
sampai bertahun tahun lamanya, usia Nadira tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik. dirinya kini menjadi seorang Anindhira, dan melupakan seluruh identitas nya sebagai Nadira. gadis itu setiap minggunya berkunjung kerumah panti, ia bertemu nenek panti dan anak anak kecil disana. nenek panti tidak menyangka gadis itu sudah tumbuh besar, padahal seperti baru kemarin ia bertemu dengan Nadira yang kecil dan bertubuh lemah. nenek panti sangat tenang karena tidak ada yang mencari gadis itu, jadi ia tidak perlu berbohong pada siapapun untuk makam palsu yang ia buat.
sampai hari yang tidak diinginkan nenek panti pun tiba, seseorang datang dengan mencari gadis yang ia bawa. bahkan orang itu mencari gadis itu dengan membawa Nadira, yang tidak lain adalah Adnan yang saat itu mengaku sebagai kakak gadis yang ia temukan. pada akhirnya nenek panti itu mencertiatakan kebohongan pada Adnan, ia juga tidak merasa iba pada Adnan yang menangis dengan pilu di samping makam palsu tersebut.
"ibu kenapa kamu membohongi mereka? " ucap ibu panti disana, nenek panti langsung menatap nya dengan tajam.
"Sarah akan sendirian jika mereka membawa Anin, bagaimana bisa aku membuat dia sedih lagi. setelah sekian lama dirinya hidup bahagia, bagaimana jika Anin diambil darinya! " ucap nenek panti dengan emosi, ibu panti yang tidakengerti hanya menenangkan nenek itu. sampai obrolan mereka didengar oleh Sarah, wanita itu mengunjungi rumah panti ketika merasa rindu pada rumah itu. nenek panti dan ibu panti terkejut melihat Sarah, wajah wanita itu terlihat panik.
"siapa yang mencari Aninku? " ucap Sarah, nenek panti mendatangi Sarah yang terlihat akan menangis. "aku tidak bisa memberikan putriku, ibu dia putriku! "
"tidak, tidak ada yang membawa putrimu! "
__ADS_1
"Anin bukan gadis 24 tahun yang lalu, Anin adalah putriku yang aku besarkan sendiri! " ucap Sarah, secara mendadak wanita itu tidak sadarkan diri, hal itu membuat nenek panti terkejut. kemudian beberapa orang dipanggilnya, Sarah dibawa masuk dan nenek panti memanggil seorang dokter. Sarah diperiksa oleh dokter itu, terkejut lagi ketika Sarah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. ia tidak bisa tertekan, ataupun memikirkan hal yang berat untuknya. Sarah menangis lagi dalam pelukan nenek panti, ia tidak menyangka penyakitnya itu masih ada dalam dirinya.
Sarah memikirkan seseorang yang ingin membawa Nadira, ia tahu Adnan lah yang selama ini mencari gadis itu. Sarah terus perhatian pada Adnan, agar suatu saat ia tidak dipisahkan dengan Nadira kesayangannya. ketika Nadira dibawa pergi oleh Adnan ia selalu ketakutan, takut gadis itutidak kembali padanya. ketika Nadira sudah dirumah ia akan merasa lega, Sarah senang jika keberadaan Adnan yang dekat. ketenangan itu terusik, yang dimana Sarah merasakan jantungnya berdetak tidak normal. dadanya sesak yang ia rasakan, Sarah ambruk dalam dekapan Nadira yang memanggil namanya.
Sarah membuka mata setelah beberapa jam, ia melihat dokter disana sedang merawatnya. dokter mengatakan riwayat jantung yang dimiliki Sarah timbul lagi, dokter memberitahu agar Sarah lebih berhati hati dan tidak cemas. Sarah yang mendengar itu hanya bisa menangis, ia tidak kuat untuk bicara pada dokter. sampai ia tidak sadarkan diri lagi, ia berpikir apakah mungkin ini hidupnya yang terakhir. jika memang benar artinya ia akan meninggalkan putrinya, dan putrinya akan kesepian tanpa dirinya.
semuanya terlambat, ketika Sarah ingin mengatakan kebenaran. Tuhan lebih dulu mengambil nyawanya, ia ingin Adnan dan Nadira tahu kalau mereka adalah adik kakak. nenek panti pun terkejut dengan kematian Sarah, tidak disangkanya Sarah akan berumur pendek dari perkiraannya. nenek panti membiarkan Adnan membawa Nadira, karena mereka juga adik dan kakak suatu saat pasti akan mengetahui hal itu.
