Love Story Of Twins

Love Story Of Twins
BAB 2


__ADS_3

5 Tahun telah berlalu, kini keluarga Hikari dan Arlando di karuniai 3 orang anak kembar tidak identik,usia mereka berbeda 2 tahun dari si kembar Arta, Arata, dan Aryata. Mereka adalah Eiji Hikaru, Kenzo Hikaru dan Kaindra Earl Hikaru yang kini usia mereka 3 tahun. Sedangkan Si kembar Arta berumur 5 tahun.


Matahari telah naik, menyinari Heinesen, Arta tengah berdiri di teras apartement tempat mereka berlibur bersama pamannya.


"Kakak!" sapa Aryata kecil sambil berlari.


Arta menoleh memberikan senyum terbaikknya."Hey, Aryata, sudah berapa kali kakak bilang, jangan lari-lari nanti ..."


"Jatuh," sambung Aryata, menyelesaikan kalimat Arta.


"Nah, itu tau. Pintar," Arta memuji Aryata sambil mencubit pelan pipi adik kembarnya itu.


Aryata mengangguk setuju."Iya dong, kak. Siapa dulu.. Aryata," sahut Aryata memebanggakan dirinya sambil memeluk tubuh Arta dengan penuh kasih sayang.


Arta membalas pelukan Aryata, tubuh kembarannya itu sangat lemah dan Aryata juga sangat mudah kelelahan. Ia dan Arata berjanji akan menjaga dan menyayangi Aryata mereka, karena sebab Aryata mereka berdua baik-baik saja.


"Kak Arta! Aryata! seru Arata yang tengah menggandeng sekantong penuh strawberry.


"Arata! Wah, strawberrynya banyak sekali!" seru Arta tergiur melihat kantong strawberry itu.


"Iya, dapat dari mana?" tanya Aryata.


"Aku membelinya dibawah, kalian mau?" Arata menyondorkan kantong itu pada kedua kembarannya yang kini tengah tergiur oleh strawberry.


"Mau," keduanya mengangguk.


"Ini, kemarilah," Arata duduk di kursi sambil menikmati camilan favorit mereka."Terima kasih," ujar keduanya memeluk Arata."Iya, sudah lepaskan. Aku sesak, lho" ucap Arata berusaha melepaskan diri dari pelukan kedua saudara kembarnya, jujur saja ia begitu risih tatkala kedua saudara kembarnya memperlakukannya dengan penuh kasih sayang seperti itu, tetapi demi melihat mereka bahagia ia rela, apalagi jika melihat senyum Aryata.


Arata melongo ketika melihat kedua saudara kembarnya itu yang kini menggigit buah strawberry miliknya satu persatu dengan sangat lahap, keduanya tak menghiraukan eksresi Arata, mereka hanya fokus pada buah berwarna merah dengan rasa asam itu. Sebelum benar-benar habis tak bersisa Arata lantas mengambil kantong strawberry itu dan membawanya ke sofa dekat TV.


"Hey, kenapa kamu mengambil semuanya?" Arta tampak kecewa, begitu pula Aryata.


"Kalian jika sudah bertemu buah ini tidak akan ingat sama dunia," sahut Arata menyalakan TV tersebut hanya dengan perintah suara, itu adalah model yang sudah ada semenjak tahun 2025, bahkan sudah bisa mencari informasi sama halnya dengan ponsel pintar. Dengan perintah suara semua bisa TV itu tampilkan.


Memang benar, Arta dan Aryata jika sudah bertemu yang namanya strawberry tidak akan mempedlikan apapun, bahkan mereka akan menjadi anak yang penurut dan pendiam jika sudah diberikan buah itu.

__ADS_1


Karena tak tega melihat ekspresi kedua saudaranya, Arata lantas berdiri dan memberikan buah itu pada Arta dan Aryata, keduanya lantas tersenyum bahagia. Keduanya lantas berjalan menuju sofa utama untuk kembali menikmati camilan mereka yang sempat sedikit terhentikan tadi. Namun ....


Langkah ketiganya terhenti saat ada sebuah guncangan kuat yang membuat bangunan apartemen itu bergerak tak beraturan, benda-benda yang terpajang di ruangan itu juga berjatuhan bak meja kaca ditendang, hancur berantakan.


Karena tak bisa menjaga keseimbangan, Arta dan kedua saudara kembarnya lantas jatuh tersungkur, tak bisa bergerak. Ketiganya hanya diam ketakutan, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ketiganya terkejut bukan main saat melirik salah satu gedung pencakar langit yang tingginya sekitar 50 meter tersebut terbelah menjadi dua bagian, lalu menimpa gedung-gedung di sebelahnya, suara teriakan dan jeritan warga terdengar di mana-mana, hari itu Heinesen benar-benar kacau-sekacaunya.


"K-Kak ... Apa yang terjadi?" tanya Aryata, wajahnya tampak sangat ketakutan. Arta tak menjawab, jujur saja saat ini ia tak tau apa yang terjadi. Ia sendiri tengah ketakuta dan bahkan jantungnya saat ini mau copot.


