Maaf Yang Terlambat

Maaf Yang Terlambat
Bab 27


__ADS_3

"Jadi, bagaimana hasil dari penyelidikan kalian semalam? Apa kalian sudah tahu siapa dalangnya?."


Seorang lelaki tengah berdiri tegak dalam kegelapan dengan posisi membelakangi lawan bicara. Suaranya yang dingin membuat suasana yang baru beranjak pagi itu menjadi memcekam. Hanya ada tiga orang saja dalam ruangan yang gelap dan pengap tersebut.


Dialah Abhimana bersama dengan dua orang bodyguarnya. Mereka tengah membicarakan dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Farrel kemarin di sebuah ruang rahasia di sebuah bangunan tua dimana Abhimana biasa membicarakan masalah penting dengan para bodyguard.


Seorang bodyguard maju mendekati Abhimana. "Sudah, Tuan" jawabnya.


"Bagus! Sekarang katakan, siapa orangnya?."


"Menurut sumber informasi yang dapat kami percaya, dalang dibalik kecelakaan yang menimpa tuan muda kemarin adalah seorang pengusaha di kota A bernama Jerry."


Abhimana menautkan kedua alis mendengar nama yang disebutkan oleh bodyguard-nya. "Jerry? Seorang pengusaha? Siapa dia? namanya terdengar sangat asing di telingaku."


"Dia adalah pemilik dari perusahaan indomotorice, sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang otomotif. Nama perusahaan ini melambung tinggi setelah sukses menjadi promotor dalam sebuah ajang balap internasional baru-baru ini."


Abhimana mangut-manggut mendengar penjelasan bodyguard-nya "Oh, pantas saja aku tidak mengenal namanya. Ternyata hanya seorang pemilik dari sebuah perusahaan kecil."


"Lalu kenapa dia sampai mencelakai Farrel? Apa alasannya? apa karena persaingan bisnis? Tapi bukankah kita bergerak di bidang yang berbeda?."


"Dari informasi yang kami dapatkan, dia tidak merestui hubungan antara tuan muda dengan putrinya karena menganggap tuan muda tidak sederajat dengan keluarga mereka."


"Apa? Sombong sekali dia. Baru memiliki perusahaan kecil saja sudah belagu Memangnya seberapa kaya dia sampai menganggap Putraku tidak sederajat dengannya? apa kekayaannya lebih banyak dari kekayaan yang aku miliki?," geram Abhimana emosi.


"Maaf, tuan, tapi ada alasan kenapa dia menganggap tuan muda tidak sederajat dengan keluarganya."


"Memangnya apa alasannya?," tanya Abimana cepat, berbalik menghadap lawan bicara.

__ADS_1


"Tuan muda selalu menyamar sebagai seorang pemuda biasa selama menjalin hubungan dengan putrinya. Dan begitu mengetahuinya, Jerry mencelakai Tuan muda dengan sengaja mensabotase mobil yang dikendarai olehnya hingga mengalami kecelakaan parah untuk menyingkirkannya dari hidup putrinya."


Abhimana langsung mendengus mengangkat dagu dan menunjukkan wajah bengisnya. "Oh, jadi dia sangat bangga dengan kekayaan yang dimilikinya hingga menganggap rendah orang lain. Tapi ternyata dia memilih lawan yang salah. Dia belum tahu putra siapa Farrel sebenarnya."


"Baiklah, kalau begitu aku akan membuat perusahaannya bangkrut hingga jatuh miskin agar dia tahu bagaimana rasanya direndahkan oleh orang lain karena menjadi orang miskin."


...****************...


Dengan sedikit berbohong pada sang istri dengan mengatakan bahwa ada urusan mendesak di kantor yang harus segera ia selesaikan, pagi itu Abhimana berangkat menuju kota A untuk sebuah misi penting.


Setibanya di kota tersebut, Abhimana bersama empat orang Bodyguard memasuki Atrium Mall di pusat kota A dengan mengenakan setelan jas hitam lengkap.


Di dalam mall ini sedang diselenggarakan acara lelang yang diikuti oleh beberapa perusahaan di bidang otomotif termasuk perusahaan indomotoris yang sudah dibidik Abhimana sejak kemarin.


