Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 75


__ADS_3


Sinar dari sang mentari perlahan berubah sedikit kemerahan. Bersamaan dengan rotasi putarnya yang juga mulai menjorok ke barat. Sangat indah jika dilihat dari posisi mereka memarkirkan kendaraannya.


Terlebih, pepohonan hijau yang menjulang tinggi, tapi tidak terlalu besar, seakan menunjang keindahan ciptaan Tuhan yang saling bertemu menyegarkan mata.


Elder turun lebih dulu, membantu Beyza membukakan pintu. Angin seketika berhembus, menyebarkan udara segar yang berpadu dengan aroma pinus.


“Cari udara segar sambil membicarakannya,” kata Elder sambil membantu gadis itu turun dari mobil.


Keduanya melangkah dengan perlahan, pergi ke sisi barat. Dimana ada sebuah sungai dengan air jernih yang mengalir, juga bunga-bunga dengan berbagai warna.


Berharap suasana itu akan membuat Beyza tak begitu sakit hati ketika mendengar kabar yang akan dia bawa. Namun sudah 10 menit mereka berjalan, Elder belum juga menemukan cara untuk menyampaikan kabar itu dengan baik.


“Tuan … bukankah kita akan membicarakan tentang itu?” tanya Beyza setelah merasa, mereka sudah berjalan terlalu lama.


“Oh, emm.”


Elder menghentikan langkah kakinya, lalu menatap air sungai yang mengalir dengan perlahan. Seakan memberinya sedikit cara, bagian mana yang akan dia ungkapkan pada Beyza.


“Beyza, sebenarnya ….”


“Mereka sudah meninggal, bukan begitu, Tuan?”

__ADS_1


Kata-kata yang begitu berat diucapkan oleh Elder, pada akhirnya diucapkan Beyza lebih dulu. Kata yang akhirnya membuat Elder menoleh lantaran kaget. Bagaimana Beyza bisa dengan mudah mengatakan itu?


“Selama 4 jam perjalanan kita, saya coba berpikir. Mencoba menebak kemana Anda akan membawa saya. Akankah pergi ke rumah mereka?”


Setiap kata dari Beyza, terdengar sangat pilu. Namun entah mengapa, dia tidak terlihat meneteskan air mata.


“Namun semakin kesini, ada sesuatu hal yang mengganjal. Jika mereka benar-benar hidup, mereka pasti mencari putrinya. Atau ….” Beyza tertunduk. Entah mengapa, tenggorokan terasa tercekat secara tiba-tiba.


“Jika bukan meninggal, pasti aku yang dibuang. Bukankah begitu, Tuan?” lanjutnya langsung menegakkan kepalanya.


Elder masih diam, memandangi wajah gadis yang berdiri di sampingnya. Matanya berbinar, menyimpan bening air yang ditahan dengan baik. Dan saat hendak menetes, tangan lentik itu buru-buru mengusapnya. Lalu dia menoleh ke arah Elder, dengan garis sudut bibir yang diangkat simetris.


“Tidak masalah, Tuan. Lagi pula, ini sudah terlalu lama. Saya, sudah terbiasa tanpa mereka.”


Harus apa lagi?


“Terima kasih, Tuan. Saya tidak akan melupakan bantuan Anda, juga akan membayarnya nanti.”


Dengan cepat ia meraih tangan Beyza dan menariknya, masuk ke dalam dekapan tubuhnya. Memeluknya dengan erat, sembari mengusap rambut bagian belakang kepala Beyza.


“Tenang saja, Beyza. Kau masih memilikiku, aku tidak akan membiarkanmu merasa kesepian. Tidak akan.”


Saat rasa sedih dan kecewa hampir menyapa hatinya. Tangan seseorang tiba-tiba terulur, pelukan hangat lengkap dengan kata-kata manis pun berhasil membuatnya tenang.

__ADS_1


“Jangan khawatir, Tuan. Tidak punya bukan berarti tidak bisa kan? Saya akan membangunnya, sebuah keluarga yang hangat, suami dan juga anak-anak yang lucu.”


Mendengar kata-kata konyol keluar dari bibir Beyza dengan mudahnya, Elder menjadi kesal. Dengan cepat ia melepas pelukannya, lalu meraih bibir berlipstik merah tipis itu menggunakan bibirnya.


Sebuah kecupan mendarat dengan sempurna. Namun Elder tiba-tiba membuka mulut dan menggigit bibir Beyza, hingga gadis itu menjerit lantaran kaget.


“Tuan, apa yang Anda -” Pertanyaan yang belum lengkap itu, tiba-tiba saja terpotong.


“Tidak! Kau tidak boleh membangun keluarga!” ucap Elder menyampaikan rasa kesalnya.


“Ke-kenapa?”


“Aku, aku yang membangunnya untukmu!”


Apa maksudnya? Tuan yang akan memilihkan pria untukku?


Beyza hendak bertanya maksud perkataan Elder. Namun pria di depannya itu lagi-lagi mencumbunya tanpa permisi. Beyza yang merasa berhutang atas kontrak Lips Service, tidak punya kuasa untuk mengelak.


Selain itu, ada pesona dari Elder yang juga tidak bisa dia tolak. Pesona yang membuatnya lupa segalanya hanya dalam sekejap mata.


‘Membangunnya’ Membangun keluarga, dengan siapa?


...☆TBC☆...

__ADS_1



Neng Bey emg agak gak peka 😌


__ADS_2