Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Arsyanendra Diculik ( Revisi )


__ADS_3

Mansion Bianchi Turin


"Mobil itu milik keluarga Ferrara."


"Tampaknya mereka masih mengincar kita semua."


"Tapi yang naik sepertinya kartel Brazil sebab orang-orang Ferrara kan masih kita tahan di markas."


Antonio, Alano dan Arsyanendra hanya menatap bingung ke arah Shaun dan Shohei yang ngomongnya bergantian seperti habis maraton Boston.


"Tumben kalian bisa akur begini? Salah makan?" goda Arsyanendra.


"Your highness... Ini serius. Kami rasa bahwa acara pemakaman besok akan terjadi keributan... Dan kami tidak ingin kalian semua terluka..." ucap Shohei dengan wajah serius.


"Besok tidak akan terjadi apa-apa..." jawab Alano berusaha menenangkan. "Kan acaranya private, hanya kita-kita yang datang. Bahkan keluarga di luar Turin hanya Oom Ale dan Tante Sakura yang datang. Oom Michel dan Tante Gem nggak datang lho."


"Tapi Alano-chan..." Shohei menatap cemas ke remaja berusia 17 tahun itu.


"Daijoubu ( tidak apa-apa ). Besok kan ada banyak pengawalan ketat. Lagipula semua GPS keluarga Turin selalu On" senyum Alano.


Shaun dan Shohei saling berpandangan. "Your Highness, besok anda jangan jauh-jauh dari kami ya... Sebab Isaak kan di Piedmont jadi tidak bisa mengawal anda."


Arsyanendra hanya tersenyum. "Iya iya. Entah kenapa, aku kok merinding ya melihat kalian akur. Malah justru kalau kalian seperti ini, bencana akan datang."


Shaun dan Shohei menatap Arsyanendra dengan tatapan horor. "Please Don't... "


Arsyanendra dan Alano terbahak. Antonio hanya tersenyum melihat putranya sudah bisa tertawa lagi.


Semoga semua kekacauan ini segera selesai.


***


Kediaman Ferrara


"Kau GILA Kefka! Kamu mau menculik pangeran Belgia ? Arsyanendra itu pangeran Belgia ! Kamu bisa menyulut perang Italia dan Belgia! Aku tidak masalah jika harus berseteru dengan keluarga Bianchi dan Mancini tapi tidak yang satu ini !" teriak Michael Ferrara. "Apa kamu tidak melihat hasilnya semalam ? Mereka semua bisa lolos dari kejaran anak buah ku ! Bahkan sebagian ada yang mati dan sebagian hilang entah kemana. No Kefka, untuk yang ini, kamu berjalan sendirian ! Aku tidak mau mengambil resiko membuat perang dunia !"


"Baik, kalau Signor Ferrara memang pengecut !" jawab Kefka dingin.


"Antara pengecut dan otak waras itu ada bedanya. Aku memakai otak warasku ! Jika kamu hendak menculik salah satu keluarga Bianchi atau Mancini, aku ikut tapi kalau kamu memilih Arsyanendra, aku mundur !" Michael pun berdiri meninggalkan Kefka yang berada di ruang kerja Simone Ferrara.

__ADS_1


Kefka pun mengambil ponselnya. "Quantos homens chegaram a Turim ( berapa orang yang sudah sampai di Turin)? ... Hhhmmm... Hhhmmm... Prepare tudo. Vamos sequestrar alguém importante e não machucá-lo ( siapkan semuanya. Kita akan menculik orang penting dan jangan sampai dia terluka )."


"Signor Guilherme..." panggil seorang pengawalnya.


"Aguarde mais instruções ( Tunggu instruksi selanjutnya )." Kefka lalu mematikan panggilannya dan menoleh ke arah pengawalnya. "Ada apa?"


"Ada yang harus anda ketahui soal pangeran Arsyanendra beserta keluarganya."


Kefka pun melihat semua laporan anak buahnya


***


Mansion Mancini


Rombongan di malam hari dan langsung beristirahat. Hyde dan Vicenzo merasa punggungnya pegal karena harus menyetir motornya dengan membungkuk.


"Besok jam berapa acara pemakaman nya?" tanya Hyde yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk di kamarnya bersama dengan Vicenzo. Jika dirinya berada di Turin, pasti mereka tidur di kamar kedua Vicenzo yang ada dua tempat tidur.


