Mafia and Yakuza Brothers

Mafia and Yakuza Brothers
Dendeng aka Den Den Mushi ( Revisi )


__ADS_3

Mansion Bianchi Turin Italia


Vicenzo melongo melihat bagaimana cepatnya Hyde menyabetkan katananya hingga melukai paha salah satu mercenary itu.


Gila Hyde ! Macam Shinobi !


Vicenzo berjongkok di balik pilar untuk mencari posisi bisa menembak orang-orang yang tidak diundang ke rumah keluarga ibunya. Saat ada yang berjalan di sebelah pilarnya, Vicenzo langsung berdiri dan menembak pelipis orang itu yang langsung tersungkur.


Segera Vicenzo berlari menghindari tembakan rekan-rekan mercenary yang tewas ditembak olehnya. Tiba-tiba sebuah teriakan terdengar dan Vicenzo bisa mendengar suara desingan.


"Kamu lempar apa?" bisik Vicenzo melalui earpiece ke Hyde dari balik mobil Antonio yang terparkir.


"Shuriken dan kunai."


Vicenzo menggelengkan kepalanya. Ya ampun! Macam Hokage saja anak itu!


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Luke. Hyde dan Vicenzo memang meminta ditempatkan di depan agar bisa mengacaukan formasi.


"Daijoubu otousan ..." jawab Hyde. "Mereka semua menggunakan night vision goggles. Lima ke sayap kiri, tiga ke tengah, dua sudah terkapar, lima sayap kanan, lima dari belakang."


"Kalian sudah siap?" ucap Antonio.


"Siap !" ucap anak buahnya.


"NOW !"


Semua listrik di nyalakan dengan genset ditambah dengan lampu sorot membuat semua mercenary berteriak kena silau lampu yang membuat mata mereka sempat buta sementara.


***


Raveena yang berada di halaman belakang bersama dengan Alexis dan Raul, langsung menghajar seorang mercenary tanpa ampun dengan krav maga nya membuat Raul melongo melihat ibunya seperti itu.


Alexis dan Raul pun berkelahi dengan dua orang yang datang menyerang mereka hingga akhirnya Alexis membuat seorang pingsan karena lemas dia cekik dan Raul menggunakan tendangan taekwondo nya.


"Berani-beraninya kalian mau membunuh kami semua !" bentak Raveena yang berhasil membuat pria itu terkapar dan tanpa ampun wanita yang awet cantik itu mengambil Glocknya dan langsung menembak tepat di pangkal hidung pembunuh bayaran itu.


"Veena ! Menunduk !" teriak Alexis saat melihat ada orang yang hendak menembak istrinya.


DOR !


Raveen dan Alexis terkejut saat melihat Raul menembak tepat di kepala orang yang hendak menembak ibunya. Wajah remaja itu tampak dingin dan tidak ada perasaan apapun.


"Tidak ada yang boleh melukai mommy dan Daddy ku!" ucap Raul dingin membuat Alexis tersenyum smirk.

__ADS_1


Benar-benar keturunan Accardi, Giandra, Blair dan O'Grady...


***


Sementara di samping kanan


Shohei yang sudah turun dari atap, Alano dan Alessandro menghabisi lima orang yang mendatangi posnya. Ketiganya tampak mencari apakah ada mercenary yang tercecer.


"Hyde ! Sayap kiri?" tanya Alessandro.


"Lagi aku bereskan Oom!" Alessandro bisa mendengar suara tembakan dan Katana yang beradu dengan besi.


"Shohei, apakah Hyde jago pedang?" tanya Alessandro.


"Dia juara Kendo nasional dan internasional serta menguasai ilmu senjata kuno jepang termasuk shuriken dan kunai" jawab Shohei kalem.


Alessandro dan Alano hanya bisa terbengong-bengong mendengar kelebihan Hyde yang tidak pernah ditunjukkan.


***


Dalam Mansion Bianchi



"Welcome to mansion Bianchi. Siapa kalian berani masuk ke dalam rumah orang tanpa ijin?" ucap Antonio.


"Berikan Kefka !"


"Tidak bisa ! Kefka dalam kondisi luka parah. Aku sarankan, kalian pulang dengan nyawa masih berada di raga atau nyawa lepas dari raga ?" ucap Antonio dingin.