"mereka tidak bisa menikah ibu, mereka saudara kembar yang dipisahkan. ibu sudah cukup kebohongan ini, lagi pula Anin tidak memiliki siapa siapa lagi. orang tuanya sudah datang mencarinya, lalu butuh apa lagi? " ucap ibu panti pada nenek panti, ia mendengar kalau Adnan dan Nadira yang sebagai Anin itu akan menikah.
"aku berbohong untukmu Sarah, aku mempertahankannya untuk kebahagiaanmu, tapi kenapa kamu malah pergi begitu saja. aku akan pergi mengatakan pada mereka, sudah tidak akn ada lagi kebohongan! " ucap nenek panti yakin, setelah dari kamarnya beberapa menit nenek panti keluar dari rumah. ia mendengar kalau Adrian dan Naira tinggal dirumah Sarah, dan ia pun cepat pergi kerumah itu.
__ADS_1
sampai nya disana benar dugaannya, disana terdapat Adrian dan juga Naira. ia berjalan perlahan tapi pasti, dilihatnya Naira yang lumayan mirip dengan Nadira itu. wanita cantik itu duduk di kursi roda, menangis dengan memegang kain yang sebelumnya ia berikan pada Adrian. nenek panti menceritakan seluruh apa yang terjadi sebelumnya, hal itu sudah tidak bisa ditutupi lagi. Naira menangis dalam pelukan Adrian, putrinya telah ditemukan setelah sekian lamanya.
"kenapa kau berbohong padaku, mereka hampir saja akan menikah jika kau tidak mengatakannya! " ucap Adrian kesal, nenek panti itu hanya terdiam dan menatap Naira yang menangis.
"kau juga seorang ibu, aku sangat menderita kehilangan putriku! "
"aku juga merasakan hal itu, seseorang yang merawat putrimu sama dengan dirimu. dia sangat cantik dan juga baik, jika aku memisahkan mereka tentu akan bernasib sepertimu! "
"tapi aku ibunya, aku yang melahirkannya. tidak harus dia membawa putriku, jangan egois! " ucap Naira dengan keras, Adrian menenagkan istrinya yang marah itu. "aku sudah bilang padamu kan Adrian, Anin adalah Nadira, Nana kita! " ucap Naira tersenyum, Adrian pun mengangguk dan ikut tersenyum. Naira melihat kearah nenek panti, ia meminta kursinya didorong mendekat kearah nenek panti. ia memeluk pinggang nenek itu, dan terusengatakan maaf karena sempat membentak nya. Naira juga sangat berterima kasih, Adrian mengatur dana yang akan diberikan pada nenek panti. terhitung itu tanda Terima kasih, karena sudah menolong dan merawat Nadira hingga dewasa.
Naira dan Adrian pergi dari kota itu, mereka sangat bersemangat untuk bertemu dengan Nadira. nada dering terdengar ditelpon Adrian, tanpa bicara Adrian mengangkat dan mendengarkan seseorang yang sedang bicara. sunggu terkejut Adrian dan Naira, karena Risa menelpon Adnan akan melamar Anin dan ia meminta mereka berdua untuk segera pulang. Adrian meminta Arzan untuk ikut dengannya, karena ia peritahkan sebagai supirnya selama perjalanan. Arzan tidak bisa menolak, karena nyawanya akan terancam jika menolak.
__ADS_1
sampai nya dirumah Kara, Adrian dan Naira melihat rumah itu sepi. hanya satu tempat yang menatap dengan lampu, melihat keramaian disana Adrian dan Naira mendekat kearah itu. dilihatnya sang putra berlutut di hadapan Nadira, mengatakan tentang isi hati dan niat tulusnya. Naira menangis melihat itu, kekasih putranya adalah adik dan putri rumah itu yang selama ini dicari. Adrian melihat Nadira yang tersenyum indah, sunggu membuat hatinya merasa senang dan juga penasaran apa yang dilewati gadis itu tanpa kuarganya.