
Nadira yang terjun di sungai, tubuhnya terseret hingga jauh dikota lain. Nadira yang pandai berenang masih bernafas didalam air, ia menggapai sebuah potongan kayu yang mengambang di sungai. ia merintih kesakitan ketika darah keluar dari kepalanya, ia tidak berdaya dan akhirnya tidak sadarkan diri diatas potongan kayu itu. hingga hari berganti Nadira terdampar di sebuah kota asing baginya, ia tergeletak dipinggiran sungai. sampai seseorang melihat tubuh kecil Nadira yang terkulai dengan darah dikepala, seorang wanita paruh baya itu menghampiri Nadira yang tidak sadarkan diri. merasa kasihan wanita itu membawa Nadira pergi dari sana, ia membawa gadis itu kerumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
"bagaimana dia bisa terluka seperti itu? " ucap seorang dokter, wanita itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. ia juga tidak tahu darimana Nadira berasal, gadis malang itu hanya membutuhkan pertolongan untuk tubuhnya yang terluka. dokter memberikan perawatan pada Nadira, nyawanya sempat terancam tapi kembali normal setelah beberapa menit pemeriksaan.
"kau harus lapor polisi untuk ini, siapa tahu kuarga nya sedang mencarinya! " ucap dokter lagi, tapi wanita itu menggelengkan kepala nya.
"tidak perlu, aku seorang ibu panti asuhan. aku akan merawat nya di panti, jika suatu saat ada yang mencarinya pasti akan aku kembalikan pada keluarganya! " ucap wanita itu tersenyum, dokter pun mengiyakan hal tersebut. kemudian hasil tes Nadira sudah disiapkan, ia memberikan sebuah kertas pada wanita itu.
"gadis kecil ini mengalami benturan keras pada kepalanya, mungkin setelah bangun ia tidak mengenali siapapun disini. aku mengira ia mengalami amnesia, yang mungkin akan terjadi hanya sementara! " ucap dokter itu, wanita itu terkejut dan merasa kasihan pada Nadira. dokter meninggalkan wanita itu yang bicara dengan Nadira, dengan sayang ia mengusap kepala Nadira yang sedang diperban.
"aku akan merawatmu sayang, jangan khawatir!" ucap wanita itu tersenyum lembut melihat Nadira yang tidur nyenyak, ia tidak tahu berasal darimana gadis cantik itu berasal. sampai beberapa hari kemudian Nadira mulai membuka matanya, ia menangis saat merasakan sakit pada tangan dan kepalanya. wanita yang setia menemani Nadira itu terkejut, ia mencoba menenangkan diri Nadira yang menangis.
"sayang tenanglah, kamu baik baik saja! "
"sakit, semuanya sakit hiks... " tangis Nadira yang menggema diruangan itu, wanita itu pun panik dan memanggil dokter untuk mengecek keadaan Nadira. sampai tubuh kecil itu disuntik obat penenang dan Nadira tidak sadarkan diri, wanita itu sangat sedih melihat gadis kecil itu kesakitan.
keesokan harinya Nadira membuka matanya, tatapannya kosong dan menyipit saat melihat lampu diatasnya. Nadira merasa tenggorokannya kering, tangan kecilnya menggapai air dalam gelas yang ada diatas meja. tapi seseorang mengambil air itu, wanita yang menolongnya tersenyum dan membantu Nadira untuk meminum airnya. setelah meminum air itu, Nadira kembali diam ia menatap seseorang yang berada didepannya. banyak orang, dokter perawat dan juga wanita yang menyelamatkannya.
"sayang katakan siapa namamu? " ucap wanita itu lembut, dibelainya rambut lembut Nadira yang tergerai. Nadira hanya diam tanpa menjawab, karena sekali gerak kepalanya terasa sangat berdenyut. dokter menjelaskan Nadira mengalami shock yang belum hilang, ketakutan masih terlihat diwajah Nadira. gadis itu menangis lagi dalam pelukan wanita itu, dipeluk dengan kehangatan disana. semakin Nadira mengingat tentang dirinya, maka Nadira akan semakin merintih kesakitan pada kepalanya.
