Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Benar-benar Deh !


__ADS_3

Ruang Rawat Inap RS PRC Group Jakarta


Empat anggota kepolisian Polda Metro Jaya dan BIN hanya bisa menghela nafas mendengar teriakan pria yang baru saja dioperasi pengambilan pelurunya. Bahkan dokter dan suster yang hendak masuk ke dalam ruang itu harus menunggu sekitar sepuluh menit, baru memberanikan diri mengetuk pintu.


Dokter Kaysa yang merupakan anak didik Romeo tapi dia mengambil spesialis bedah, hanya bisa memasang wajah datar saat melihat salah satu pemilik saham rumah sakit itu membuat pasiennya mengalami pendarahan lagi.


"Opa Quinn... Tolong jangan buat Kay harus operasi lagi... " pinta dokter cantik yang merupakan putri Shayna dan Bambang. Shayna adalah sahabat Juliet saat SMA. ( Baca Romeo Untuk Juliet ).


"Oh dokternya kamu tho Kaysa?" jawab Hoshi cuek.


"Iya Opa... " Kaysa salim ke Hoshi, Valentino dan Lucas. "Ya ampun Opaaa... Diapain?" Kaysa sampai tidak bisa berword - word melihat jahitan yang dia buat tadi sampai terbuka lagi.


"Opa pites !"


Kaysa hanya bisa menghela nafas panjang. "Ampun deh Opaaaaa !"


***


Kaysa yang sebaya dengan Biana itu menyuruh semua orang keluar kecuali Lucas Syahputra yang berjaga - jaga demi keselamatan gadis cantik itu. Seperti ibunya yang cerdas, Kaysa juga memilih akselerasi dan mulai kuliah usia 15 tahun dan sudah menyelesaikan pendidikan kedokterannya. Sekarang mengambil spesialis bedah seperti ibunya, Shayna.


"Oom Lucas, Opa Quinn ampun deh !" sungut Kaysa yang langsung menyuntikkan bius ke pria Brazil itu. Kaysa berencana langsung menjahit ulang luka yang belum ada empat jam dia operasi sudah terbuka kembali.


"Namanya juga Oom Quinn..." senyum Lucas.


***


"Luke? Hubungi Eduardo Oliviera. Pengiriman botol ke Brazil, harus segera digagalkan. Kamu bilang hubungi pihak custom, Polizia, ABIN atau semuanya untuk mencegah botol-botol itu masuk!" ucap Hoshi. "Satu peti botol berisikan narkoba murni senilai $50,000 sedangkan yang kalian lihat kemarin ada sekitar 50 peti. Hitung saja sendiri berapa nilainya."


"Bagaimana Oom Hoshi tahu?" tanya Luke.


"Anggap saja ... Aku habis pites orang !"


Luke hanya menghela nafas panjang.


***


Turin Italia, Mansion Mancini


"Opa Hoshi ngapain?" tanya Vicenzo saat makan malam bersama dengan keluarganya.


"Mites kutu" jawab Dante cuek.


"Haaaaahhh?" seru Vicenzo dan Hyde bersamaan. "Diapain itu Padre?"


"Tampaknya kalau Oom Bon Cabe turun gunung, sudah deh. Masih bagus cuma dipites ... Lha kalau digantung di pohon mangga nya terus dihajar macam piñata, apa kabar" kekeh Luke.


"Jadi ingat Valentino pernah ya Luke. Gara-gara ulangan matematika dapat nol waktu SD , terus sama Oom Hoshi digantung di pohon mangga" kekeh Leia.


"Digantung? Oom V digantung Opa?" seru Vicenzo dan Hyde lagi.

__ADS_1


"Yup... Opa kamu itu orang paling sadis kalau soal hukum menghukum.


"Dante-san, Leia-san... Maaf saya mengganggu. Tapi saya mendapatkan informasi ada 50 peti yang akan dikirimkan ke Rio de Janeiro malam ini..." lapor Shohei. "Apa yang harus saya lakukan?"


"Apakah kamu ada ide?" tanya Luke ke Shohei yang melakukan panggilan video.


Shohei hanya menyeringai.


"Luke, kok perasaan aku nggak enak ya lihat Shohei seperti itu..." Dante melirik ke arah iparnya.


Hyde menatap pengawalnya. "Apapun yang kamu lakukan, jangan sampai kamu tertangkap atau tewas ! Paham badut ?"


"Crystal !" jawab Shohei serius membuat Hyde hanya mengangguk.


