Love Story Of Twins

Love Story Of Twins
Menjaganya.


__ADS_3

Anin menangis diluar sebuah ruangan, ia terus berdoa mendoakan sangat ibu yang sedang di tangi dokter. sebelumnya Anin terkejut ketika sang ibu pergi dari tempat tidur, ternyata sang ibu sedang berada didalam kamar mandi. saat Anin pergi, terdengar suara benda jatuh dan ternyata sang ibu lah yang jatuh. sampai Anin panik dan menangis, yang ia lakukan hanya menelfon Adnan. lama menunggu Adnan, Anin meminta beberapa orang untuk membawa ibunya. saat ini ibunya tidak sadarkan diri, ibunya dirawat seorang dokter.


sampai Anin mendengar panggilan seseorang, Anin menoleh dan melihat Adnan yang duduk di kursi roda. Arzan setia dibelakang Adnan yang mendorong kursi itu, Jonatan yang berada disana langsung masuk kedalam ruangan dan ingin membantu sebagai seorang dokter. Adnan melihat gadis itu menangis, dengan cepat Adnan berdiri dari duduknya berusaha berdiri. Anin yang melihat itu berjalan cepat kearah Adnan, pria itu membuka tangannya dan langsung dipeluk erat oleh Anin yang menangis.


"ibu.. dia jatuh Adnan... hikss... " ucap Anin yang menangis, Adnan mengelus rambut gadis itu dengan lembut. Adnan mencoba menenangkan Anin disana, Arzan yang melihat itu tersenyum dan bergumam mereka benar benar sudah saling jatuh cinta. Arzan ikut senang, Adnan kehilangan adiknya dan juga mendapatkan jodohnya.


"jangan menangis, ibu pasti baik baik saja! " ucap Adnan, Anin masih menangis sesenggukan disana. sampai Jonatan keluar dari ruangan itu, ditatap nya Anin dan Adnan yang sedang berpelukan itu.


"kalian berdua dicari, cepat kesana! " ucap Jonatan, Anin pun langsung berlari masuk kedalam ruangan itu. Adnan yang masih merasa sakit kakinya, hanya duduk kembali kekursinya dan Arzan setia mendorong kursi itu lagi. Anin menangis dalam pelukan sang ibu, ibu Anin tersenyum dengan lemah. "gula darahnya naik, tidak normal untuk wanita seusia beliau! " ucap Jonatan, Adnan menoleh dan mengerti apa yang dimaksudkan pria itu. dengan diam Jonatan mengangguk, Adnan dan Arzan langsung terkejut mereka berdua menghela nafas.


"ibu maaf Anin tadi tidak menemani ibu, sekarang ibu Baik baik saja kan? " ucap Anin, ibunya tersenyum dan menoleh kearah Adnan. ibh Anin mengulurkan tangannya, Adnan pun tersenyum dan menggenggam tangan ibu Anin.


"ada sesuatu yang mau ibu bicarakan pada kalian, ibu ingin kalian bersama... " ucap ibu Anin pada dua manusia itu, Anin masih tidak berhenti menangis. "maafkan ibu, kalian sekarang sudah bersama. kalian harus bersama mulai sekarang, jangan pernah terpisah lagi... "


"apa maksud ibu, apa maksudnya bersama? " ucap Adnan, Anin juga dibuat bingung dengan itu.

__ADS_1


"tugas ibu menjaga Anin telah selesai, sekarang giliran kamu yang menjaga Anin. kalian harus saking menyangi... karena kalian... Adnan.. Anin sebenarnya...kalian... " ibunya menutup mata dengan menghela nafas panjang, Anin terkejut karena tangan ibunya itu sudah lemas dalam genggamannya. Jonatan datang dan memeriksa apa yang terjadi, dan benar dugaan ibu Anin telah tiada untuk selamanya. tangis Anin langsung pecah disana, ia meronta untuk membangunkan ibunya. Adnan yang melihat itu membawa Anin dalam pelukannya, Anin terus meronta dalam pelukan Adnan.


"ibu ninggalin aku, balikin ibu Adnan... " ucap Anin menangis, ia semakin menangis ketika dokter menutup ibunya dengan selimut. Adnan menahan Anin yang terus meronta, ia melarang perawat untuk membawa ibunya pergi dari sana. Adnan mendengar tangisan pilu dari Anin, baru saja beberapa minggu lalu gadis itu menguatkan dirinya. tapi sekarang gadis itu merasa lemah, dirinya hancur kehilangan ibu yang ia sayangi. seketika Adnan sadar, gadis itu hanya memilikinya dan Adnan bersumpah akan membawa Anin bersamanya apapun yang terjadi. karena darah Anin juga mengalir dalam dirinya, itu artinya hidup dan mati gadis itu hanya akan bersamanya.


...****************...


