
Elder masih duduk di tempatnya. Terdiam, selama hampir satu jam lebih. Rupanya, perkataan sang ibu tentang Diana yang sudah mengetahui phobianya, berhasil membuat ia berpikir dengan keras.
Mencoba menarik kesimpulan sederhana tentang kecemburuan seorang wanita, yang pada akhirnya mampu melakukan hal gila dan mencelakai orang lain.
Setelah satu jam duduk dan merenung, Elder tiba-tiba bangkit berdiri. Ia merogoh saku, mengambil sebuah ponsel dari dalam, lalu menghubungi seseorang.
"Aku butuh bantuan Anda!"
Singkat dan jelas. Namun berhasil membuat seseorang dari balik telepon tertawa terbahak-bahak selama beberapa saat.
"Oh, tuan muda ini membutuhkan bantuanku? Apa ayahmu tahu tentang ini?" tanya pria dengan suara berat itu.
"Tidak, kecuali jika Anda mengatakan hal ini pada ayah. Tapi aku juga tidak masalah jika Anda mengatakannya."
Lagi-lagi pria itu tertawa. Tawa yang sangat nyaring hingga memekik telinga Elder. Namun Elder tidak menjauhkan ponselnya, dan justru mendengarkan tawa pria itu sampai ia merasa puas.
"Apa Anda sudah puas tertawa?" tanya Elder.
"Ya, ya, ya. Kamu sangat sangat mirip ayahmu, Nak," tegas pria itu.
"Baiklah, katakan apa yang kau butuhkan! Pria tua ini sudah lama tidak menghajar orang."
__ADS_1
"Aku hanya perlu foto atau video seorang model, tentang sikap buruknya di balik media," jelas Elder sedikit singkat.
"Hanya itu? Kau yakin hanya itu?" tanya pria itu mencoba memastikan berkali-kali.
"Itu saja. Aku yakin Anda bisa melakukan hal ini dengan mudah tanpa turun dari ranjang. Benar kan, Paman Eraz?"
Lagi-lagi, Elder harus mendengar tawa pria itu. Tidak lama, hanya beberapa detik. Sampai, pria yang menjadi kaki tangan ayahnya itu setuju dengan permintaan Elder.
Kesepakatan pada akhirnya terbentuk, hanya dalam hitungan detik, tanpa negosiasi panjang. Elder yang pada saat itu yakin akan kinerja Eraz, langsung menarik napas panjang usai mengakhiri panggilan.
Ya, hanya itulah jalan yang bisa ia tempuh. Mengingat traumanya yang tidak bisa melihat orang lain sekarat atau mati di depannya. Juga, karena Diana yang selalu memperdulikan karir lebih dari apapun.
Setelah menghubungi Eraz, Elder kembali ke kamar tempat Beyza di rawat. Belum sempat ia membuka pintu, dari kaca kecil yang ada di pintu, ia melihat Rubby bersama Guzel berada di dalam. Alih-alih masuk, pria itu justru berdiri di depan pintu dan berusaha menguping.
"Terima kasih Nyonya Guzel. Sebenarnya, saya tidak masalah dengan hal ini. Selagi tujuan mereka bukan tuan muda."
Degh
Tiba-tiba ia memegangi dadanya, yang entah mengapa merasa tak nyaman usai mendengar perkataan Beyza.
Sepintas ada rasa bersalah yang baru saja melintas dalam benak Elder. Seperti jarum kecil yang di tusuk di antara vena, menebus masuk, menyentuh tulang. Sakitnya tidak seberapa, tetapi terasa tak nyaman.
__ADS_1
Lagi lagi, pikirannya terusik. Mengingat perkataan sang ibu dan juga sahabatnya, Jared. Hal yang menyangkut tentang cinta serta rasa suka, yang secara tiba-tiba menyerangnya tanpa permisi.
Namun satu hal yang membuatnya bertanya-tanya. Apakah itu karena Beyza mengkhawatirkan dirinya sebagai majikan, atau seorang pria?
"Beyza, ini hanyalah kemungkinan kecil. Tapi, tetaplah waspada dengan orang-orang di sekitarmu," lanjut Guzel.
"A-apa maksud Anda? Samantha dan –"
"Tidak bukan mereka!" tegas Beyza memotong pembicaraan Beyza.
Rubby menepuk pundak Beyza, membuat gadis itu mengalihkan pandangan mata padanya. Dengan jelas, Rubby melihat wajah kebingungan gadis itu.
Ya, ini memang bukan masalah sepele, tapi juga bukan hal biasa. Memang sejak dulu, keluarga Gulbar selalu di incar. Entah oleh pebisnis yang tidak menyukai kinerja keluarga ini, atau wanita yang selalu memainkan taktik untuk bisa menjadi anggota keluarga Gulbar.
"Nyonya Besar menunggumu di kediaman utama setelah kau sembuh. Pergi dan tanyakan hal yang membuatmu penasaran. Nyonya akan memberimu jawaban yang memuaskan," ucap Rubby
Beyza hanya terdiam, menatap wajah Rubby dengan datar. Namun ditengah diamnya, ia memikirkan kembali perkataan Aishe tadi pagi.
Apa maksud semua ini?
...☆TBC☆...
__ADS_1
Sinyal lagi gak kondusif, gak bisa kasih visual deh 😑
Ditempat kalian, gimana cuaca hari ini??