Lips Service

Lips Service
Lips Service ● Bab 68


__ADS_3

Dua hari setelah pemotretan. Lee terlihat berjalan dengan seulas senyum lebar. Melangkah dengan ringan, sambil menggenggam dua map berwarna coklat.


Senyum ramah Lee berhasil membuat pandangan beberapa orang tertuju padanya. Heran, tentu saja. Lantaran ini kali pertama bagai mereka melihat Lee tersenyum seperti itu.


Namun Lee tidak terlihat santai, tidak peduli pandangan aneh yang tertuju padanya. Pria bertubuh ideal itu terus berjalan, masuk ke ruang tempat Beyza berlatih.


“Beyza.”


Satu panggilan darinya, berhasil membuat Beyza yang sedang berlatih menoleh. Gadis yang baru saja mengepakkan sayapnya di dunia modeling dan berhasil mendapat perhatian dari beberapa orang itu langsung tersenyum melihat Lee.


“Presdir Lee. Hal penting apa yang membuat Anda datang?” tanya Beyza langsung menebak maksud kedatangan Lee.


Lee sempat tersenyum, lalu berkata, “Wah, kamu menebaknya dengan baik.”


Beberapa lembar berkas di ambilnya dari dua map coklat. Lee sempat melihat isinya sepintas, sebelum akhirnya menyodorkan berkas itu pada Beyza.


“Apa ini, Presdir?” tanya Beyza membaca sepintas dua berkas yang Lee sodorkan.


“Kontrak!” singkatnya. “Satu sebagai model video klip, satu lagi iklan.”


Beyza belum sempat membaca keseluruhan berkas di tangannya, saat mendengar jawaban dari Lee. Kepala yang sempat tertunduk saat membaca, langsung mendongak. Bersamaan dengan mata yang terbelalak lebar, dan juga bibir yang menganga.


Gadis itu terdiam selama beberapa saat, menatap Lee yang bersedekap tangan sambil tersenyum. Seakan menjelaskan bahwa hal yang baru saja diucapkan bukanlah bualan belaka.


Namun, ada sesuatu yang tiba-tiba hadir, mengganjal di hati Beyza. Memikirkan dirinya yang baru saja melakukan pemotretan pertama untuk sebuah majalah. Tapi anehnya, majalah itu baru akan terbit satu minggu lagi.


Lantas, bagaimana dia mendapatkan kontrak dengan mudah? Apakah ini sebuah tawaran dari Presdir Lee atau Nyonya Aishe?


“Kontrak ini, apakah hasil dari nepotisme dari nyonya?” tanya Beyza dengan sedikit ragu, tapi pada akhirnya, kata yang keluar berhasil tersusun menjadi satu kalimat.


Lee terlihat meninggikan salah satu sudut bibirnya, lalu kembali bertanya padanya, “Jika memang benar, apa kau akan menolak?”

__ADS_1


DEGH


Beyza terdiam, merasakan jantungnya yang berdegup cukup keras mendengar pertanyaan dari Lee. Hanya satu pertanyaan, tapi langsung membuatnya diam dan berpikir dengan keras.


Jika memang benar kontrak itu hasil nepotisme, lantas kenapa? Apakah dia bisa menolak?


Pikirannya berkecamuk, ketika tiba-tiba dia teringat perkataan Aishe sebelum membawanya pada Lee. Perkataan yang membuatnya berlatih dengan keras untuk bisa menjadi model.


Balas dendam yang di bicarakan, sebenarnya untuk siapa. Apakah itu untuk dirinya yang dikurung dan hampir mati?


Ataukah untuk seorang ibu yang tidak ingin anaknya menikah dengan wanita seperti itu?


“Beyza … Beyza!”


Panggilan dari Lee langsung membuyarkan kemelut di pikiran Beyza. Memaksanya harus mengambil keputusan dalam seketika. Apa dia akan terus lanjut atau berhenti cukup sampai disini.


“Ma-maaf. Saya sedikit bingung.”


“Duduklah, mari beristirahat sejenak.”


Ajakan dari Lee membuat Beyza ikut duduk di lantai, tepat di sebelah sang presdir. Dia menekuk sedikit lututnya agar bisa ia peluk.


“Apa kamu tahu? Sedikit celah yang dibuka pada posisi yang pas, bisa membuat sinar matahari masuk dan memberi secercah cahaya."


Beyza menoleh, menatap ke arah Lee sambil mendengarkan dengan baik. Perkataan singkat dari Aishe, disampaikan oleh Lee dengan lembut.


"Apapun alasan dibalik itu, kamu hanya perlu menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin."


Perlahan, Lee bangkit berdiri. Dia sempat meregangkan tubuhnya sebentar, lalu menunduk menatap Beyza yang masih terdiam.


"Terus lanjut atau berhenti, itu adalah pilihanmu," ucap Lee sedikit tegas. "Aku memberimu satu hari, bacalah baik-baik."

__ADS_1


Lee melangkah pergi, meninggalkan Beyza sendirian di ruang latihan. Membiarkan gadis muda yang baru menginjak usia 20 tahunan itu berpikir dengan baik tentang masa depannya.


Semalaman penuh Beyza berpikir. Berhati- hati dalam memperhitungkan keputusan, lantaran tidak ingin menyesal pada akhirnya.


Jam menunjukkan pukul 3 dini hari pada saat itu. Beyza yang belum juga terlelap, bangkit berdiri dari ranjang hendak mengambil segelas air.


Manik matanya tiba-tiba berpindah fokus dari botol minum. Menatap dua berkas yang tergeletak tepat di sebelah botol. Hanya beberapa detik, sampai tangannya terulur perlahan, mengambil berkas itu.


Dia menarik napas panjang, lalu mulai membaca isi kontrak yang ada di tangannya. Ditemani cahaya minim dari lampu tidur yang menyala, Beyza mulai membaca poin demi poin yang tertera.


Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Sinar mentari telah meninggi, beberapa ruas jalan yang tadinya sepi, sekarang mulai padat.


Rere, wanita muda berumur 30 tahunan yang cukup kompeten. Seorang asisten sementara yang ditunjuk langsung oleh Lee untuk Beyza.


Dengan kemeja putih, dia berdiri tegak di depan ruang kerja Lee. Satu tangannya menenteng tas, satu lagi menenteng berkas. Setelah pintu terbuka dari dalam, Rere pun melangkah masuk.


“Maaf Presdir, saya datang tiba-tiba,” ucapnya basa-basi.


“Tidak masalah. Pasti kabarnya sangat penting,” tebak Lee.


Tak mau banyak berbasa-basi, Rere menyodorkan berkas yang dititipkan Beyza pagi tadi pada Lee.


“Beyza menitipkan ini pagi tadi. Ada urusan mendadak, jadi dia buru-buru pulang.”


Lee mengangguk, lalu mengambil berkas dari tangan Rere. Dua berkas yang ternyata adalah kontrak. Lee sempat terkejut, tidak menyangka jika Beyza akan memberikan jawaban secepat ini.


Jadi, ini keputusan yang kamu ambil?


...☆TBC☆...


Lanjut entar malem kalau lancar, kalau ngk ya besok pagi 🤭

__ADS_1


Sajen jangan lupa 😘😘


__ADS_2