
Tangan berjemari lentik terulur, dengan lembut menyentuh wajah Elder yang tiba-tiba saja terasa dingin. Rasa hangat dari sentuhannya, secara ajaib membuat Elder tenang. Bahkan napas beratnya berangsur-angsur membaik.
“Elder, Sayang.”
“Apa yang terjadi padamu? Kenapa seluruh badanmu terasa dingin?”
Sebuah suara mampir di telinganya, terdengar samar tapi lembut hingga menggetarkan jiwa. Elder perlahan membuka matanya, menatap sosok wanita berambut panjang yang sejak tadi menatapnya.
“Tuan … Tuan Elder.”
Suara samarnya terdengar semakin jelas di telinga Elder, yang kemudian membuatnya berdecak kesal, lalu terkekeh.
Sial! Halusinasi ku berlebihan
“Kenapa Anda tertawa? Anda tidak apa-apakan?” tanya Beyza memastikan bahwa pria yang tiba-tiba terjatuh di pelukannya itu baik-baik saja.
Namun bukan jawaban yang didapatkan Beyza, tapi justru sebuah kecupan. Kecupan manis yang kemudian berlanjut sedikit lebih liar saat Elder membuka mulut Beyza dengan lidahnya.
Kecupan yang berubah menjadi pergulatan lidah. Hingga membuat suhu tubuh keduanya meningkat drastis hanya dalam hitungan detik. Napas Beyza menjadi pendek, tak sanggup mengikuti ciuman Elder yang semakin memburu.
Entah mengapa, Beyza merasa ciuman Elder sedikit berbeda. Terasa lebih brutal dan penuh gairah dari biasanya. Padahal sebelumnya, dia tidak pernah melihat Elder kehilangan akal seperti ini.
Beyza mendorong Elder dan melepaskan ciumannya untuk mengatur napas yang sempat memburu. Namun hanya beberapa detik, Elder kembali meraih bibir gadis itu dengan cepat.
Satu persatu Elder melepas kancing kemeja dengan satu tangan, lalu melepasnya begitu saja. Tubuh dengan dada bidang dan otot-otot kekarnya terlihat, membuat Beyza menutup matanya rapat-rapat.
Akankah ini akan berlanjut? Beyza sendiri sedang bertanya-tanya dalam hati, sambil menahan sesuatu yang membuat tubuhnya tergelitik. Rasa yang bercampur dengan panas, menjalar di seluruh tubuhnya, memberikan sensasi aneh yang membuatnya merasa gila.
__ADS_1
Tidak, tidak boleh lepas kendali.
"Tu-Tuan," lirih Beyza usai mendorong tubuh Elder sekali lagi.
"Elder. Panggil namaku, Elder!"
Elder yang tidak bisa lagi mengontrol dirinya, perlahan menyusuri leher jenjang Beyza. Bibirnya tidak menyentuh kulit putihnya, hanya napas hangatnya saja yang berhembus.
Namun percayalah, setiap hembusan napasnya berhasil membuat Beyza semakin menggila.
"Tuan, saya mohon," rengek Beyza berusaha mendorong tubuh pria yang hanya tlnjang dada.
"Elder … Elder!" paksa Elder yang kini mulai meletakkan bibirnya di leher Beyza.
"Elder, saya mohon. Berhenti!"
Buru-buru ia menarik diri, lalu menatap wajah Beyza dalam-dalam. Wajah sendu yang hanya diam mematung, dua mata yang berkaca-kaca, serta lipstik red nude nya yang berantakan di bibir.
Sial! Apa yang sudah aku lakukan?
Tangan kanan Elder terulur, dengan lembut menyentuh air mata Beyza yang jatuh, hampir membasahi pipinya.
"Ma-Maaf. Aku sudah kelewatan," ucapnya penuh sesal.
Namun Beyza masih diam, meski Elder sudah meminta maaf padanya. Entah apa yang dipikirkan gadis itu. Dia hanya menatap Elder dengan mata yang masih juga berkaca-kaca.
"Hei, Beyza. A-aku minta maaf."
__ADS_1
Panik, tentu saja. Dia sudah meminta maaf dengan tulus atas tindakannya barusan, tapi mata Beyza masih saja berkaca-kaca. Bahkan, gadis itu tidak berbicara sepatah katapun. Hingga, sebuah permintaan maaf terucap dari bibirnya.
"Maaf, Maaf, Tuan."
Beyza menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya dalam-dalam, berharap Elder tidak akan melihat wajah sedihnya. Namun air mata di pelupuk matanya yang jatuh, sudah di lihat oleh Elder.
Bagaimana bisa aku menginginkan pria ini? Beyza bodoh.
Tidak mau berpikir banyak hal. Elder yang masih dipenuhi rasa bersalah, perlahan mengangkat wajah Beyza. Hingga kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain.
"Apa yang membuatmu meminta maaf padaku?" tanya Elder dengan suara lembut.
Beyza terdiam, bukan karena tenggorokannya tercekat. Melainkan tidak tahu, dari mana ia harus mulai mengatakannya pada Elder. Namun pancaran dari kedua mata Elder seakan menuntunnya berbicara.
"Karena rasa suka saya pada Anda, adalah rasa yang salah."
"Tidak, tidak ada yang salah dengan itu, Beyza."
...☆TBC☆...
Duh bang El, ada apa dengan posemu 🤣
Jangan lupa sajen 😘
Hari ini bakal sibuk bakar² ya guys. Yuk yang mau nitip, menerima jasa bakar kenangan, mantan, dan masa lalu 😎
__ADS_1