Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 49


__ADS_3

Suasana sudah hening sejak Zavier membawa Elder ke kamarnya. Juga Zehra yang sudah lelah dan mengantuk. Pada akhirnya, mereka membiarkan sang ayah berbaring di sofa seperti biasa.


Ya, benar. Alih-alih ikut campur, mereka lebih memilih mengamankan diri mereka sendiri dari pada harus berurusan dengan sang ibu keesokan harinya.


Seperti itulah akhir dari Diego Gulbar malam ini. Berbaring di atas sofa tanpa selimut atau pun sempat mengganti bajunya. Dia terlelap, setelah memohon pada Aishe untuk membukakan pintu.


Sampai jam di dinding berdetak di angka tiga. Pintu kamar yang sejak tadi tertutup, secara perlahan terbuka.


Aishe berjalan pelan, dengan selimut tipis di tangannya. Perlahan mendekati sofa panjang, tempat sang suami terlelap.


Ditatapnya wajah tua itu sesaat. Bulu-bulu hitam yang semakin lebat di dagunya. Mata yang tertutup dengan kantong mata samar. Juga garis-garis halus, penanda pria itu perlahan telah menua.


Aishe tiba-tiba mengangkat dua sudut bibirnya. Samar dan hanya sesaat saja. Lalu, ia menunduk, memasangkan selimut di tubuh Diego dengan hati-hati, lantaran takut membangunkan sang suami.


Namun tiba-tiba saja, tangan Diego bergerak dengan cepat. Meraih tangan Aishe dan menariknya, hingga wanita itu terjatuh di atas tubuh kekarnya dan menjerit lantaran kaget.


"Ssttt! Kenapa berteriak kencang sekali?" ucap Diego tanpa rasa bersalah.


"Kamu yang menarikku tiba-tiba begitu!" kesal Aishe berusaha bangkit, tetapi Diego menahan dengan dekapannya.


"Cepat lepaskan!" berontak Aishe.

__ADS_1


"Tidak! Ini balasan karena membuatku tidak bisa memelukmu selama beberapa jam!" balas Diego.


"Dasar pria tua!" Aishe melayangkan satu pukulan yang tidak terlalu kuat di dada bidang sang suami.


"Bagaimana jika anak-anak tahu? Cepat lepaskan!" lanjutnya.


Namun, pria yang mendekapnya adalah pria yang sama seperti belasan tahun lalu. Pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta lagi dengan segala keegoisan dan sikap keras kepalanya.


Tentu saja Diego tidak serta merta menurut dan langsung melepaskan sang istri. Justru, dekapan itu semakin erat dan erat lagi. Seakan tidak peduli bahwa anak-anak mereka sudah ada di rumah.


"Mereka sudah dewasa. Kenapa kamu masih saja memikirkan mereka? Bukankah suamimu ini yang seharusnya kamu perhatikan?" keluh Diego.


Lama Aishe terdiam, Diego merasa sedikit bersalah. Bagaimanapun, peran seorang istri atau pun seorang ibu, sudah dijalani Aishe dengan sangat amat baik.


"Jangan dipikirkan. Aku hanya rindu bisa menggodamu," terang Diego.


"Kamu tetap istri dan ibu yang terbaik, untuk kami."


Kecupan lembut penuh cinta pun mendarat dengan sempurna di kening Aishe. Membuat rona pipi wanita itu perlahan memerah tanpa ia sadari.


Merasa dekapan Diego mengendur, Aishe buru-buru melepaskan diri dan bangkit berdiri. Diam-diam menyembunyikan pipinya yang memerah sambil membalikkan badan.

__ADS_1


"A-aku mengantuk! Aku ingin kembali tidur!" ucapnya sedikit gugup tanpa menatap wajah Diego.


Setelah mengatakan itu, Aishe pun beranjak pergi meninggalkan Diego yang masih berbaring. Diego tentu saja tidak tinggal diam. Begitu ia melihat ada kesempatan, ia pun buru-buru beranjak dan berlari kecil mengikuti Aishe.


Bahkan, ia memeluk sang istri dari belakang dan terus berjalan. Tentu saja karena ia takut Aishe berubah pikiran dan buru-buru mengunci pintu kamarnya lagi.


"Jadi, bagaimana menurutmu tentang wanita itu?" tanya Diego sambil memeluk sang istri dari belakang, sambil mencoba mengalihkan perhatian sang istri agar lupa dengan hukumannya.


"Bukankah kamu bilang tidak perlu lagi memikirkan mereka?"


"Hanya sebuah feeling. Mungkin kita akan segera membuat pesta pernikahan untuk mereka," jawab Diego santai sambil memeluk sang istri dari belakang.


"Itu sudah pasti. Hanya perlu membuat gadis itu menjadi pantas, maka pernikahan sudah bisa di gelar."


Mereka masih terus berbicara tentang hubungan putra pertama mereka. Sampai tanpa sadar, keduanya sudah masuk ke dalam kamar. Dan begitulah, cara Diego mengalihkan konsentrasi sang istri. Sampai wanita itu lupa, akan hukumannya pada sang suami.


...☆TBC☆...


Bab bucin dady Die sama Momy Ishe, othor sudahi sampai disini ye. Selanjutnya fokus lagi sama bang El dan neng Bey.


Ditunggu bab selanjutnya 💋💋

__ADS_1


__ADS_2