
Seperti yang sudah Author sampaikan sebelumnya, Love Story Of Twins. Author akan menceritakan kisah mereka saat kecil terlebih dahulu sebelum masuk dalam pembahasan.
CATATAN : Mohon jangan samakan kisah ini dengan kisah novel-novel tentang anak kembar yang pernah para READERS baca, hanya karena persamaan visual saja. Mohon bijaklah dalam menanggapi, terima kasih.
Happy Reading....
Hari ini pada tanggal 17 April 2042, pukul 23.38 waktu Tokyo, Jepang.
Seorang pria bernama Arvin Arlando, dia adalah Ceo penerus Starlight Group. Ia saat ini sedang duduk tak berdaya di dekat kursi, akibat mendapatkan kabar bahwa istrinya yang saat ini sedang mengandung ketiga buah hatinya mangalami pendarahan hebat akibat benturan.
untungnya ia ditemani oleh sepasang orang kepercayaannya, jika tidak mungkin ia sudah frustasi saat ini.
Seorang Dokter keluar dari ruangan UGD dengan wajah yang tampak lesu."Suami Nona Mina?" tanya Dokter itu melirik Arvin dan Kakeru.
Arvin yang mengdengar itu langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut."Saya suaminya, Dok. Jadi bagaimana keadaan istri dan ketiga anak saya Dok?" tanya Arvin, raut wajahnya tampak sangat khawatir.
"Tuan, ada kabar buruk yang harus saya beritahu pada Anda, akibat benturan yang diterima oleh nona Mina, salah satu ketuban bayi Anda pecah, dan mau tidak mau kami harus segera melakukan operasi." jelas sang Dokter.
"Tapi usia kandungan istri saya baru berjalan delapan bulan lebih, Dok," ucap Arvin dengan tubuh yang tampak lemah.
Dokter itu mengangguk, mengerti apa yang dikatakan Arvin."Iya, kami tahu itu, tetapi jika tidak dilahirkan sekarang, kemungkinan besar nyawa ketiga bayi anda akan terancam, dan akan menanganggu kondisi si ibu, bahkan bisa menyebabkan sang ibu meninggal dunia," tambah Dokter itu menepuk-nepuk pundak Arvin, berusaha menghilangkan kekhawatiran lelaki itu.
"Baiklah, Dok. Saya mohon, lakukan yang terbaik. Tolong selamatkan mereka semua," ucap Arvin yang kini tak ada pilihan lain, dia tak ingin kehilangan kebahagiannya. Apapun itu rela ia lakukan agar istri dan ketiga buah hatinya selamat.
Dokter itu mengangguk mantap."Baiklah, operasi akan segera kami laksanakan. Anda beserta keluarga berdoalah kepada tuhan buat yang terbaik untuk Nona Mina," ujar sang Dokter sebelum kembali ke ruangan tersebut.
"Tuan muda, sebaiknya anda minum terlebih dahulu. Sudah dari tadi siang perut anda kosong," ujar Kakeru menyondorkan sebotol air mineral pada Arvin, lelaki itu memang belum mengisi perutnya sama sekali dari siang tadi akibat rapat dewan direksi yang membosankan baginya.
Setelah satu jam lebih lamanya mereka menunggu, akhirnya terdengar suara berisik dari dalam ruangan itu, suara tangisan tiga bayi kembar identik berjenis kelamin laki-laki.
Sang Dokter keluar dari ruangan itu bersama dua orang suster dibelakangnya yang kini tengah menggendong buah hatinya yang masih menangis."Selamat Tuan, bayi-bayi anda lahir dengan selamat, mereka bayi kembar laki-laki," ucap sang Dokter tampak lega dan ikut bahagia.
"Terima kasi, Dok," sahut Arvin menerima salah satu buah hatinya dari tangan suster.
"Tapi kami ada sedikit kabar buruk, ini adalah putra anda yang terakhir. Kondisinya cukup serius, karena saat benturan itu dia berada di posisi tabrakan, akibatnya ketubannya pecah. Dan karena dia berkorban, kedua kakaknya selamat dan baik-baik saja ... tetapi mereka harus masuk ke dalam inkubator terlebih dahulu," jelas sang Dokter menyerahkan bayi terakhir Arvin dan Mina kepada ayahnya.
__ADS_1
"Terima kasih, sayang. Kamu memang pahlawan kami," gumam Arvin menangis haru melihat buah hatinya itu.
"Kemungkinan besar fisiknya akan bermasalah, tetapi jika dilakukan terapi rutin, atas iin yang maha kuasa ia bisa kembali seperti kakak-kakaknya yang kuat," tambah Dokter itu kembali mengambil bayi itu dari tangan Arvin untuk segera diberikan perawatan.
"Wah, anak-anak tuan muda sungguh menggemaskan,"
"Apa kita akan mempublish berita bahagia ini?" tanya Rahel menatap Arvin yang sedari tadi berbinar menatap ketiga jagoan kecilnya yang kini sudah tenang tertidur di dalam box inkubator.