"Kak, aku takut," rengek Arata dan Aryata memeluk tubuh Arta.


Arta lantas membalas pelukan itu."Tenang saja, kakak akan menjaga kalian berdua," sahut  Arta memejamkan matanya sambil mengelus kepala kedua kembarannya.


Tiba-tiba gedung apartemen yang mereka tempati juga ikut roboh ke samping. Tubuh Aryata terpelanting keras menuju kaca jendela, dengan sigap Arta maju memegang punggung Aryata agar tidak terjatuh ke jendela kaca tersebut.


"Aduh ... sakit banget," ucap Aryata mengusap kepalanya yang kini sudah dilumuri oleh darah, akibat terbentur di bagian ujung meja tadi.


"Aryata! Apa kamu baik-baik saja?" tanya Arta berteriak sambil berusaha menahan tubuh Aryata, sedangkan Arata sudah tak sadarkan diri akibat syok, beruntung ia di tempat yang sangat aman.


"Iya, kak. Aku baik-baik saja, kok ... cuma kepalaku aja yang terbentur hehehe," sahut Aryata sambil terkekeh kecil.


Dan Aryata dalam kondisi pemulihan setelah menjalani operasi beberapa minggu yang lalu, jadi memang tak diizinkan melakukan perjalan jauh menggunakan kapal maupun pesawat. Karena dapat membahayakan kondisi tubuhnya yang baru saja dalam proses penyembuhan total. Bahkan paman mereka juga sedang keluar membeli camilan untuk tiga keponkannya tersayang.


Arta berusaha menarik tubuh tubuh Aryata sekuat tenaga, tanpa di sadari sebuah jatuh menabrak Arta, sehingga keduanya juga terjatuh ke jendela kaca tersebut  dan menyebabkan jendela itu pecah.


Arta dan Aryata berteriak histeris, mereka berdua benar-benar diambang kematian saat ini. Tiba-tiba gedung apartemen itu kembali roboh, menyebabkan tubuh Aryata terseret ke jendela yang pecah, Arta berhasil memegang tangan Aryata. Namun sebagian tubuh adiknya telah berada di luar jendela.


Jika telat sedikit saja maka Aryata benar-benar akan jatuh, Arta berusaha keras mengangkattubuh Aryata kembali masuk ke dalam, namun kekuatannya tak kuat untuk menarik tubuh Aryata secara paksa. Sebab, bisa melukai Aryata jika terkena serpihan kaca yang tampak seperti samurai yang siap menebas musuhnya. Jika saja Aryata sadar, mungkin mereka bisa mengangkatnya.


Arta menangis saat melihat perut Aryata mengeluarkan darah, karena panik ia lantas berteriak."Aryata! Tatap kakak ... Kau harus bertahan!" serunya.


"Ja-jangan khawatir, kak, a-aku baik-baik saja, kok ... Sebaiknya kakak melepaskan tanganku, aku benar--benar tak ku-kuat lagi," sahut Aryata dengan suara terbata-bata sambil menatap kakaknya dengan wajah pucat.


"Apa yang kau bicarakan!? Aku tak akan melepaskanmu, kami tak ingin kehilangan jagoan kecil kami," seru Arta mengeratkan pegangannya.


Jujur saja, saat ini tangan Arta terasa lemas, dia tak kuat lagi menahan tubuh Aryata. Tetapi dia tak ingin melepaskannya, ia tak ingin kehilangan adik kembarnya yang merupakan sosok pahlawan baginya, itu tak akan ia lakukan. Karena Aryata adalah salah satu emas berharga dalam keluarga mereka.

__ADS_1


"Kak, sudah ... lepaskanlah," ucap Aryata lirih, namun tak didengar oleh Arta.


Arta terkejut saat sebuah vas bunga jatuh tepat menabrak kepala belakangnya, kini penglihatnnya kabur akibat pusing. Tubuhnya tiba-tiba juga lemas, dan perlahan-lahan terseret ke dekat lubang itu.


Aryata dengan sisa kekuatannya berusaha melepaskan tangannya secara paksa dari genggaman Arta, tetapi dirinya tak berhasil, Arta benar-benar menggengam tangannya dengan sangat kuat, alhasil Arta terseret keluar.


"Aaa!" teriak keduanya panik. Untungnya Arata berhasil menahan tubuh Arta dengan setengan kesadarannya.


"K-kak, a-aku minta maaf ... Tapi kalian berdua harus tetap hidup, selamat tinggal," ucap Aryata sambil berusaha melepaskan pegangannya secara paksa.


"Aryata! Jangan!" seru Arata dari atas.


"Aryata, jangan lakukan itu," ucap Arta lirih.


Aryata tersenyum."Selamat tinggal," sahut Aryata melepaskan tangannya dari Arta, ia melambaikan tangannya dan ikut jatuh berguguran bersama dengan reruntuhan apartemen itu.


"Aryata! Tidaaaak!" teriak Arta dengan sangat lantang.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Tinggalkan LIKE, COMMENT, SHARE, dan KLIK FAVORIT.....

__ADS_1


__ADS_2