Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Alert di Jakarta dan Brussels


__ADS_3

Jakarta, Indonesia


Valentino, Arkananta, Dewananda, Radyta, Remy dan Romeo tampak tercenung saat mendengar penjelasan Luke dan Dante bahwa di balik semua kekacauan ini, ternyata ada vendetta yang melebihi dendam Kesumat yang digalakkan Vicenzo.


"Apakah mereka bakalan datang ke Jakarta, bang?" tanya Arkananta.


"Mereka saja berani mengirimkan Cell ke dalam Paddock Ferrari dan menembak Radhi. Bisa kalian bayangkan seberapa nekadnya mereka" jawab Dante. "Dan itu lokasinya di Abu Dhabi ! Bukan di Imola, bukan di Spanyol atau negara barat lainnya !"


Valentino menoleh ke arah Dewa. "Elu yang harus waspada Wa. Bukan apa-apa, elu paling kagak pernah ikutan acara gegeran jadi diincar, macam Si Radhi."


Dewa hanya manyun. "Tapi aku kan makhluk cinta damai apalagi sama durian... Cinta banget !"


"Kagak usah diperjelas cumiii ! Semua suka durian kecuali Rombeng !" balas Arkananta.


"Yang jelas semakin hati-hati. Apalagi Alina dan Sagara harus elu jaga!" ucap Valentino. "Alina bukan macam Katya, Ara atau Jules yang bisa bela diri. Bukan macam Ratih, istrinya Radyta yang atlet taekwondo atau Maharani istrinya Remy yang atlet Wushu."


Dewa terdiam. "Kamu benar, Alina memang berbeda. Dia memang bidadari untuk Dewananda Hadiyanto..." seringai CEO Bank Arta Jaya itu membuat semua melengos sebal.


***


Kediaman Keluarga Hadiyanto


"Serius itu jadi panjang urusannya?" tanya Bagas saat mereka semua makan malam.


"Iya. Jadi Jeng Alina, besok mulai dikawal ya kalau pergi antar Saga sekolah. Bukan apa-apa, demi keselamatan kita semua. Wong Radhi yang di sirkuit saja jadi korban, Deya juga ..." Dewa menatap istrinya yang sedang makan bersama Sagara.


"Baik mas" jawab Alina. Bagi wanita ayu itu, mendengar keluarganya dalam bahaya, sudah semestinya dia mendengarkan ucapan suaminya. Alina memang tidak mau ikutan seperti iparnya Ajeng, yang belajar menembak.


Bagas dan Safira saling berpandangan dengan perasaan khawatir dengan keselamatan anak menantu dan cucu mereka macam Raiden yang diculik. Raiden dan Sagara hanya selisih setahun tapi soal kreatif, Sagara kalah sama Raiden.


***


Turin Italia


"Sekarang kita ngapain ..." tanya Vicenzo.


"Ke pabrik Ferrara. Aku penasaran... " jawab Hyde.


"Yuk. Aku sedikit khawatir dengan keluarga Jakarta... Aku tidak bilang Saki, Kai, Aizen tidak bisa membela diri tapi ... Sagara, Rahandika anaknya Oom Radyta dan Orion anaknya Oom Remy masih kecil-kecil."


"Sagara seumuran Dendeng tapi soal kreatif... Dia sangat dingin. Beda banget sama Oom Dewa." Hyde menoleh ke arah Vicenzo yang berjalan sambil membawa kunci Range Rover.


"Kamu pakai kevlar?" tanya Vicenzo.

__ADS_1


"Pakai lah ..." Hyde juga menunjukkan tas nya yang berisi kunai dan shuriken.


"Dasar ninja Hatori !" gumam Vicenzo.


***


Istana Brussels Belgia


Sean dan Greg tampak geram saat mendengar bahwa semua keluarga besar istrinya, menjadi incaran banyak penjahat termasuk oknum dari CIA dan ABIN ( biro Federal Brazil ). Di Brussels, mereka aman, tapi kedua anak kembarnya berkuliah di Jenewa Swiss dan Jerman. Otomatis pengawal bagi si kembar Alisha dan Avaro.