Arvin menggeleng dan berkata."Jangan, kondisi istriku masih koma, lebih baik kalian pulang. Terima kasih telah menemaniku,"
"Tidak masalah, kalau begitu kami permisi ... eh, tunggu dulu! Tuan bsar dan Nyonya besar dalam perjalan menuju jepang saat ini, beliau meminta Anda mengirimkan foto cucu-cucu kesayangannya," ucap Kakeru berlalu meninggalkan Arvin, diikuti oleh Akira dibelakangnya.
Arvin mengangguk, ayah dan ibunya selalu saja perhatian pada mereka berdua. Padahal perusahaan pusat saat ini sedang bergejolak akibat ulah kelalaian dewan direksi disana, untungnya kekuasaan ayahnya kuat. Jadi dewan direksitak bisa bergerak semau mereka.
Dilain sisi....
"Arvin ... Arvin ..." ujar Mina lirih memanggil nama Arvin.
"Eh? Nonanya sudah siuman! Suster, segera temui suaminya sekarang juga, dia ada di ruang bayi nomor 107," seru Dokter tersebut, segera mengecek kondisi sang pasien. Suster tersebut mengangguk, berlari keluar dari ruangan untuk segera pergi ke lantai 7, ruangan khusus bayi dan pasien anak.
"Tuan, apa benar nama Anda tuan Arvin? Suami dari pasien bernama nona Mina Hikari?" tanya Suster tersebut terengah-engah akibat kelelahan karena berlari.
Arvin mengangguk."Ada apa, Suster? Apa istri saya sudah sadar? Apa yang terjadi, Sus?" tanya Arvin dengan raut wajah yang berubah menjadi sangat khawatir.
"He'em!"
Mendengar suara itu lantas membuat Arvin dan Suster itu menoleh ke sumber suara, terkejut tatkala melihat ekspresi salah satu suster didalam ruang bayi itu molotot sempurna ke arah mereka berdua.
"Idih, serem banget mukanya, padahal tadi cantik banget, emangnya kenapa sih?" tanya Arvin menatap suster disebelahnya heran.
Suster tersebut menepuk jidatnya."Suara Tuan bisa mengganggu para bayi didalam itu," jawab suster tersebut menunjuk bayi-bayi tersebut.
"Jadi bagaimana kondisi istri saya?" Arvin menatap suster itu serius.
"Syukurlah, keadaan nona Mina baik-baik saja, dan beliau kini sudah siuman. Mari saya antarkan menuju ruang perawatan beliau," sahur suster itu menghela nafas panjang, ia tiba-tiba saja terkesima melihat Arvin yang tampak cool dan keren.
__ADS_1
Arvin terkenal dengan sifatnya yang buruk, yaitu playboy. Dan sangat mudah ia dapat meluluhkan hati setiap wanita, tetapi hal itu tak berlaku bagi Mina Hikari. Mina semenjak SMP sangat membenci Arvin dan sifat buruknya itu.Bahkan Mina sendiri pernah menghajar Arvin hingga mengalami luka tepat dipelipis kepala lelaki itu, Namun, siapa sangka ternyata tuhan mentakdirkan mereka bersama.
Sesampainya diruangan perawatan, Arvin dengan polosnya memeluk dan menciumi bibir Mina berkali-kali, padahal ruangan itu masih ada perawat medis. Merasa malu, Mina lantas memukul pelan wajah Arvin.
"Aduh.. sayang, kok aku dipukul, sih?" Arvin mengusap pipinya.
"Sakit, ya?" Arvin mengangguk."Lebih sakit siapa? Aku sudah berkali-kali menghubungimu, menahan rasa sakit sendirian, sedangkan kamu malah ...." Mina tak melanjutkan kalimatnya, ia memutuskan untuk diam dan kembali memejamkan mata. Arvin yang tak mengerti perkataan istrinya itu hanya diam tak berkutik.
"Sayang, baby triplets kita sudah lahir, lho!" seru Arvin tampak sangat bahagia.
"Wah, benarkah? Pantas saja perutku datar ... tetapi Dokternya malah diam aja pas aku tanyain," ucap Mina menatap Dokter yang membantunya persalinan tajam, Dokter dan suster hanya tersenyum saja menagggapinya.
"Mereka tampan-tampan," tambah Arvin."Bolehkah aku melihat mereka?" tanya Mina antusias.
Arvin menggeleng."Belum, mereka harus masuk ke inkubator terlebih dahulu, ditambah lagi putra terkecil kita juga paling lemah, berkat dia kedua kakaknya baik-baik saja," terang membelai rambut Mina. Air mata Mina turun membasahi wajahnya, namun dengan telaten Arvin segera menyapunya.
"Aku juga sudah memberikan mereka nama yang bagus," uccapnya tampak bahagia.
"Oh, benarkah? Apa itu?"
"Anak pertama kita, Arta Hikaru Pratama, anak kedua Arata Hikaru Praditama, dan yang terakhir Aryata Hikaru Pramana. Gimana, bagus gak?" Mina mengangguk setuju."Bagus. aku suka," Mina tersenyum hangat.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE, TINGGALKAN COMMENT, DAN SHARE....
__ADS_1