__ADS_1
"kalian siapa, aku sangat takut! " ucap Nadira lirih tapi masih terdengar, wanita itu tersenyum dan memegang wajah gadis itu.
"aku adalah nenekmu, kamu cucuku Anin! " ucap wanita itu yang asal bicara, Nadira langsung mendongak dan menatap wanita yang dipanggil nenek itu. "iya kamu hanya perlu ingat aku adalah nenekmu, dan kamu adalah Anin! " ucap nya tersenyum, Nadira hanya mengangguk dan memeluk lagi dengan tangisnya. dokter mengatakan kalau wanita itu melakukan hal yang tepat, demi kesembuhan gadis itu dengan perlahan.
...****************...
Nadira dibawa pulang karena keadaannya yang sudah sehat, rumah itu bisa disebut sebagai rumah panti asuhan. begitu banyak anak anak disana, ternyata wanita yang menyelamatkannya adalah ibu panti disana. mereka semua memanggil nenek panti, Nadira yang takut melihat keramaian bersembunyi dibelakang nenek panti itu. dengan lembut nenek panti menggandeng tangan Nadira untuk masuk, gadis itu masih terdiam dengan banyak kebingungan.
tubuhnya dikejutkan karena secara tiba tiba menabrak seseorang, Nadira tidak jatuh karena yang menabraknya langsung memegang tubuh Nadira. tubuh gadis itu masih lemah, bahkan luka dikepalanya masih diperban dan belum sembuh total. Nadira sembunyi dibelakang nenek panti, ia merasa nyeri pada tubuhnya karena ditabrak.
"maafkan aku sayang, apa kau baik baik saja? " ucap seorang wanita yang keibuan, ia melihat Nadira yang merasa ketakutan sembunyi di belakang nenek panti.
"dia mengalami kecelakaan, tubuhnya sangat lemah! "
"kau ingin merawatnya, maka bawa lah dia kerumahmu dan jadilah ibunya! " ucap nenek itu, ibu itu merasa senang dan berjalan untuk mencari Nadira. ia menemukan Nadira yang duduk diatas kasur, tatapannya kosong melihat kearah jendela. perlahan tapi pasti, ibu itu berjalan hingga duduk disamping Nadira. kehadiran seseorang membuat Nadira menoleh, ditatap nya tanpa diketahui apa yang sedang dipikirkan gadis itu.
"sayang, mari kita pulang kerumah? " ucap Ibu itu, Nadira hanya terdiam tanpa menjawab. "sayang aku adalah ibumu sekarang, ayo kita pulang kerumah dan istirahat dirumah! " ucap Ibu itu lagi, Nadira dibawa ke pelukannya yang hanya diam itu. tapi Nadira menurut saat ibu Itu menggendongnya, Nadira mengeratkan pelukannya pada pundak wanita itu.
setelah pulang dari rumah panti, wanita itu kembali kerumahnya sendiri. meskipun rumah itu tidak sebesar orang lain, tapi rumah itu terlihat rapi dan terasa nyaman. Nadira digandeng masuk kedalam rumah itu, sepi tidak ada orang didalam rumah itu. wanita itu adalah seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya karena kecelakaan, bahkan hubungan mereka belum sempat memiliki seorang anak. ibu itu bernama ibu Sarah, semenjak saat itu ia hidup sendiri didalam rumahnya. ketika melihat Nadira beberapa jam yang lalu, ia sangat menyukai gadis yang lemah itu. ibu Sarah berlutut di hadapan Nadira, diusap nya anak rambut Nadira yang mengenai wajah cantik itu.
__ADS_1
"aku mau nenek, kamu siapa? " ucap Nadira yang akhirnya bersuara, ibu Sarah tersenyum dan mencium kedua tangan Nadira.
