Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 73


__ADS_3


****Florida****, negara bagian Amerika Serikat yang berbentuk semenanjung ini beriklim subtropis. Bahkan, Key West, salah satu kota yang berbentuk selat di Florida, suhunya tidak pernah kurang dari 16 derajat celcius.


Berbatasan dengan Teluk Meksiko sebelah barat dan Samudra Atlantik sebelah timur, membuat negara ini tidak lepas dari suasana pantai. Begitulah alasan Florida dipilih untuk pembuatan video klip.


Sehari setelah Beyza tiba, dia pun langsung dihadapkan dengan pasir pantai, serta laut biru. Awan putih di antara langit cerah, menjadi awal yang pas pengambilan take video pertama mereka di Florida.


Meski Beyza baru pemula, namun tidak membuat kru kesulitan. Pengambilan dua atau tiga kali take, menjadi hal lumrah, bahkan patut mendapat apresiasi. Hal ini tentu menjadi hal memuaskan bagi yang lain, termasuk Beyza.


“CUT! Bagus, kau melakukannya dengan baik!”


“Kerja bagus!”


“Istirahatlah, besok malam kita pindah lokasi,” ucap sutradara yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Beyza.


“Kau luar biasa. Baru pertama kali, tapi hanya perlu dua kali take,” puji Rere yang ikut menemaninya ke Florida.


Pujian demi pujian terus hadir seiring pengambilan take di lokasi berbeda. Setiap ekspresi yang gambarkan sutradara, dapat diperagakan langsung oleh Beyza dengan sempurna.


Mendapat model berbakat serta patuh, siapa yang tidak senang. Bahkan sutradara yang terkenal kejam dan menuntut hasil sempurna, sudah mengakui hal itu.


Satu minggu lebih sudah terlewatkan tanpa terasa di Florida, namun pengambilan take video klip belum juga selesai. Mereka masih harus mengambil beberapa kali take lagi di Antalya sebelum kembali ke Istanbul.


__ADS_1


Total 17 hari, waktu yang mereka habiskan untuk syuting di 2 negara berbeda. Kini, mereka hanya perlu menunggu satu bulan lagi untuk melihat reaksi dari masyarakat dan kesuksesan hasil video klip.


Namun itu bukan akhir dari kerja keras gadis muda itu. Dia hanya beristirahat 2 hari, dan harus kembali bekerja. Kali ini photoshoot untuk iklan kosmetik lokal. Lalu disusul video iklan yang baru ditandatangani beberapa hari yang lalu.


Kurun dari sebulan, dia sudah menandatangani hampir 8 job berbeda. Hal itu tentu tidak datang dengan sendirinya tanpa bantuan dari Lee, yang merekomendasikan dia pada koleganya.


Disaat Beyza dengan tenang membangun karirnya, Elder justru terlihat pusing. Satu bulan hampir berlalu, tapi Alv belum juga mendapatkan hasil tentang kedua orang tua Beyza.


Koneksi yang dimilikinya memang tidak seluas ayahnya. Terutama peran Paman Ashan dan Rehan yang sudah berpuluh tahun menemaninya. Jelas, itu tidak sebanding dengan mereka yang bisa mendapatkan informasi hanya dalam beberapa hari.


Elder memang harus mengakui itu. Apa lagi, dia bekerja sendiri dan tidak mengandalkan nama besar keluarganya dalam hal apapun, termasuk saat ini. Mau tidak mau, dia harus bersabar.


Namun pada satu hari yang terik. Elder terlihat duduk di singgasananya sambil memegang sebuah dokumen. Pandangan matanya terlihat fokus menatap berkas, tapi percayalah, dia sebenarnya sedang melamun.


“Ash!”


Elder membanting dokumen tak bersalah itu ke atas meja, sambil bangkit berdiri.


“Kenapa Alv lama sekali? Aku akan melucutinya jika besok belum juga selesai!” keluhnya kesal.


Usut diusut. Amarah yang tiba-tiba tersulut itu, ternyata karena sebuah rindu. Benar, dia merindukan Beyza. Namun tidak mempunyai alasan yang pas untuk bertemu dengannya.


Gengsi?


Mungkin, tapi dia telah berjanji pada gadis itu. Dan sialnya, Alv datang disaat Elder hampir stress olehnya.

__ADS_1


“Tuan Muda,” panggil Alv dengan sopan.


“APA!” sinis Elder yang mencoba menahan amarahnya agar tidak mencapai ubun-ubun.


“Yang Anda minta sudah selesai, Tuan.”


Mendengar hal itu, senyum Elder merekah. Ia buru-buru mengambil map yang disodorkan Alv padanya. Lalu membacanya dengan seksama.


Sampai beberapa menit kemudian, senyumnya pudar.


“Apa ini sudah akurat?” tanya Elder memastikan.


“Sudah, Tuan. Saya sudah memastikan ini beberapa kali. Buktinya kurang akurat, jadi pihak kepolisian mempercayai saksi bahwa itu bukan pembunuhan.”


DEGH


Elder menutup map dan langsung menaruhnya di atas meja. Kekuatan otot kakinya tiba-tiba mengendur, membuatnya lemas dan jatuh terduduk di kursi.


Sekarang, apa aku punya alasan untuk menemuinya dengan senyuman?


...☆TBC☆...



Bang El galo, butuh secangkir kopi 🤣

__ADS_1


__ADS_2