"Bersiaplah. Aku dan Vic akan Kesana."


Dante dan Luke menatap Hyde yang mode serius, yang begitu terlihat aura Yakuza nya.


"Luke, anakmu lebih seram dari kamu..." bisik Dante.


***


Usai makan malam, Hyde dan Vicenzo menuju sebuah bangunan yang menjadi persembunyian Shohei dan Shaun. Keduanya memilih menggunakan motor agar mempermudah mereka kabur. Shaun dan Shohei memilih bersembunyi di bangunan di dock milik keluarga Mancini yang sedang direnovasi dan hanya berjarak beberapa dock dengan tempat kapal kartel berlabuh.


Keuntungan dock milik keluarga Mancini adalah dekat ke laut lepas hingga mempermudah kapal-kapal itu untuk keluar dari pelabuhan Turin.


"Sudah. Ternyata markas Mancini lengkap ya?" cengir Shohei yang memperlihatkan perlengkapan selamnya.


"Kalian berencana ke bawah kapal?" tanya Vicenzo sambil melihat dua pengawalnya makan.


"Yup."


"Kalian mau membuat lambung kapal bolong?" tanya Vicenzo lagi.


"Yup."


"Kalian gila !"


"Dari dulu" jawab Shohei kalem. "Tanya Hyde-chan. Aku psikotes hasilnya aku lunatic dan psycho..."


Hyde terbahak sedangkan Vicenzo melirik judes ke sepupunya. "Benarkah, Hyde?"


"Benar itu. Dia memang tendensi lunatic dan psycho..." jawab Hyde. "So, setelah kalian berhasil merusak kapal, kami akan mengambil salah satu peti kayu itu dan membawanya ke markas ?"


"Yup. Nanti kita bawa ke laboratorium penelitian milik keluarga Mancini" jawab Vicenzo. "Kami kan punya laboratorium untuk meneliti varietas anggur."


"Good. Kapan kapal itu akan berangkat?" tanya Hyde.


"Jam sepuluh malam" jawab Shaun.

__ADS_1


"Selesaikan makan malam kalian, kita ke dock yang sedang direnovasi" perintah Vicenzo.


***


Karena posisi dock milik keluarga Mancini sedang direnovasi, maka orang tidak akan curiga melihat kondisi bangunan disana gelap dan hanya satu bangunan yang menyala dimana semua orang tahu, itu tempat penjaga menjaga material renovasi.


"Signor Mancini, kita bertugas apa?" tanya penjaga itu ke arah empat orang yang sedang menyiapkan diri untuk menyelam.


"Kalian awasi mereka semua !" perintah Vicenzo.


"Sì Signor..."


Vicenzo, Hyde, Shaun dan Shohei bersiap di balik tumpukan bangunan material. Shaun dan Shohei sudah siap dengan pakaian selamnya dan mini scuba tank.


"Kompas sudah?" tanya Hyde.


"Done. Lampu juga sudah." Shohei memeriksa jam Luminox nya yang sudah terpasang lampu juga.


"We're ready Zo" ucap Shaun. Kedua pengawal itu segera memasang diving masknya dan tak lama mereka pun masuk ke dalam air.


***


Keduanya langsung menyelam dan berenang menuju kapal yang dituju. Tidak mudah menuju kapal incaran diantara banyak kapal yang berlabuh namun tadi siang, Shaun berhasil menyusupkan salah satu penjaga untuk memasang pelacak di dinding kapal.


Setelah mendapatkan kapal yang dimaksud, mereka mulai memasang b*m plastik di lambung kapal dan setelahnya kedua pengawal itu pergi menjauh, menunggu sampai b*m itu meledak.


Sepuluh menit kemudian...


BOOOMMM!!


Api langsung keluar dari lambung kapal dan semua orang disana pun panik hingga terjadi keributan. Shaun dan Shohei kembali untuk mengambil kotak-kotak yang jatuh lalu mengambil salah satu. Keduanya berenang sambil membawa kotak itu menuju dock milik keluarga Mancini.


Vicenzo dan Hyde yang melihat keributan di dock sebelah Utara, mengacuhkan semua itu. Mereka menunggu sampai Shaun dan Shohei muncul kepermukaan. Tak lama dua orang itu keluar dari dalam air dengan membawa kotak yang bertuliskan 'Brazilia'.


Dengan menggunakan senter dari jam tangan Shohei, Vicenzo membuka kotak itu dengan linggis kecil. Semua orang tersenyum melihat isi di dalamnya.



"Gotcha !"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2