
SELAMAT MEMBACA....
...****************...
dimalam yang sama Adnan bekerja hingga larut, ia melihat jam waktu menunjukkan sudah larut malam. Adnan memutuskan untuk kembali kerumahnya, ia menelpon Nadira juga ada jawaban pikirnya adiknya itu sudah tidur karena memang sudah larut. perjalanan membutuhkan waktu setengah jam, Adnan sampai dirumah besarnya. bukannya menuju kamar, Adnan pergi ke barat mini rumahnya untuk meminum sesuatu. Adnan meminum segelas deni segelas, ia memikirkan perkataan Naira yang meminta Nadira menikah ataupun juga dirinya.
Adnan mencintai satu orang hanya satu kali, dan ia tidak yakin bisa mencintai seseorang lagi. jika pun bisa siapa menurutnya, karena ia bahkan enggan bicara pada seseorang apalagi seorang wanita. sedang fokus berpikir tiba tiba ia mendengar sesuatu, Adnan mendengar suara benda jatuh meskipun tidak terlalu keras.
"aduh sakit sekali, hm... " ucap seseorang, Adnan mendekat kearah suara itu dan melihat seseorang duduk di lantai. terlihat seorang wanita dengan pakaian tidur duduk dilantai, saat wanita itu mendongak terkejut melihat Adnan disana.
"kamu siapa? " ucap Adnan, wanita itu langsung berdiri dan menundukkan kepala.
"maaf tuan, saya pelayan rumah ini. maaf sudah menganggu istirahat tuan, saya tidak sengaja terpeleset! " jelasnya dengan suara lirih, Adnan melihat memar pada kaki wanita itu.
"apa kamu tidak kembali kerumahmu, ini sudah larut kenapa bekerja terus! " saut Adnan, wanita itu menggelengkan kepalanya.
"saya tidur dirumah belakang tua, karena tadi saya membuat kesalahan kepala pelayan meminta saya menjaga rumah ini saat malam hari! " ucapnya lagi, Adnan mengingat di pagi hari ia menabrak seorang pelayan hingga dapat amukan dari kepala pelayan. wanita itu mengangguk saat tahu Adnan mengingatnya, mereka berdua saling menghela nafas. "apa tuan butuh sesuatu, biar saya ambilkan!" ucapnya lagi, Adnan menggelengkan kepalanya. tanpa bicara lagi Adnan pergi dari sana, pelayan itu hanya menatap heran dan tersenyum karena ia bicara dengan putra majikannya yang dikenal angkuh.
"karena itu dia memiliki adik yang sayang padanya, dari suaranya saja dia terdengar baik hati! " ucap pelayan itu, kemudian ia pergi darisana setelah mengunci semua pintu rumah itu dengan aman.
ditempat Arzan sendiri sedang tidur bersama Nadira, Arzan membuka matanya saat merasakan dingin ditubuhnya. Arzan menyelimuti Nadira yaang juga terlihat kedinginan, larut malam Arzan membuka mata dan menatap Nadira yang tidur dengan nyenyak. ia mengingat beberapa jam yang lalu melakukan hal gila, pikirnya ia harus cepat mengatakan pada Adnan agar bisa menikahi gadis itu secepatnya.
"aku mencintaimu! " ucap Arzan setelah itu mencium pipi Nadira, gadis itu menggeliat dan mengerjapkan matanya.
"ada apa... " ucap Nadira dengan suara serak, Arzan tersenyum karena membangunkan Nadira tanpa sengaja.
__ADS_1
"tidak ada, tidurlah lagi! " ucap Arzan menarik Nadira, gadis itu pun mengangguk kemudian memeluk Arzan sebelum menutup mata untuk tidur.
"kenapa kamu bangun.. ini masih sangat malam! " lirih Nadira yang belum hilang dialam mimpi, Arzan mengusap rambut panjang Nadira dan tersenyum.
"aku terbangun tadi, dan tidak sengaja membangunkanmu! " saut Arzan lembut, Nadira menganggukkan kepalanya kemudian hilang dialam mimpi. Arzan pun ikut memejamkan mata, dan keduanya hilang dialam mimpi meneruskan mimpi merek masing masing.
Nadira membuka mata saat cahaya pagi menyilaukan matanya, ia melihat jendela itu sudah sangat terang dan melihat jam untuk mengetahui waktu pagi itu. Nadira mengusap wajahnya ia tidak melihat Arzan disana hanya mendengar suara bising diluar. Nadira pun keluar dari kamar itu, dan melihat Arzan yang duduk menonton TV diruang tamu. Arzan mendengar langkah kaki, ia menoleh dan melihat Nadira berdiri dengan muka bantalnya.
"kau sudah bangun, kemarilah! " ucap Arzan tersenyum, Nadira tersenyum dan menerima uluran tangan Arzan. Nadira duduk di hadapan Arzan, dan dipeluknya tubuh kecil Nadira oleh Arzan.
"aku pikir kau sudah berangkat ke rumah sakit! " ucap Nadira, Arzan tersenyum menyuapi Nadira buah semangka yang ia makan.