Anin masih menangis dihadapan makam sang ibu, tidak disangkanya sang ibu meninggalkannya. dunia Anin sudah hancur saat itu juga, tidak hentinya ia menangis disana. Adnan membawa gadis itu kembali ke rumah, keadaan rumah masih berduka. baru saja kemarin Anin melihat ibunya memasak, tapi saat ini rumahnya sepi tanpa sang ibu. Anin meringkuk dikasur sang ibu, ia menangis dengan memeluk foto ibunya dan dirinya. Adnan yang melihat itu bingung harus berbuat apa, sampai Arzan juga datang mendekati Adnan.


"jadi kau akan membawanya kerumahmu? " ucap Arzan, Adnan mengangguk dengan yakin.


keesokan harinya Anin bangun di pagi hari, matanya sangat lelah akibat menangis. Anin berharap semua itu hanya mimpi, ia berdiri di jendela rumahnya dan menatap luar rumahnya. Adnan masuk ketika melihat Anin sudah bangun, pria itu memegang pundak Anin dan membuat gadis itu terkesiap dan melihat kearah Adnan.


"bersihkan dirimu sekarang, ada yang ingin aku sampaikan padamu! " ucap Adnan, dengan tersenyum Anin menganggukkan kepalanya. ia masuk kedalam kamar mandinya, Adnan pergi ke luar dari sana. beberapa menit kemudian Anin keluar dari kamarnya, terlibat gadis itu sudah sangat segar dari sebelumnya. Adnan yang sudah menunggu Anin pun tersenyum, melihat gadis itu yang sangat cantik di matanya.


"kamu mau bicara apa? " ucap Anin dengan lirih, Adnan yang sudah bisa berjalan itu membawa Anin untuk duduk. masih dengan heran Anin menatap Adnan, dengan senyuman Adnan menatap Anin.

__ADS_1


"sebelumnya ibu telah menitipkan kamu padaku, sejak saat itu aku berjanji pada diriku akan membawa kamu kemana pun aku pergi. aku akan menjaga kamu apapun yang terjadi, aku akan membuat kamu bahagia dan tidak akan pernah membuat kesedihan! " Anin sedih mendengar itu, ia menghapus air matanya dengan cepat. Adnan juga mengusap air mata itu, Adnan menggelengkan kepala meminta Anin agar tidak menangis lagi. "aku akan kembali ke kota asal ku, dan aku akan membawamu bersama ku. aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri Anin, aku harap kamu mau ikut denganku... "


"kenapa kamu tidak tinggal disini saja, rumah ini akan kosong jika ditinggalkan! " ucap Anin lirih, Adnan mengusap rambut gadis itu dengan lembut.


"kita akan mengunjungi rumah ini setiap waktu, dan saat kamu menikah denganku, semuanya tidak akan berubah! " Anin terkejut dengan itu, apa maksud pria itu menikahinya. "ketika aku pulang kerumah, aku akan mengatakan pada ayahku. aku akan menikahi gadis yang aku bawa, aku ingin membuat hidupnya bahagia dan tidak merasa sendirian! " ucap Adnan lagi, seketika Anin menangis dengan itu. Adnan memasang cincin berlian ditangan Anin, gadis itu merasa Adnan telah melamarnya.


"aku akan ikut denganmu, aku akan ikut... " ucap Anin kemudian memeluk Adnan dengan erat, pria itu tersenyum dan memeluk tubuh Anin dengan erat dan mencium pundak Anin dengan berulang kali. Anin teringat pesan terakhir ibunya, harus bersama Adnan dan tidak berpisah apapun alasannya.


"jadi, mau menikah denganku? " ucap Adnan disela pelukannya, Anin langsung mengangguk tanpa mengatakan apapun. Adnan begitu senang, tujuannya dikota itu adalah mencari Nadira. ketika ia memenuhi tujuannya, ia malah menemukan seseorang yang dicintainya. jarang sekali Adnan mencintai seorang gadis, apalagi Anin yang tidak pernah ia kenal. Arzan menatap keduanya dari jauh, ia merasa terharu dengan dua pasangan itu. Arzan sangat tertarik pada Anin sejak mereka bertemu dulu, tapi perubahan Adnan oleh Anin membuatnya rela melepas Anin jika gadis itu menyukai temannya. sekarang dirinya akan melepaskan Anin, karena orang yang selalu disukai Anin adalah Adnan bukan dirinya.


...****************...


Assalamu'alaikum semuanya, bagaimana kabarnya, alhamdulillah semoga kalian semua sehat dan sukses dalam melakukan apapun.


foto yang adalam cerita novel ini, hanya halu si author aja ya. author dapat gambar itu dari apk pinterest, dan banyak banget gambar menarik disana. jangan lupa juga buat selalu dukung author, like dan komen saran/kritikan kalian setahun membaca. Terima kasih semuanya <3

__ADS_1


__ADS_2