Maaf Yang Terlambat

Maaf Yang Terlambat
Bab 12


__ADS_3

Semenjak kejadian pagi itu, sikap Dave terhadap istrinya berubah seketika. Tak ada lagi senyum hangat yang selalu ditujukan untuknya. Sorot mata yang dulu selalu memancarkan cinta dan sayang juga entah dimana.


Saat Nayla mencoba mendekati, ia selalu memasang wajah dingin dan langsung menghindar. Dan bila diajak bicara ia hanya menjawab seperlunya saja.


Nayla menangis sedih dengan perubahan mendadak yang terjadi pada suaminya. Ia bingung, tak tahu apa kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga cinta yang selalu terpancar di wajah Dave seolah hilang ditelan bumi.


Nayla tak menyerah, ia terus berusaha mendekati suaminya dan mencoba merayu dengan ucapan-ucapan yang membuat gairahnya tersulut. Namun semakin ia mencoba mendekat, semakin Dave menjauh.


Pernah suatu ketika Nayla mencoba merayu dengan membuka kancing baju yang Dave kenakan dan mendesah di telinga agar gairahnya tersulut dan mau menyentuhnya. Namun Dave malah menepis tangannya lalu berlalu pergi dan tak kembali. Hingga berakhir dengan Nayla yang menangis dalam kedukaan.


Dan bukan hanya itu saja perubahan yang terjadi pada diri suaminya, karena kini ia selalu pulang larut malam. Dan bila ditanya, Dave selalu menjawab bahwa ia sedang lembur. Padahal Nayla tahu pasti bahwa tidak ada rapat atau pekerjaan di kantor yang mengharuskannya bekerja lembur.


Bukan hanya dirumah, di kantor pun Dave selalu bersikap dingin dan seolah-olah tak ada hubungan apapun diantara mereka. Dan bila ditanya, dia selalu menjawab tak ingin membuat gosip diantara para karyawan dan ingin menjaga martabatnya sebagai pemimpin perusahaan.


Nayla semakin sedih dengan perubahan Dave itu. Ia tak tahu harus bertanya pada siapa. Malam-malam yang dingin selalu ia lalui dengan kesendirian.


Sujud aku dikakimu mohon kesadaran, bilakah berakhir jalan yang kini kau tempu


Lupa ataukah sengaja kau menyakitiku, hingga masa indah dulu hilang bagai debu


Menangis kita berdua, tertawa kita bersama. Andaikan cinta bicara, bibir tak mampu berkata


Sujud aku di kakimu....


Cinta bukanlah kapal di lautan luas. Berlabuh hanya sekejap lalu pergi lagi

__ADS_1


Pulang malam, pergi pagi ku tak marah. Asalkan ada basa-basimu....


Tiga hari sudah Dave bersikap dingin terhadap Nayla. Tak tahan dengan kebungkaman dan sikap dingin sang suami, Nayla memutuskan untuk mengajaknya bicara dari hati ke hati dan mencari tahu apa penyebab di balik semua perubahannya ini.


Nayla terus terjaga di atas sofa di ruang tamu, sengaja menunggu kepulangan Dave untuk mengajaknya bicara.


Orang bilang menunggu adalah sesuatu yang membosankan, tapi tidak bagi Nayla. Hatinya justru diliputi oleh kecemasan karena suaminya yang tak kunjung pulang, padahal malam sudah semakin larut. Ia khawatir terjadi sesuatu pada suaminya.


Berulangkali ia mencoba menghubungi ponsel Dave. Namun tak satupun dari panggilannya yang diangkat. Bahkan setelah panggilan yang terakhir, ponsel Dave justru tak aktif lagi.


Nayla tak menyerah, ia mencoba menghubungi kantor dan bertanya apakah suaminya masih di sana. Namun pihak kantor malah mengatakan bahwa ia sudah pulang sejak tadi sore.


Hati Nayla semakin diliputi oleh kecemasan. Ia hanya berharap semoga suaminya dalam keadaan baik-baik saja. "Ya Allah, jagalah suamiku dimanapun dia berada. Jangan biarkan hal buruk terjadi padanya. Dan bawalah dia segera kembali padaku," pintanya dalam doa.