"Bagaimana dengan trio ABC, your highness?" tanya Greg yang juga cemas dengan triplets Raj Rao dan Gemintang Lexington.


"Mereka juga mendapatkan pengawalan lebih dari biasanya meskipun aku tidak yakin trio ABC akan kalem..." Sean sampai pusing mendengar kekacauan si kembar tiga itu di sekolah. Kalau salah satu berkelahi, dua lainnya juga ikutan. Charusmita atau biasa dipanggil Mita, meskipun cewek sendiri, tidak perduli dan tetap hajar bleh bersama dengan saudara kembarnya Ararya atau Arya dan Benoit atau Ben.


"Kita harus waspada, Your Highness. Tuan Radhi Blair sudah kena, Nyonya Savrinadeya juga ... Bahkan pangeran Arsya pun nyaris jadi korban."


"Kamu benar Greg. Awasi orang - orang yang masuk ke Brussels dari Brazil. Semua orang harus diawasi. Aku tidak mau kecolongan ! Sampaikan pada pihak imigrasi! " ucap Sean tegas.


"Baik Your Highness."


***


Pabrik Ferrara Turin Italia


Vicenzo memarkirkan mobilnya di balik jalan yang tidak terlihat dari lokasi dan memilih jalan berdua menuju cafe yang terdapat diatas bukit hingga bisa melihat kondisi pabrik dari sana.



Vicenzo Bianchi Mancini


"Sudah kamu rekam Shohei?" tanya Hyde.


"Sudah Hyde-chan... " jawab Shohei yang merekam melalui earpiece nya.


"Pabriknya tidak memproduksi anggur. Aku tidak melihat adanya anggur dimana pun, Hyde."


Hyde melihat pabrik itu dengan kacamata yang sama. "Kita rekam dulu ..." ucap pria berdarah Jepang Italia itu.



Hyde Bianchi


Seorang pelayan membawakan kopi bagi kedua bersaudara itu. Vicenzo dan Hyde mengucapkan terima kasih lalu kembali mengawasi pabrik itu lagi.

__ADS_1


"Beneran Hyde, tidak ada anggur sama sekali. Yang ada hanya biang kaca untuk dijadikan botol anggur" ucap Vicenzo.


"Aku yakin itu berisikan narkoba, Vic" ucap Hyde.


"Absolutely... "


***


Rumah Sewa Luke Bianchi


JJ dan Giovanni menerbangkan drone dengan bentuk burung agar berkamuflase. Keduanya melihat kondisi markas Ferrara tampak sepi seperti tidak ada kegiatan yang signifikan hanya beberapa tukang kebun bersama dengan pengawal disana.


"Pada kemana Gio?" tanya JJ.


"Aku rasa sebagian dari mereka berada di pabrik yang sedang diawasi Hyde" jawab Giovanni sambil mengawasi drone dari layar nya.


"Jangan-jangan yang di pelabuhan kemarin, itu baru kloter pertama, Gio."


"Iya... Meskipun Manuel Raymundo masih punya uang tapi kan dia harus mendapatkan dana segar." Giovanni menoleh ke arah JJ. "JJ, ada pergerakan dari mansion..."


"Rekam terus Gio. Shohei dan Shaun sedang sibuk merekam pabrik dari pengawasan Hyde-chan dan Vicenzo-san" ucap JJ.


"Oke."


***


Markas BIN Jakarta


Lucas Syahputra mendapatkan informasi dari Luke Bianchi bahwa yang diincar oleh para kartel Brazil bukanlah Dewananda Hadiyanto melainkan Romeo Akihiro, dokter jantung yang juga suami Juliet Reeves.


Cicit keponakan Irjen Manggala Syahputra itu lalu berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memberikan daftar pendatang dari Brazil dan Italia dengan visa turis dan bisnis.


"Jalankan Intel di tempat keluarga klan Pratomo bekerja. Jangan sampai Jakarta kecolongan seperti di Turin dan Abu Dhabi ! Aku tidak mau ada korban jiwa dari keluarga yang sudah membantu kita selama ini ! Mereka tidak akan maju duluan jika tidak disenggol !" perintah Lucas ke semua anak buahnya.


"Baik pak !"



Visual Sagara Hadiyanto Dewasa


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2