Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Syarat Pulang


__ADS_3

Markas Yakuza Takara Tokyo Jepang


"Yuk aku antar pulang... " ajak Hyde saat mengantarkan Kana keluar dari gedung markasnya yang mirip dengan perkantoran.


"Tidak, terimakasih Hyde-kun. Kan sepeda aku masih di gedung apartemen Haru-chan" tolak Kana sopan.


"Aku temani buat ambil sepedamu dan akan aku ikuti."


Kana tertawa. "Kamu naik apa?"


"Mobil lah ! Sepeda kamu kan bisa dilipat? Mobilku convertible. So, tinggal taruh saja di bagasi.


"Hyde-kun, nanti mobilmu kotor..."


"Sudah biasa." Hyde mengarahkan Kana ke parkiran di bawah gedung dengan Nobu yang bersiap dengan kunci mobil dan membukanya. "Dozo." Hyde membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Kana naik di kursi belakang. Gadis itu mengucapkan terima kasih saat masuk ke dalam mobil.


"Kita ke apartemen Haru, Hyde-san?" tanya Nobu.


"Yes Nobu."


***


Hyde membantu Kana melipat sepedanya dan menyimpannya di dalam bagasi lalu menyuruh Nobu duduk di belakang dan dia bersama gadis itu di depan dengan Hyde sebagai sopir.


"Apartemen kamu dekat sekolah?" tanya Hyde.


"Aku agak sombong Hyde-kun. Aku punya dua apartemen... " ucap Kana dengan gaya sombong yang menyebalkan tapi membuat Hyde tertawa.


"Bagus dong. Investasi..."


"Sebenarnya nggak sih. Yang satu dekat dengan Todai, itu milik kedua orang tua aku dan yang ini milikku. Kamu tahu, kedua orang tuaku tahu aku ingin masuk Todai jadi membeli apartemen dekat sana agar aku tidak repot kuliah nanti dan... Sayangnya, mereka tidak melihat aku kuliah di Todai... " wajah Kana tampak sendu.


"Lalu yang satu?" tanya Hyde berusaha untuk mengalihkan rasa sedih gadis itu.


"Aku bermain saham dan keuntungannya aku beli apartemen di dekat sekolah aku magang. Awalnya aku beli karena daerahnya bagus dan misal aku memilih bekerja dekat Todai, apartemen ku yang ini bisa aku sewakan. Jadi aku masih ada pemasukan... "


"Sebenarnya kamu main saham itu pasti tidak hanya punya dua apartemen kan ?" goda Hyde.


"Ah, Hyde-kun ! Kok tahu ?" gelak Kana. "Aku sedang mengincar sebuah unit di Shibuya. Kurang sedikit lagi, itu akan menjadi milik aku.. Jujur aku suka bisnis properti tapi aku juga suka konseling. So, pemasukan dari properti tapi passion tetaplah konseling."


"Good for you. Kalau kamu membutuhkan gambaran lokasi yang bagus untuk mempercepat profit bisnis sewa apartemen kamu, bisa hubungi aku." Hyde menoleh ke arah Kana saat lampu merah.


Kana menepuk jidatnya. "Aku lupa kamu anak Bianchi, pemilik AJ-MB Corp... Kenapa aku malah sombong padamu... Keuangan aku tidak seberapa dibandingkan denganmu ya?"


Hyde tertawa. "Setidaknya aku tahu kamu memiliki jiwa bisnis tapi masih tradisional. Kamu bisa belajar kok kalau ma..."

__ADS_1


"Mau ! Aku mau ! Apalagi dari orang yang memiliki bisnis menggurita di Jepang !" Kana menatap serius ke Hyde.


Hyde mengangguk. "Kalau kamu nganggur, hubungi aku saja. Nanti aku kirim via email apartemen mana yang bagus."


"Tapi kita tidak saling bertukar alamat email, Hyde-kun..." ucap Kana dengan wajah polos.


Hyde menepuk jidatnya.


***



"Semangat buat besok Senin menghadap kepala sekolah" senyum Hyde ke Kana setelah sampai di apartemen gadis itu. Pria itu memarkirkan mobilnya di dekat halaman masuk apartemen.


"Domo arigato Hyde-kun" jawab Kana sambil mengangguk sopan.


"Kalau dia macam-macam, hajar saja !"


Kana tertawa. "Susah kalau ngomong dengan Yakuza."


"Kami Yakuza baik-baik kok" elak Hyde membuat Kana semakin keras tertawa nya.