"Rumah duka sudah siap pukul tujuh pagi dan kita berangkat dari rumah jam tujuh sesudah sarapan karena pihak pemakaman ready jam sembilan" jawab Vicenzo.


"Yang datang hanya Keluarga Turin kan? Lachlan tidak datang?"


"Baiklah. Otousan juga tidak datang... Memantau dari Tokyo."


"Iya. Bukan apa-apa Hyde. Kalau semua kumpul disini, jadi sasaran empuk kartel Brazil dan Ferrara serta para Polizia yang sudah dibayar mereka" ucap Vicenzo.


"Yang mau vendetta kamu, malah jadi beleber kemana-mana..." kekeh Hyde.


"Tampaknya dendam 25 tahun lalu memang harus segera diselesaikan. Mereka yang binasa !" geram Vicenzo.


"Oh soal Kefka, itu urusan Oom Tomat ya. Kita jangan ikut campur."


"Iyalah ! Oom Tomat yang berhak menghajar anak gila itu !"


***


Area Pemakaman Keluarga Bianchi


Semua anggota keluarga Turin tampak menghadiri pemakaman 'Savrinadeya' yang jenazahnya sudah dimasukkan ke dalam peti mati.

__ADS_1


Para keluarga mengenakan pakaian hitam - hitam dan kacamata hitam. Tampak raut wajah sedih terpancar disana termasuk wajah Antonio.


Arsyanendra yang dikawal ketat oleh Shohei dan Shaun, akhirnya menurut permintaan dua pengawal adiknya untuk memakai masker hitam. Shaun dan Shohei pun memakai masker hitam, begitu juga dengan Vicenzo dan Hyde.


Pangeran Belgia itu tidak paham kenapa kedua pengawal yang tumben - tumbennya akrab, menjadi kompak menjaganya.


Acara pemakaman itu pun berlangsung khidmat dengan doa-doa yang diucapkan oleh pemuka agama di Turin. Semua orang tampak mendengarkan dengan khusyuk semua ucapan pemuka agama itu untuk menghantarkan Mikaela ke tempat peristirahatannya yang terakhir.


Sayangnya, Savrinadeya tidak bisa menyaksikan proses pemakaman asistennya dua tahun terakhir ini. Dirinya hanya bisa mendapatkan informasi bahwa Mikaela sudah dimakamkan.


Usai acara pemakaman, semua anggota keluarga pun berjalan menuju mobil-mobil mereka yang terparkir di area makam. Arsyanendra berjalan bersama dengan Shohei dan Shaun menuju mobil Porsche milik Antonio Bianchi. Mobil bewarna hitam itu memang terparkir lebih depan dari deretan mobil yang terparkir.


Pengawal yang berjaga-jaga pun tampak sigap menjaga mobil-mobil milik keluarga Mafioso Turin. Area Pemakaman itu cukup luas dengan terbagi sayap kiri dan kanan dipisahkan satu jalan beraspal yang bisa dilewati tiga mobil hingga para pelayat bisa leluasa di memarkirkan mobilnya tanpa harus merasa bingung.


Ketika Arsyanendra hendak masuk ke dalam mobil, tiba - tiba sebuah mobil Van berhenti disana dan dari dalam keluar lima orang yang menodongkan senjata AR-15 ke arah tiga orang itu.


"Serahkan Pangeran Arsyanendra !" bentak pria itu. "Jika tidak mau kalian mati !"


Arsyanendra mengangkat kedua tangannya. "Aku Arsyanendra... Jangan bunuh mereka dan aku akan ikut kalian."


"Arsyaaaa !!" teriak Leia dan Raveena yang melihat keponakannya ditodong.


"Jangan tembak tanteku ! Aku ikut dengan kalian tapi aku bawa pengawal aku." Arsyanendra menoleh ke arah Shohei yang paham lalu kedua orang itu masuk ke dalam Van meninggalkan Shaun yang terbengong-bengong.


"Arsyaaaa !!!" Leia dan Raveena berlari mengejar bersama dengan Alessandro, Antonio, Vicenzo dan Hyde.


"Tante... Tante ... Tidak apa-apa... Aku disini..." ucap Arsyanendra sambil membuka maskernya.


"Haaaaahhh? Lalu ? Siapa yang dibawa mereka?" tanya Leia sambil memeluk Arsyanendra.


"Domba dan Badut."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2