Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 78


__ADS_3

Kedua mata Diana membulat penuh saat membaca komentar-komentar dari akun gosip yang menyudutkan dirinya. Dari mana sebenarnya semua ini berawal? Dia sendiri sedang bertanya-tanya akan hal ini.


Hera pikir, kabar yang dia bawa akan membuat Diana marah besar, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Gadis itu terlihat santai, bahkan masih bisa menunjukkan senyumnya sambil mengembalikan ponsel Hera. Seakan tidak peduli dengan komentar buruk itu.


“Apa yang kau takutkan. Mereka hanya bercuap omong kosong!” ucap Diana santai, yang membuat Hera mulai kesal.


“Omong kosong katamu? Apa kau tidak sadar? Kau mulai kehilangan job besar. Bahkan 2 perusahaan terkemuka membatalkan kontraknya karena kau selalu mengulur jadwal tak jelas!” cecar Hera, menunjukkan rasa jengkelnya.


Sudah mendengar itu dari mulut sang manajer, Diana masih juga bersikap santai. Seolah tidak peduli meski ia kehilangan karir serta nama baiknya.


“Hei itu bukan urusanku. Bukankah itu tugasmu sebagai manajerku?” jawabnya enteng. “Tenang saja, lagipula masih ada paman dan tunanganku. Semua pasti beres!”


Tidak ada raut ketakutan yang terlihat sedikitpun di wajah Diana. Dia benar-benar santai, menanggapi gunjingan serta karirnya yang mungkin akan segera redup.


Nama paman yang konon masih memiliki darah kerajaan Inggris. Serta nama besar tunangannya, Elder Gulbar, seolah menjadi tameng yang pas untuk menghadapi semua ini.


Hera pun makin tersunggut-sunggut usai mendengarkan komentar Diana. Beban tanggung jawab tentang job memang urusan Hera, tapi bukan berarti Diana bisa bertindak seenaknya dengan membatalkan kontrak atau mengulur jadwal.


Beberapa tahun ini, Hera sudah menahan diri dengan sikap Diana yang semena-mena. Belum lagi skandal yang dia buat dan juga masalah yang harus ia selesaikan demi nama baiknya.


Lelah dan muak, seakan menggambarkan perasaannya saat ini.

__ADS_1


Tak tahan dengan sikap Diana yang mengacuhkan dirinya dan justru bermain game di ponselnya. Hera dengan cepat merebut ponsel Diana, yang kemudian membuat gadis itu marah lantaran ponselnya diambil tanpa izin.


Namun belum sempat Diana bertindak lebih jauh, Hera menunjukkan sesuatu yang langsung membuatnya diam.


...Hot News...


...‘Kerajaan Inggris tidak mengakui Diana bagian dari salah satu family’...


Judul berita yang langsung membuat bulir keringat di kening Diana menetes, bersamaan dengan jantung yang berdegup kencang. Melihat ekspresi Diana yang berubah dalam sekejap, Hera mencoba memprovokasi gadis itu.


“Lihat, pamanmu itu tidak mengakuimu. Apa jangan-jangan, tunanganmu itu juga tidak mengakui?” ejek Hera semakin membuat degup jantung Diana semakin cepat.


Melihat ekspresi ketakutan Diana, Hera belum juga merasa puas. Lagi-lagi dia menggoda Diana dengan memberikan pukulan terakhir, sebagai salam perpisahan darinya.


Boom!


Serangan yang dilakukan Hera tepat akurat mengenai target. Kedua kaki Diana langsung lemas, hingga tak mampu menyokong tubuhnya. Dia pun roboh, bersama kesombongan dan keangkuhannya.


“Hera! Hera! Kembali! Kau tidak boleh pergi, Hera!”


Teriakan Diana cukup memekik telinga, tapi dia tidak mendapat balasan apapun kecuali acungan jari tengah dari mantan manajernya itu.

__ADS_1


Kini, hanya Elder satu-satunya yang tersisa. Apakah dia juga akab mencapakan Diana seperti yang lain? Jika iya, mungkin ini akan menjadi serangan telak yang cukup sempurna.


“Tidak, aku harus mencari Elder. Benar aku harus mencarinya.”


Dengan tangan yang gemetar, Diana mengambil ponselnya yang ikut terjatuh. Lalu mulai mencari nomor telepon Elder dan segera menghubunginya. Namun beberapa kali dia mencoba menelpon Elder, panggilannya selalu ditolak.


“Di-Dia pasti sedang rapat. Ya pasti. Elder tidak mungkin membuangku juga. Dia sangat mencintaiku. Dia tidak mungkin membuangku, tidak mungkin.”


Diana mencoba berpikiran positif. Meyakinkan diri, bahwa kemungkinan Elder sedang rapat dan menolak panggilan darinya.


Begitulah yang coba ia lakukan selama beberapa saat. Namun sebenarnya, hal itu juga tidak bisa menutupi bahwa dirinya memang telah dicampakkan sang kekasih.


...☆TBC☆...


Nih yang dari kemaren sempet kesel sama si Blonde. Dah kena karma kan dia 🤭


Lanjut besok lagi guys 😚



...Me, Love and Divorce...

__ADS_1


Ini juga salah satu generasinya Gulbar, adiknya bang El. So, jangan lupa mampir 🥰


__ADS_2