"sayang aku adalah ibumu, sekarang kamu tinggal dengan ibu dirumah ini. kalau nanti kamu rindu sama nenek, ibu akan mengantarmu menemui nenek, hem? " ucap ibu Sarah lembut, Nadira menatap wanita yang tersenyum cantik padanya. Nadira memegang pipi ibu Sarah, karena wanita itu sempat meneteskan air mata.
"ibu... " ucap Nadira lirih, sunggu hati ibu Sarah sangat tersentuh. sungguh hal itu yang selalu diharapkannya, ibu Sarah memeluk tubuh kecil Nadira dengan erat dan mencium kening Nadira berulang kali.
"iya sayang, aku adalah ibu mu sekarang! " ucap Ibu Sarah tersenyum dengan tangisnya, Nadira hanya membalas pelukan itu dengan diam.
beriminggu minggu berlalu, kehidupan Nadira diatur oleh ibu Sarah. wanita itu merawat Nadira dengan baik, sampai gadis itu sembuh dari sakitnya. Nadira perlahan tersenyum pada Sarah, bahkan gadis itu sudah bisa diajak bicara oleh Sarah. wanita itu memberikan nama Anindhira pada Nadira, ia melihat kalung yang dipakai Nadira hanya bertuliskan nama dira. Akhirnya ia menyatukan nama yang diberikan nenek panti dan nama yang tertulis dikalung itu, Nadira pun menoleh ketika namanya dipanggil sebagai Anin.
Sarah selalu mengajak gadis itu untuk beradaptasi, agar jika bertemu orang baru Nadira tidak takut. Nadira sangat senang dibawa ketempat yang nyaman, sampai gadis itu datang kerumah panti dan memeluk nenek panti dengan girang. nenek panti senang melihat itu, dugaannya benar bahwa Sarah berhasil menjaga gadis malang itu.
"Anin senang tinggal dengan ibu? " ucap nenek panti, Nadira menoleh dan tersenyum dengan mengangguk. nenek panti tidak menyangka gadis itu tersenyum, dengan lembut ia mengusap rambut Nadira.
"kemarin aku berhutang pada orang itu lagi, Anin dioperasi untuk mengangkat gumpalan darah di kepala nya. aku bingung ibu, bagaimana aku akan membayar hutang itu! " ucap Sarah sedih, nenek panti juga merasa kasihan dan memeluk Sarah. "jika mereka mengambil toko ku tidak masalah, yang penting aku memiliki Anin. tapi jika tidak ada toko itu, bagaimana aku memberikan biaya hidup untuk gadis itu! "
"kamu bisa Sarah, gadis itu akan menjadi kekuatanmu. kamu tidak sia sia telah merawatnya, dia akan selamanya bersama denganmu! " ucap nenek panti, Sarah mengangguk dan tersenyum.
setelah hari menjelang sore, Sarah membawa Nadira pergi dari sana dan kali kerumah. nenek panti membawa sebuah boneka besar milik anak anak panti, ia membawa boneka itu pergi dari rumah panti itu. nenek panti menggali sebuah lubang disana, dan mengubur boneka itu sangat dalam. ia mengukir batu nisan dengan tulisan Nana. tujuan nenek panti adalah menghilangkan identitas Nadira, jika suatu hari ada yang mencari gadis itu ia akan menunjukkan kuburan itu. nenek panti tidak tahu nama Nadira, yang ia tahu hanyalah Nana dan mungkin itu sekilas nama gadis yang ia selamatkan.
__ADS_1
nenek panti tidak pernah melihat kebahagiaan Sarah, sekarang ia baru melihat wanita itu tertawa dengan bahagia. nenek panti tidak ingin Sarah terluka jika ada yang memisahkannya dengan Nadira, karena dua orang itu sudah sangat
cocok. nenek itu yakin Sarah bisa merawat Nadira hingga dewasa, dan dapat dipastikan itu.