...****************...


Dave terus meracau dan berteriak tak jelas. Ia mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kotor yang ia sendiri tak menyadarinya.


"Dasar sialan kau, Nayla. Kau tak lebih dari seorang ****** murahan yang berwajah malaikat. Kau sangat pandai menyembunyikan wajah aslimu dari semua orang. Dirimu tidaklah sebaik yang orang lain kira.


"Menyesal aku karena sudah menikahimu karena kau sudah tak suci lagi. Andai aku tahu bahwa aku bukanlah yang pertama menyentuhmu, tak mungkin aku sudi menikah denganmu."


Seorang petugas keamanan datang mendekat karena Dave terus meracau dan berteriak. "Maaf, tuan. Sebaiknya anda pulang sekarang karena anda sudah mabuk berat. Tindakan anda sangat mengganggu pengunjung lainnya."


Entah akal sehatnya yang sudah hilang atau memang kondisinya yang tengah mabuk karena pengarus minuman keras, diperingatkan seperti itu bukannya diam dan meminta maaf, Dave justru marah-marah dan menantangnya untuk berduel. "Maju sini kau kalau berani!."

__ADS_1


Usai mengatakan itu Dave berdiri sempoyongan dan memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang. Namun kondisi tubuhnya yang masih berada dalam pengaruh minuman keras membuat tinjunya hanya mengenai udara kosong dan tak tentu arah.


Perbuatannya ini sontak memancing keributan dan menjadi. Bahan tontonan pengunjung, membuatnya semakin marah tak terkendali yang malah berakhir dengan tubuhnya terjerembab di lantai.


Tak ingin mengambil resiko, terpaksa petugas keamanan memanggil seorang temannya lalu menyeret dan menghempaskan tubuh Dave keluar Klub. "Pergi kau dari sini dan jangan pernah kembali lagi!" ucap salah satu petugas.


Diperlakukan seperti sampah yang terbuang membuat Dave semakin marah. "Kurangajar! Dasar kalian manusia sampah. Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dan mengirim kalian ke neraka" teriaknya kesetanan. Mata melotot tajam sambil jari telunjuk mengarah ke arah petugas satu persatu.


Petugas tersenyum mengejek mendengar ancaman Dave. Mereka memilih pergi meninggalkannya daripada meladeni amukannya. "Dasar manusia gila" umpat salah satu petugas.


"Haah...." teriak Dave marah. "Sial, dasar sial...." Ditendangnya pembatas jalan untuk melampiaskan kekesalan namun malah berakhir dengan dirinya yang mengaduh kesakitan.


Malam semakin larut, Dave memutuskan segera pulang. Ia menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat dan meminta untuk mengantarkan ke apartemen tempat dirinya dan Nayla tinggal.


Taksi berputar arah dan membawa tubuh Dave ke alamat yang dimaksud.


Tak berselang lama taksi pun sampai. Dave membayar ongkos dan menuju nomor unit apartemennya.


Setibanya di depan pintu, ia menggedor dan berteriak keras. "Nayla, cepat buka pintu!."


Nayla yang tak sengaja tertidur di sofa lantaran menunggu suaminya yang tak kunjung pulang pun terkejut setengah mati mendengar gedoran yang begitu keras di tengah malam. Cepat-cepat ia merapikan pakaiannya dan membukakan pintu takut suaminya semakin marah karena lama menunggu.


Cekrek....kriet...


Pintu terbuka, namun tubuh Dave malah ambruk menimpa dirinya. Sontak Nayla menahan tubuh sang suami agar tak jatuh ke lantai. Aroma alkohol menguar dari tubuh sang suami saat tubuh mereka saling bersentuhan.

__ADS_1


Niat hati hanya ingin menolong, namun Dave malah mendorong tubuhnya hingga membuatnya jatuh terjerembab.


Nayla segera bangkit. Tak dihiraukannya rasa sakit di tubuh akibat terjatuh tadi. Ada hal lebih penting yang harus ia tanyakan. "Dave, kamu dari mana saja sampai pulang selarut ini? Dan kenapa tubuhmu bau alkohol?."


__ADS_2