
Hutan Amazon tempat keluarga Vega berada
Shaun menatap siapa saja yang datang dengan wajah tidak percaya. Akhirnya setelah hampir empat hari di Amazon, dia bertemu dengan orang-orang yang memiliki wajah familiar. Dan untuk pertama kalinya Shaun rasanya ingin menangis melihat wajah Vicenzo.
"Enzoooo..." seru Shaun sambil berjalan menghampiri Vicenzo dan hendak memeluk pria muda itu namun Vicenzo mengelaknya.
"Kamu bau !" ucap Vicenzo. "Dan berantakan !"
Shaun cemberut.
"Inikah pengawal mu Zo?" tanya Iris.
"Yup, Shaun the sheep..." jawab Vicenzo usil.
Shaun hanya manyun. "Signor Bianchi, Signor O'Grady, Signor Moretti... Sangat senang melihat kalian semua. Dan ini..."
"Signor Oliviera dan itu putrinya, Iris Oliviera" jawab Antonio sambil menepuk bahu Shaun. Shohei pun menghampiri meja rombongan dan langsung memeluk drama Hyde.
"Hyde-chan... Let me out from here ... " isak Shohei membuat Hyde merasa sebal.
"Kamu bau badut !" teriak Hdye kesal berusaha melepaskan diri dari pengawalnya.
"Eh ada nona cantik. Perkenalkan saya Shohei Kawaguchi, pengawal Hyde-chan" Shohei membungkuk ke arah Iris.
"Iris Oliviera. Pengawal kalian lucu-lucu ya" kekeh Iris membuat Vicenzo dan Hyde menatap sebal ke gadis itu.
"Lucu nggak, menyebalkan iya !" sungut Hyde.
Eduardo Oliviera lalu menghampiri Benicio Vega dan bersalaman yang diikuti Antonio, Alessandro dan Bayu. Mereka pun duduk di depan api unggun yang dipakai untuk memasak. Keempat pengusaha itu pun berdiskusi tentang arah ke markas Kefka.
"Saya tidak menyangka anda semua akan datang menyelamatkan mereka berdua" ucap Benicio.
"Shaun !" panggil Antonio.
"Yes Sir?!" Shaun pun menghampiri Antonio.
"Bisakah kamu cerita bagaimana bisa kemari dan bersama dengan keluarga Vega?" Antonio menatap Shaun serius.
__ADS_1
Shaun pun bercerita pengalaman nya sejak diculik dan dibawa ke markas Kefka hingga kasus tanah milik keluarga Vega yang dirampas oleh Manuel Raymundo untuk dijadikan salah satu pabrik narkobanya. Eduardo tampak geram mendengar kejadian itu dan Benicio menunjukan copy surat tanah keluarga mereka. Pengusaha IT itu lalu menggunakan telepon satelit untuk menghubungi wakilnya guna mencari tahu status tanah milik keluarga Vega.
Dan hari itu, mereka semua menyuruh duo S untuk mandi di sungai yang aman karena sangat kacau baunya.
***
"Kita tunggu dulu disini?" tanya Bayu.
"Kita tunggu dulu dan mengintai markas Kefka. Kita memakai drone modifikasi perusahaan IT ku yang tidak bisa dideteksi radar dan tidak berbunyi" ucap Eduardo sembari membuka koper besar yang dibawanya.
Lucio pun menyiapkan semua peralatannya dan mulai menerbangkan drone yang sudah dimodifikasi itu.
"Jaraknya ke arah mana Shohei?" tanya Bayu sambil menggelar peta hutan Amazon.
"Sekitar sepuluh kilometer dari sini ke arah barat laut..." ucap Shohei sambil menunjukkan perkiraan lokasi dari smart watchnya.
Lucio lalu mengarahkan drone itu ke arah yang ditunjuk Shohei dan mereka semua melihat ke arah layar monitor Laptop Lenovo Yoga tempat video live dari drone itu.
"Itu landasan pacu !" seru Alessandro menunjukkan landasan pacu yang dari tanah, sama dengan yang mereka pakai saat mendaratkan pesawat milik Eduardo.
"Tunggu Lucio, bisa kamu zoom mobil Defender itu..." ucap Eduardo.