"Semua rekan-rekan mu sudah menuju ke neraka ! Jika kamu mau bunuh diri disini... Silahkan ! Kami dengan senang hati akan membantunya ... Tapi kalau kalian masih sayang nyawa... Ie ni kaere ( pulang sana )! " hardik Luke.


Ketiga orang mercenary itu melihat para orang-orang yang mereka targetkan untuk dibunuh, semua datang ke dalam mansion dengan senjata lengkap. ketiganya merasa salah target karena keluarga Bianchi sudah persiapan, entah darimana mereka tahu.


"Kalian bawa mobil Van kan? Bawa semua mayat rekan - rekan kalian ! Disini bukan kuburan massal !" ucap Antonio dingin. "Gianluca!"


"Sì Signor!" jawab Gianluca, salah satu pengawal senior Antonio.


"Mayat - mayat rekan mereka tumpuk depan gerbang ! Biar mereka bawa kembali ! Bilang pada Manuel Raymundo dan Michael Ferrara... You messed up with the wrong family ! Hai a che fare con la famiglia sbagliata! Kalian berurusan dengan keluarga yang salah !" Antonio melepaskan tembakan tepat di depan kaki mercenary itu tanpa memperdulikan lantai granitnya rusak. "Andare a casa! Porta i cadaveri dei tuoi compagni ! ( pulang kalian ! Bawa mayat - mayat rekan kalian )."


Ketiga orang itu memilih berbalik karena sudah terkepung dan akhirnya semua mayat rekan mereka, dimasukkan ke dalam mobil Van yang memang dibawa dengan rencana membawa mayat Antonio Bianchi dan Alexis Accardi tapi ternyata malah membawa rekan mereka sendiri.


Setelah semua usai, Antonio dan Luke segera membenarkan semua sistem keamanan dibantu oleh Shohei dan Gianluca.

__ADS_1


Raveena yang merasa lemas karena sudah lama tidak mengalami situasi yang memicu adrenalin nya, hanya memeluk erat Alexis. Raul pun mengambil segelas air putih dingin untuk ibunya. Setelah menghabiskan minumnya, keluarga Accardi itu saling berpelukan seolah saling menguatkan apalagi Alexis dan Raveena tahu, ini kali pertama Raul membunuh orang. Raveena seorang psikolog jadi tahu putranya membutuhkan mentap support agar Raul tidak mengalami trauma berat.


Hyde dan Vicenzo duduk di tangga sambil minum juice jeruk yang diberikan seorang pengawal Bianchi.


"Serius... Kamu macam Hokage..." gumam Vicenzo.


"Aku suka cerita ninja dan samurai dari kecil jadi kenapa tidak aku pelajari sekalian?" senyum Hyde.


"Raul membunuh orang... " ucap Alano yang baru datang dan bergabung dengan kedua kakaknya. "Katanya orang itu hampir membunuh Tante Veena."


"Kamu juga kan Al..." senyum Hyde. "Dengar, ini masalah hidup dan mati. Nyawamu atau nyawa mereka dan mereka dibayar tinggi untuk menghantarkan nyawa. Jadi tahu resikonya..."


Alano duduk di sebelah Hyde. "Tangan ku masih gemetaran..." remaja itu menunjukkan kedua tangannya yang memang gemetar.


"Nanti akan berhenti gemetar dengan sendirinya." Hyde merangkul Alano. "Mas bangga sama kamu, bisa membela diri."


Alano memeluk kakaknya.


***


Sementara itu di Tokyo toko game...


"Raiden-chan, jangan lama-lama di kamar mandinya" ucap pengawal Raiden, Momiji.


"Nggak, aku sebentar saja cuma pipis." Raiden pun masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Momiji menunggu di depan pintu.


Hingga sepuluh menit, Raiden tidak keluar, membuat Momiji cemas dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Wajah Momiji memucat saat melihat ada darah disana dan gelang bergambar Gundam tergeletak disana.


"Oh God ! Raiden-chan ! Den Den Mushi !" panggil Momiji dan dia menemukan sebuah tembok kamar mandi sudah dijebol dan Momiji melihat ada jejak ban mobil di belakang toko game.


Momiji langsung menelpon Nobu.


"Senpai... Raiden-chan diculik !"


"AAAPPAAA ?"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24 08 23 )


__ADS_2