Acara lelang yang digelar untuk sebuah kegiatan amal itu dihadiri oleh lumayan banyak pasang mata yang berkumpul di lantai dasar Mall ini.


Abhimana masih duduk menunggu dengan tatapan tajam tanpa melihat ke arah lain ataupun mengikuti acara yang berjalan lumayan seru dengan persaingan harga antar pengunjung yang hadir.


Tiba giliran perusahaan indomotorice yang juga tergolong perusahaan baru di kota A itu mengeluarkan produknya untuk dilelang.


Sudah sekian waktu namun belum ada peminat yang mencoba melempar penawaran meski dengan harga yang paling rendah.


"Eh, nggak laku!" geram Abhimana sinis saat melihat mobil yang diikutsertakan dalam lelang hari itu. "Gitu aja sombongnya sudah selangit!."


Merasakan belum ada orang yang melirik barang yang ditawarkan, Abhimana sudah ingin mengangkat tangannya namun sudah kalah cepat dengan salah satu pengunjung yang ternyata melempar penawaran sedikit lebih tinggi namun tidak ada seujung kuku bagi seorang Abhimana yang termasuk dalam jajaran lima orang terkaya di negeri ini.


"Benar untuk amal atau cari keuntungan? habis kamu denganku!," gerutunya semakin mengeraskan tulang rahang seakan ingin sekali menerkam hidup-hidup pemilik perusahaan yang yang terlihat tengah memamerkan senyuman di atas panggung saat ini.

__ADS_1


Ditunggu beberapa saat dan belum ada saingan akhirnya Abhimana pun mengangkat tangan dan melempar harga 10 kali lipat lebih tinggi dari harga barang yang ditawarkan hingga membuatnya menjadi pusat perhatian saat ini.


"Wah, bapak Abhimana Haidar rupanya. Selamat, Anda telah memiliki mobil yang digadang-gadang sebagai mobil masa depan ini."


Suara pembawa acara yang menggelegar jelas semakin membuat semua yang ada di atrium ini memusatkan pandangannya pada pria setengah baya namun masih gagah dan tampan diusianya yang tidak muda lagi yang duduk di kursi belakang. Pria yang tidak berdiri namun sudah menjadi sorotan itu masih berwajah datar dan memandang dingin ke semuanya.


Siapa yang tidak mengenal sosok Abhimana Haidar, seorang pebisnis sukses yang bisnisnya menjamur hampir di seantero negeri.


"Bawa keluar semua mobil yang sudah saya beli sekarang!."


Menghadapi permintaan yang tak biasa, panitia lelang diikuti oleh pembawa acara turun panggung dan membawa keluar 10 unit mobil yang dilelang oleh perusahaan indomotorice yang sekarang telah menjadi miliknya.


Bersamaan pula Abhimana memberi kode singkat pada Jimmy yang lantas diikuti oleh Kepala bodyguard-nya itu dengan menekan sebuah nomor di handphonenya. Pria itu menerima kunci mobil dari panitia, lalu hal yang tak terduga terjadi.


Sebuah alat berat didatangkan yang kemudian diletakkan tepat di samping di mana mobil itu terparkir hingga menimbulkan suara cukup gaduh dari bibir pengunjung lainnya.


Pembawa acara itu sampai dibuat bingung karena baru saja ia menyodorkan sebuah mikrofon dan akan bertanya singkat pada Abhimana yang masih tanpa ekspresi di tempat ini.


"Hancurkan semua mobil yang saya beli Jangan sampai ada yang tersisa. Langsung hancurkan sekarang juga!."


...****************...


Beberapa hari kemudian Abhimana mendapatkan sebuah kabar baik dari Jimmy dan lantas menyunggingkan senyum misteriusnya.


"Buntut dari sikap Anda di acara lelang tempo hari, hampir semua produk perusahaan indomotorice tidak laku di pasaran. Bahkan salah satu e-commerce pun memutus kerja sama karena menilai produk indomotories gagal produksi. Bersamaan dengan itu, harga saham mereka pun ikut anjlok. Sekarang tinggal menunggu waktu saja kapan mereka bangkrut."


"Bagus!." Abhimana mengangguk puas karena telah berhasil menyingkirkan semut kecil yang dengan mudah ia musnahkan tanpa mengeluarkan ototnya sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2