"aku libur hari ini, apa suara TV menganggu tidurmu? " Nadira menggelengkan kepalanya, Arzan pun tersenyum dan kembali menonton acara televisi. mereka berdua fokus melihat acara itu, sesekali tertawa bersama saat merasa lucu.
"aku mau semangka lagi, apa habis?" ucap Nadira yang semangkanya habis, Arzan tersenyum dengan Nadira yang suka sekali dengan semangka.
"sudah ayo jalan kesana! "
"yang lebih tulus! " ucapnya lagi, Nadira kesal kemudian berdiri dari duduknya dan akhirnya Nadira berjalan sendiri menuju kulkas besar itu. bukannya mengambil semangka, Nadira malah mengambil coklat yang ada disana dan memakannya. "jangan makan yang terlalu manis, tidak sehat untuk tubuhmu. lagi pula gigimu akan sakit lagi nanti! " ucap Arzan mendekat, Nadira menggelengkan kepalanya dan memberikan Arzan sepotong coklat itu.
"ini coklat tidak terlalu manis, makanlah! " ucap Nadira mengunyah coklat potongan besar, Arzan yang melihat itu memilih untuk mencium Nadira dan merebut coklat dari mulut Nadira. sejenak mereka berciuman, sampai Arzan pun melepas itu dan mengunyah coklat dalam mulutnya.
"ini manis, bisa merusak gigimu! " ucap Arzan, Nadira menyipitkan matanya dan memukul lengan Arzan dengan pelan.
"kamu jorok sekali, kenapa mengambil coklat dari mulutku! " ucap Nadira memukul Arzan, pria itu tersenyum dan mencium tangan Nadira sekilas.
__ADS_1
"kan dari mulutmu, bukan mulut Adnan! " sautnya, Nadira tersenyum kemudian tertawa disana. mereka berdua saling bercanda disana, Arzan mulai memasak dan Nadira menikmati makanan ringannya disamping Adnan.
...****************...
Adnan keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, ia semalaman tidak bisa tidur karena minuman yang ia minum terlalu banyak. sekarang ia harus bangun siang hari, dan malas untuk pergi kantornya padahal pekerjaan sangat banyak yang harus dikerjakan. Adnan dikejutkan dengan seseorang yang masuk dalam kamarnya, membersihkan kamar Adnan dengan gerakan cepat. Adnan sudah memperingatkan siapapun pelayan, tidak ada yang bisa masuk kedalam itu kecuali Adnan yang memintanya masuk.
"beraninya kau masuk kedalam kamarku! " ucap Adnan marah, ia tidak suka siapapun masuk kedalam kamarnya kecuali Nadira dan juga orang tuanya. Adnan menarik tangan seorang pelayan wanita itu, tentu membuat wanita itu terkejut dan mendorong Adnan.
"tuan maafkan aku, aku tidak bermaksud mendorongmu! " ucapnya panik, Adnan terkejut mendengar suara yang sama ia kenali itu.
"kau, kau lagi! " ucap Adnan, ia berdiri dari duduknya dan menatap pelayan wanita sebelumnya. "apa tidak ada yang memberitahumu, kalau tidak seorang pelayan pun masuk kedalam kamarku! " ucap Adnan kesal, wanita itu menunduk dan menggelengkan kepalanya.
"maaf tuan, saya pelayan baru disini! " ucapnya lirih, Adnan melihat kepalanya yang sakit.
"siapa namamu, katakan! "
"nama saya Maira, saya pelayan baru tuan! " ucap pelayan itu bernama Maira, Adnan mengangguk dengan itu.
"sekarang keluarlah, ingat ini lagi tidak ada yang akan masuk kedalam kamarku. aku tidak peduli apapun alasannya, aku bisa melakukannya sendiri! " ucap Adnan, Maira mengangguk dengan itu kemudian berpamitan untuk pergi. belum sampai keluar, Maira tanpa sengaja melewati karpet yang terselip disana. Maira yang tidak seimbang berteriak, dirinya akan jatuh ke lantai dan lumayan sakit jika itu benar terjadi.
Adnan yang melihat tentu saja membantu gadis itu, ditariknya tubuh Maira hingga keduanya jatuh diatas kasur. Maira menutup mata karena ia akan jatuh, kemudian terkejut saat ia berada diatas Adnan dan mereka berdua jatuh diatas kasur. Adnan yang kesal memejamkan mata, ia sudah sangat kesal kemudian mendirikan Maira yang juga berdiri sendiri.
"maaf tuan, saya tidak berani lagi! " ucapnya pergi dari sana, Adnan kesal tidak mengatakan apapun. ia hanya melihat kepergian Maira, sampai gadis itu menghilang dibalik pintu kamar Adnan. untuk pertama kalinya Adnan bicara dengan seorang pelayan, apalagi seorang pelayan wanita yang masuk kedalam kamarnya. biasanya ia akan marah dan langsung memecat siapapun pelayan itu, tapi kali ini Adnan tidak melakukan dan mengatakan apapun.
...****************...
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA, TUNGGU KELANJUTANNYA YA....