"Yeaahhh, percaya. Sekali lagi, terimakasih atas bantuannya menyusun timeline untuk besok Senin. Jujur aku tidak bisa secepat JJ untuk membuat seperti itu."


"Itu memang pekerjaan JJ jadi sudah biasa dia. Aku pulang dulu. Sayonara..." Hyde melambaikan tangannya ke Kana.


***


Lasha Tibet


"AKU HARUS APAAAAA?" jerit Shaun mendengar ucapan musuh dalam karungnya.


"Mendaki Everest" jawab Shohei kalem. "Baru kamu bisa kembali ke Turin. Perintah Signor Mancini dan kalau bisa foto bareng Yetti."


Shaun semakin melongo. "Are f****ing kidding me ! Mana ada Yetti ! Yang ada kambing gunung !"


"Sama itu juga boleh. Pokoknya ada bukti otentik bahwa kamu dan aku mendaki gunung Everest. No Photoshop !" cengir Shohei membuat Shaun curiga berat.


"Jangan-jangan sebenarnya kamu kan yang ingin naik gunung terus kamu Kompori Signor Mancini! Iya kan ?" pendelik Shaun.


"Kapan lagi Domba ketemu saudaranya di gunung Everest? Epic tahu !" balas Shohei cuek sambil menyiapkan semua barang bawaannya untuk naik gunung.


"Dan kamu sudah menyiapkan semuanya?" Shaun melihat dua buah backpack khusus naik gunung beserta semua peralatan dan perlengkapan penting lainnya, termasuk altimeter, sepatu boot, jaket tebal yang menghangatkan tubuh, tabung oksigen, kapak es, kacamata khusus dan banyak barang lainnya.


"Hei, harus persiapan dong ! Sudah, kita harus beristirahat karena besok pagi kita berangkat. Aku sudah membuat janji dengan rombongan. Begitu kamu bisa bertemu dengan saudara jauh kamu seekor kambing gunung, aku foto, kirim ke Signor Mancini... Kamu langsung boleh pulang ke Turin. Bukankah itu bagus?" seringai Shohei.

__ADS_1


Shaun memegang pelipisnya. "Aku tahu kamu berusaha memulangkan aku ke Turin tapi terkadang, Badut, caramu sama Membagongkan dengan pola pikir kamu !"


Shohei merangkul bahu Shaun. "Aku tidak ingin kamu jadi biksu, Domba. Kamu tidak pantas gundul."


***


Hari Senin, Shibuya Junior High School Tokyo Jepang


Kepala sekolah melihat video yang sudah disusun oleh JJ dan hanya bisa mengelus dadanya. Wanita paruh baya itu tampak geram dengan perilaku salah satu gurunya.


"Jadi anda mendapatkan laporan dari salah satu siswa dan mulai menyelidiki?" tanya Kepala Sekolah itu.


"Benar Sensei. Saya menyelidiki laporan yang berhubungan dengan pelecehan s3k5ual karena itu sudah tidak wajar. Bagi saya, red flag dan ternyata memang benar Sensei. Ada tiga siswi lagi yang berani speak up. Jadi saya mengangkat diri sebagai detektif."


"Dan ini... Ippei-sensei mendatangi apartemen salah satu siswi?" Tanya kepala sekolah sambil mengulang kembali video yang memperlihatkan bagaimana Kana mendorong Ippei.


"Anda bisa melihat dari dalam apartemen bagaimana Ippei-sensei memaksa untuk bisa masuk ke dalam apartemen..." jawab Kana.


"Bagaimana bisa kamu mendapatkan rekaman CCTV ini?" tanya Kepala Sekolah itu.


"Pemilik apartemen yang memberikan rekaman ini dan berhasil mendapatkan bukti lebih akurat."


"Kana-san, siapa pemilik apartemen itu?" tanya Kepala Sekolah.


"Hyde Takara Bianchi."


"Yakuza itu?! Duh... " Kepala sekolah itu hanya bisa memegang pelipisnya.


"Iya, Yakuza itu."


***


Perjalanan Menuju Everest


Shaun dan Shohei ikut bersama dengan rombongan dengan semangat berbeda. Shaun ingin segera pulang ke Turin sedangkan Shohei ingin memamerkan pada Hyde dan mendapatkan foto Shaun bersama kambing gunung, saudara jauhnya.


Sepanjang perjalanan, Shohei tidak henti-hentinya berdoa dalam hati.


Kambing gunung... kambing gunung... Kambing gunung...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2