
Dock milik keluarga Mancini
Vicenzo dan Hyde bergegas masuk ke dalam mobil Lexus yang dibawa Shaun saat ke pelabuhan. Keduanya membawa peti itu ke dalam mobil dan bergegas menuju laboratorium milik keluarga Mancini. Dua motor Ducati yang dibawa oleh Vicenzo dan Hyde, ditinggal sebagai transportasi dua pengawalnya pulang ke markas.
***
"Jika satu crate ( peti ) itu ada empat tumpuk peti berisikan enam botol berarti ada 24 botol dan jika satu crate senilai $50,000 berarti satu botol sekitar $2,084 ... Tapi itu kan perhitungan kasar.. Bisa jadi perhitungan aslinya lebih daripada itu" gumam Hyde sambil mengetik sesuatu di iPadnya.
"Satu botol $2,084 nilainya itu termasuk kecil .. Anggap saja satu botol jadi satu bungkus besar yang bisa dibagi-bagi dalam bungkus kecil yang dijual per gramnya bisa nembus $100 di jalanan ... " lanjut Vicenzo. "Tidak mungkin jadi hanya 20 bungkus karena orang pasti cari untung... "
"Menurut mu, satu botol bisa jadi berapa gram?" tanya Hyde.
"Bisa sekitar 50 sampai 100 gram ... Tapi kita lihat bagaimana nanti hasil ekstraksi nya" jawab Vicenzo.
Hyde hanya terdiam dan membiarkan Vicenzo konsentrasi menyetir di kegelapan malam. Vicenzo sudah bilang kalau ada mess dekat laboratorium hingga mereka bisa beristirahat.
***
"Jadi sekarang mereka berdua sudah ke laboratorium?" tanya Luke ke Shohei yang sudah kembali ke Mansion Mancini.
"Haik, Luke-san. Kayaknya pada menginap disana" jawab Shohei.
"Apa ada tempat buat mereka tidur malam ini?" tanya Luke ke Dante.
"Ada. Vicenzo tahu kok..." jawab Dante.
"Kalau begitu, kita semua istirahat dulu. Kita tunggu hasilnya besok. Oke?" Luke pun menyuruh dua pengawal itu untuk beristirahat.
***
Laboratorium Anggur Milik Keluarga Mancini di pinggiran kota dekat kebun anggur
Vicenzo memarkirkan mobilnya di depan sebuah paviliun yang tampak terawat. Keduanya pun turun sambil membawa duffle bag masing-masing dan masuk ke dalam paviliun yang sudah dibuka kode password gagang pintunya.
Hyde tampak terkejut melihat bagaimana paviliun itu terbuat. Paviliun bewarna hijau telur asin itu terbuat dari bekas kontainer yang sudah didesain dan restorasi total. Orang tidak mengira bahwa bangunan itu dari barang bekas.
"Container?" tanya Hyde saat masuk.
__ADS_1
"Yup. Madre yang mendesain .. Tahu sendiri kan madre arsitek. Jadi bangunan kami yang lama , yang sudah rapuh dan lapuk, diganti ini. Setidaknya jauh lebih kuat daripada bangunan sebelumnya. Paviliun untuk pegawai laboratorium sebelumnya, sangat tidak layak deh..." jawab Vicenzo sambil membuka pintu kamar. "Ada dua kamar, dan masing-masing sudah ada kamar mandi dalam. Kamu tidur sebelah sini, sedangkan aku sebelah sana."
Vicenzo pun berjalan menuju kamar tidurnya. "Oyasumi ( selamat tidur ), Hyde" pamit Vicenzo sebelum masuk kamarnya.
"Oyasumi..." balas Hyde yang menutup pintu kamarnya.
***
Keesokan Harinya...
Vicenzo menyerah kan satu kotak berisikan enam botol anggur kosong ke Clementine, kepala laboratorium itu.
"Signor Mancini, kalau semuanya terbukti narkoba, apa yang akan anda lakukan?" tanya wanita paruh baya itu.
"Aku musnahkan semuanya. Aku tahu narkoba itu seperti jamur, gugur satu, tumbuh lagi yang banyak. Tapi setidaknya, kita sudah memusnahkan yang di Turin ..." jawab Vicenzo tegas.
"Baik. Ini harus sabar untuk mengekstrak nya. Dugaan saya ada dua, extacy atau kokain ..." Clementine memeriksa botol itu.
"Your guess?" tanya Hyde.
"Kokain. Kokain murni."
***
Vicenzo dan Hyde menunggu sampai Clementine selesai mengekstraksi botol-botol anggur itu sambil mengobrol dengan para sepupunya.
"Kalian semalam ke dock?" tanya Lachlan. "Ada penampakan nggak? Pasti ada. Bentukannya macam apa?"
"Heh ! Anak indigo di luar Nurul... Kita mah kagak kepikiran macam elu yang cari kaum unseen begitu ! Kurang kerjaan deh!" sungut Hyde yang sebal kalau Lachlan dan Raiden kumpul di Tokyo. Yang ada rusuhi tempat - tempat horor.
"Lha kan seru tuh mas ..." eyel Lachlan.
"Kami lebih konsentrasi mendapatkan botol-botol kosong untuk anggur yang diduga sebagai media tempat bubuk kokain disimpan di sana..." ucap Vicenzo.
"Kalian dimana sekarang?" tanya Arsyanendra.
"Di laboratorium milik keluarga Mancini. Sebenarnya lab ini kan untuk wine tapi daripada kita ke lab publik dan membuat orang bertanya-tanya, mending kan ke pabrik milik sendiri karena tahu apa yang terjadi di keluarga Mancini" jawab Vicenzo.
"Jangan sampai ketahuan, Zo" balas Arsyanendra tegas.
__ADS_1
"Iya mas. Kami sangat berhati-hati."
"Berapa lama ekstraksi nya berlangsung?" tanya Alano.
"Sekitar seharian. Aku dan Hyde akan berada disini sampai semuanya selesai."
"Kalau begitu, Turin biar aku dan Raul yang berjaga bersama Daddy dan Oom Alexis. Kalau Oom Dante dan Oom Luke, aku tidak akan komentar."
"Al, Tante Deya sudah pulang?" tanya Arsyanendra.
"Belum mas. Mommy marah sama Daddy karena lantainya kena tembak. Jadi sekarang Mommy memilih tetap di pondok menenangkan diri" jawab Alano manyun membuat semua sepupunya tertawa.
***
Sebuah Klinik Rahasia
Ken Al Jordan melihat bagaimana tumor yang diderita Kefka semakin agresif dan akhirnya menelpon Antonio Bianchi untuk memutuskan bagaimana enaknya.
Antonio datang bersama dengan Asistennya Jerome, tampak dingin saat melihat hasil MRI dan CT-SCAN otak Kefka.
"Apa akibatnya Ken ?"
"Kefka akan mengalami kehilangan ingatan, Bang."
Antonio mengusap wajahnya kasar. "Waktu dia berapa lama?"
"Tanpa operasi? Enam bulan. Operasi... Bisa lama tapi resikonya ya itu... Ingatannya sebagian hilang. Hanya saja aku tidak bisa memperkirakan di bagian yang mana. Bagian dia kecil atau setelah dewasa" jawab Ken.
"Operasi saja. Jika endingnya dia lebih ingat yang dewasa, lebih bagus karena mudah untuk menghukum nya." Antonio menatap Kefka penuh kebencian.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1