih lagi, dia justru menitipkan kontrak yang dipilihkan presdir kepada Rere, yang saat itu hanya sebagai manager sementara.


Namun semerbak harum dari ruangan, langsung membuatnya rileks. Bahkan kecemasannya memudar meski hanya sedikit.


“Itu, Presdir Lee,” panggilnya lirih sedikit gugup, membuat Lee mengangkat kepalanya.


Nada yang terdengar gugup, kepala yang sedikit tertunduk, serta tangan yang mengepal kuat. Gelagatnya, sudah cukup menjelaskan bahwa dirinya ketakutan. Lee pun dapat melihat itu dengan jelas.


Namun berbeda halnya dengan Elder yang sering menggoda Beyza. Dirinya justru langsung berterus terang.


“Kamu khawatir aku marah?” tanya Lee yang langsung mendapat anggukan kepala dari Beyza.


Gadis yang sedang duduk di hadapannya itu, selain polos dan lucu, juga sangat jujur. Begitu pikir Lee yang tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


Jika itu orang lain, jelas mereka akan diam saja, bahkan akan pikir 2 kali sebelum menelan salivanya di depan Lee. Tapi dia adalah Beyza. Gadis yang di titipkan langsung oleh Nyonya Gulbar. Yang bahkan, kejujurannya telah diakui secara gamblang.


Pantas saja, pantas saja Elder sangat menyukai gadis ini. Pasti karena hal ini kan?


“Tidak, kamu salah paham. Aku hanya ingin berterima kasih telah menerima dua kontrak itu, juga ingin menyampaikan sesuatu,” terangnya usai tertawa lepas.


Dipikir-pikir, yang harusnya berterima kasih itu, adalah dirinya. Berterima kasih pada takdir yang mengatur segalanya, pada Aishe yang menitipkannya, pada Lee yang telah memberi jalan. Dan terakhir, pada diri sendiri, yang sudah berusaha serta tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Andai jika dia melewatkan kesempatan ini dan mengetahui kenyataan bahwa ia hanyalah sapi perah, mungkin dirinya akan habis pada saat itu juga. Namun dua kontrak itu, seperti memberinya kehidupan baru. Melepas semua beban yang selama ini membuatnya kesusahan.


“Tidak, seharusnya saya yang berterima kasih. Terima kasih sudah memberi saya waktu untuk berpikir dan tidak melepaskan kesempatan ini.”


Perkataan bijak Beyza mengukir garis senyum di wajah Lee. Bagaimanapun, keduanya sama-sama diuntungkan dari berbagai sisi atas dua kontrak ini. Dan jika keduanya mendapat respon baik dari masyarakat, tentu keuntungan akan lebih bertambah.


“Kalau begitu, kamu pasti sudah siap bukan?” tanya Lee.


“Tentu, Presdir!” Beyza terdengar begitu bersemangat, membuat Lee semakin antusias.


“Bagus! Persiapkan diri, kita akan pergi ke Florida besok!”


“A-apa! Florida? Besok?"

__ADS_1


...☆TBC☆...


__ADS_2