Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Savrinadeya ( Revisi )


__ADS_3

Turin Italia


"Domba, kita ikuti?" tanya Shohei.


"Yup. Aku punya perasaan tidak enak." Shaun menyimpan novelnya dan Shohei menyimpan kanvasnya lalu keduanya naik motor Ducati mengikuti mobil yang membawa Kefka.


***


Di Dalam Mobil Alfa Romeo Stelvio


"Kita kemana Signor Guilherme?" tanya salah seorang pengawalnya.


"Dimana Savrinadeya Bianchi bekerja?" tanya Kefka.


"Di sebuah biro psikologi daerah Valette."


"Jam berapa biasanya dia keluar?"


"Biasanya jam dua siang."


"Kita kesana. Ada senjata?" tanya Kefka dan menerima senjata dari pengawal yang mengambil nya dari dalam dashboard.


"Signor, kita kesana?"


"Kita kesana."


Mobil bewarna hitam itu pun melaju menuju ke area Valette.


***


"Domba, ini arah kemana?" tanya Shohei via earpiece nya.


"Sepertinya ke arah Valette... Che Caz*zo ( F*** )!" umpat Shaun.


"Apa? Ada apa?" tanya Shohei.


"Nyonya Savrinadeya bekerja di daerah Valetta. Shohei, mereka ke tempat nyonya Savrinadeya !"

__ADS_1


"Apa? Apakah kita hubungi Vic dan Hyde-chan?"


"Semoga perasaan ku salah, badut... Semoga mereka tidak melakukan apa yang aku pikirkan." Shaun menjaga jarak dengan mobil itu.


***


Biro Psikologi Anak-anak Berkebutuhan Khusus


Sementara itu di area Valette terdapat sebuah gedung mirip ruko berderat tapi disana berisikan klinik kesehatan berbagai macam. Ada yang untuk dokter umum, gigi, kulit, THT dan psikologi serta psikiater.


Savrinadeya menempati salah satu tempat dari bangunan itu bersama dengan para psikolog dan psikiater lainnya yang memiliki lisensi berbeda-beda. Savrinadeya mengkhususkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti mengalami kekurangan macam dirinya yang tuna rungu, atau tuna lainnya. Savrinadeya ingin para orang tua dan anak saling paham serta mendukung bahwa anak-anak yang memiliki kekurangan itu juga istimewa. Savrinadeya menerapkan pengalamannya sendiri yang dibesarkan penuh cinta oleh kedua orang tuanya dan support adiknya, Devan McCloud.


"Signora Bianchi, siamo pronti per tornare a casa ( kita siap-siap pulang )?" tanya Mikaela, asistennya.


"Andiamo a casa. Voglio già mangiare le lasagne ( Yuk pulang. Aku sudah ingin makan lasagna )" ucap Savrinadeya dengan bahasa isyarat.


"Signora? Sudah siap?" tanya Idris, pengawalnya.


Savrinadeya mengangguk sambil tersenyum. Let's go home. Istri Antonio Bianchi yang tuna rungu itu pun mengambil tas Hermès nya serta tas jinjng berisikan laptop


"Signora, butuh bantuan?" tawar Idris pengawalnya yang berkulit hitam.


"Anda yakin?" senyum Idris yang berbadan tinggi besar membuat Savrinadeya menjadi tampak mungil di sebelahnya.


Positif. Savrinadeya berjalan bersama Idris dan Mikaela menuju mobil Range Rover yang terparkir di gedung yang berisikan banyak klinik kesehatan disana. Mobil Savrinadeya berada di sisi kiri yang tinggal keluar dari parkiran menuju jalan raya.


"Mikaela, mau bareng?" tawar Idris.


"Tapi arah rumah ku dan rumah Signora Bianchi berbeda" jawab Mikaela.


Tidak apa-apa. Yuk barengan. Ajak Savrinadeya sambil tersenyum.


Mikaela tersenyum dan melangkah mendekati Idris dan Savrinadeya yang berdiri dekat mobilnya tanpa memperhatikan adanya mobil Alfa Romeo Stelvio yang mendekati mereka.


Idris melihat penumpang mobil itu menurunkan jendelanya dan mengeluarkan senjata api.


"GUUUNNN ! MERUNDUK !" teriak Idris.

__ADS_1


DOR ! DOR ! DOR ! DOR ! DOR !


Mobil bewarna hitam itu langsung melesat setelah melepaskan lima tembakan membuat ketiga orang itu ambruk.


***


Shaun dan Shohei melongo melihat kejadian yang terjadi sangat cepat di depan mereka. Keduanya bergegas menuju area parkir dan melihat tiga orang tergeletak bersimbah darah.


"Nyonya Savrinadeya !" teriak Shaun yang langsung memarkirkan motornya dan menghampiri Savrinadeya.


Shohei langsung mendekat ke kedua orang disana setelah memarkirkan Ducati nya. "Domba ! Gadis ini tewas !"


"Kita bawa ke rumah sakit ! Nyonya Deya masih bernafas !" Shaun menggendong tubuh Savrinadeya dan segera memasukkan ke dalam mobil sedangkan Shohei memeriksa Idris yang masih bernafas.


"Come on Bro ! Kita ke rumah sakit !" Shohei membantu Idris bangun dan masuk ke dalam mobil. "Kalian, telepon polisi !" teriak pria Hongkong itu ke arah kerumunan orang.


"Badut ! Kamu pegang nyonya Savrinadeya di kursi belakang ! Tahan lukanya agar darahnya tidak keluar banyak !" perintah Shaun yang segera masuk ke dalam kursi pengemudi.


Shohei segera memegang tubuh Savrinadeya yang lemah di kursi belakang, sedangkan Idris yang tertembak di perutnya duduk di kursi depan.


Shaun langsung menyetir kencang mobil mewah itu menuju rumah sakit sedangkan Shohei memeriksa luka tembak yang dialami Savrinadeya.


"Katakan Shohei ! Dimana luka tembak Nyonya?" tanya Shaun sambil menyetir.


"Bahu kiri, Shaun... Dan perut. Dia kehilangan banyak darah ! Cepat Shaun !"!


Shaun langsung menginjak gas lebih dalam lagi.


"Siaaaaallllll !!!" teriak Shaun marah.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )


__ADS_2