Mereka semua bisa melihat Kefka masuk ke dalam pesawat dan anak buahnya pun masuk ke dalam mobil truck yang berjumlah lima buah. Tak lama mereka pun pergi dan pesawat Cessna itu pun terbang meninggalkan lokasi.
"Mereka semua pergi Ed" ucap Bayu. "Lucio, bawa pulang kembali drone nya." Lucio pun mengangguk dan memarik kembali dronenya.
"Pasti kembali ke Rio. Kalau begitu, kita semua pulang. Signor Vega, apakah anda akan berada disini atau kembali ke tanah anda?" tanya Eduardo.
"Kami akan kembali ke tanah kami Signor Oliviera tapi tidak sekarang. Seperti yang Shaun bilang, kami kekurangan tenaga, senjata dan power. Saya akan sangat bersyukur dan berterima kasih jika anda bisa membasmi orang-orang seperti itu" jawab Benicio.
"Signor Vega, saya memang memiliki Vendetta sendiri ke Kefka karena dia sudah membunuh istri saya. Dan saya berjanji pada anda, jika semuanya sudah selesai, saya sendiri yang akan datang kemari untuk memberitahukan bahwa anda bisa kembali ke tanah anda, tanah turun temurun keluarga anda" jawab Antonio tegas.
"Gracias Signor Bianchi..." ucap Benicio terharu.
"Signor Oliviera..." panggil keponakan Benicio. "Meu **** é Naolin Vega. Posso ir com você? Eu queria ver as terras de nossa família e estar envolvido na destruição do cartel Raymundo que havia matado vários membros de nossa família. ( Nama saya Naolin Vega. Apakah saya boleh ikut anda? Saya ingin melihat tanah keluarga kami dan ikut menghancurkan kartel Raymundo yang sudah membunuh beberapa anggota keluarga kami )."
Eduardo menoleh ke ketiga orang di sebelahnya setelah menerjemahkan ucapan Naolin. "Bagaimana?"
__ADS_1
"Aku tidak masalah asalkan kamu jangan gegabah jika sudah bertemu dengan mereka karena kami juga tidak ingin sesuatu terjadi padamu. Paham Naolin?" ucap Bayu tegas.
"Não me importo, desde que você não seja precipitado se os encontrar, porque também não queremos que nada aconteça com você. Entenda o Naolin?" Eduardo menerjemahkan ke bahasa Portugis agar semua orang mengerti apa yang diucapkan Bayu.
Naolin melihat bagaimana mata biru itu sangat serius dan mengangguk.
"Dengarkan apa perkataan Signor Oliviera dan Signor semua. Kamu harusnya bersyukur karena sudah mendapatkan bantuan yang selama ini kita selalu ucapkan dalam doa" pesan Benicio ke keponakannya.
"Ótimo tio ( baik paman )" jawab Naolin.
"Kita makan siang dulu sebelum kalian kembali ke Rio. Aku harap kalian bisa makan daging rusa yang kami tangkap."
***
Namun rencana tinggal rencana karena tiba-tiba cuaca buruk menghampiri hutan Amazon hingga kabut pun turun membuat perjalanan harus ditunda karena Frederick sang pilot tidak mau mengambil resiko. Keluarga Turin dan Keluarga Oliviera pun membangun tenda yang memang sudah mereka bawa sebelumnya.
Malam ini semua orang memutuskan tinggal dan berkemah bersama keluarga Vega. Vicenzo, Hyde dan Iris pun berada satu tenda bersama Shaun dan Shohei yang asyik menistakan rekannya yang macam cewek jejeritan nya setiap bertemu ular sepanjang perjalanan menuju keluarga Vega.
"Beneran lho ... Si domba berteriak ... Aaaahhh badut ! Ular ..." ucap Shohei menirukan gaya Shaun tapi dengan gaya banci membuat Shaun mendelik.
"Aku tidak seperti itu !" bantah Shaun.
"Apa kamu lupa ? Smartwatch aku punya alat perekam percakapan. Apakah ada bluetooth speaker atau headset? Aku perdengarkan..." seringai Shohei.
"Nih..." Vicenzo memberikan bluetooth speaker kecil yang ada di dalam backpack nya.
Dan ketiga remaja itu tertawa terbahak-bahak mendengar jeritan Shaun yang memang seperti perkataan Shohei.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1