
Pinggir Sungai Po dekat dermaga kecil
Vicenzo langsung menghampiri ayahnya yang sedang diperiksa Ken Al Jordan sedangkan Alano langsung memeluk ayahnya yang nyaris tewas hari ini. Hyde dan Luke bersama Bayu dan Alessandro memeriksa mayat-mayat yang terdapat disana.
"Gile Ndro... Head shot semua !" ucap Bayu.
"Diborong semua sama Signor Mancini" jawab Shohei yang menjadi saksi bahkan bodycamnya masih menyala.
Luke, Bayu dan Alessandro menoleh ke arah Dante yang masih mengobrol dengan Vicenzo di ambulans yang datang lebih dulu bersama dengan mobil yang membawa Ken.
"Dasar !" gumam Bayu.
"Tapi Inferno memang pantas menghentikan mereka semua karena dia nyaris kehilangan nyawanya ! " ucap Luke.
"Sudah selesai kan? Kita bisa hidup tenang?" senyum Alessandro.
"Yes. Sudah selesai."
***
Tiga Bulan Kemudian
Semua orang, baik di Turin maupun Tokyo, menikmati kedamaian usai gegeran yang menimpa semua anggota keluarga besar klan Pratomo. Setelah kejadian terakhir, Dante dan Antonio harus mendapatkan hukuman penjara tiga hari karena main hakim sendiri. Semua orang tahu kalau itu hanyalah formalitas Polizia Turin agar tidak semakin malu karena banyaknya skandal yang terungkap.
Kefka Guilherme akhirnya mendapatkan kembali memori nya yang hilang dan dirinya hanya pasrah saat harus mendapatkan hukuman penjara karena percobaan pembunuhan kepada Savrinadeya McCloud Bianchi. Para orang-orang yang ditahan di markas Mancini, semua diproses secara hukum termasuk deportasi agen Tony Jameson ke CIA.
Intinya, pemerintah Turin ingin memperbaiki nama baik kotanya dan kepolisian Turin agar para warganya bisa memberikan kepercayaan kembali pada pemimpin dan keamanan kotanya.
Semua orang yang ikut gegeran ke Turin, sudah kembali ke kota dan negara masing-masing. Bayu sendiri begitu sampai New York, harus datang ke sekolah kedua anaknya. Duncan dan Scarlett berbuat ulah lagi hingga membuat murid yang tukang malak masuk rumah sakit. Tidak hanya itu, Alessandro pun menghadapi situasi yang sama. Asher berkelahi dengan teman sekelasnya karena ketahuan mencontek proyek science nya. Intinya, para ayah yang lama tak pulang, tetap saja harus menghadapi masalah dari anak-anak mereka.
Generasi keenam hanya bisa memegang pelipis masing-masing karena merasa generasi ketujuh memiliki stereotip yang sama, No Rusuh No Life. Satu yang membuat para orang tua salut pada anak-anak mereka, semua gegeran bukan mereka yang mulai. Mereka semua memiliki prinsip yang selalu ditekankan oleh para orang tua, bela selalu kebenaran dan menolong orang yang lemah.
Kalau istilah wong Jowo, wong ndelok gitoke dhewe atau orang melihat cerminan sendiri.
***
London, Inggris
Iris sedang berjalan menuju perpustakaan di Oxford saat melihat sosok yang sangat dia hapal. Gadis itu tersenyum ke arah pria yang sedang bersandar di pohon sambil minum air mineral dari botol. Melihat Iris muncul, Vicenzo membuang botol plastik itu ke tempat sampah khusus sampah plastik lalu membenarkan kancing jasnya dan menghampiri gadis itu.
Vicenzo Mancini
__ADS_1
"Ngapain kamu ke Oxford?" kekeh Iris sambil memeluk Vicenzo. Sebulan setelah gegeran, Vicenzo membuktikan janjinya untuk datang ke Rio de Janeiro.
Di hadapan Eduardo dan Regina Oliviera, Vicenzo memberitahukan bahwa dirinya menyukai Iris dan meminta ijin berpacaran dengan anak gadis keluarga Oliviera.
Tentu saja Eduardo dan Regina sangat senang karena yang menyukai anak gadisnya adalah pemuda yang sangat mereka tahu bagaimana keluarganya. Regina bahkan berharap Vicenzo dan Iris sampai ke jenjang pernikahan nantinya jika mereka sudah siap karena dia ingin berbesan dengan Leia Bianchi.
Iris sendiri salut dengan keberanian Vicenzo datang ke Rio tidak hanya menemui dirinya dan menembaknya untuk menjadi kekasih pria Italia Jepang itu tapi juga menemui kedua orangtuanya. Sangat jarang di jaman sekarang seorang pria datang dengan gentleman, menghadap kedua orang tua calon pacar, dan menyatakan ingin berpacaran dengan anak gadis mereka.
Ini baru pacaran saja, Enzo sudah berani menghadapi kedua orangtuanya. Iris semakin yakin untuk melabuhkan cintanya kepada Vicenzo karena melihat bagaimana pria itu serius berpacaran dengannya, bukan hanya iseng.
Kini Iris tersenyum senang karena kekasihnya datang ke kampusnya.
"Memangnya tidak boleh bertemu dengan kekasih nya sendiri... " senyum Vicenzo sambil mencium kening Iris.
"Kamu ke London ngapain?" Iris mulai hapal kalau Vicenzo tidak akan pergi jika tidak ada kepentingan karena tidak mau mengganggu proses kuliahnya.
"Ada pameran wine. Kan sekarang aku mulai dilepas Padre untuk menemui para klien meskipun masih didampingi Paman Sergio. Karena baru pameran lusa, kenapa tidak aku datang kemari duluan ?" Vicenzo menggandeng tangan Iris lalu berjalan menuju tempat duduk yang tersedia di dekat gedung perpustakaan.
"Aku boleh ikut datang?" tanya Iris.
"Boleh lah, kalau tidak ada kuliah dan urusan kelulusan kamu. Ini rambutnya kenapa nggak dijepit? Nusuk mata lho ..." Vicenzo menyelipkan poni panjang Iris.
Gadis itu hanya tersipu mendapatkan perlakuan romantis pria dingin di hadapannya. Dingin kalau ke orang lain tapi ke aku selalu hangat.
"Nanti aku potong..."
"Eh jangan sayang, dijepit saja" ucap Vicenzo.
"Baiklah. Ngomong-ngomong Shaun tidak ikut mengawal kamu?" Iris celingukan mencari bayangan Vicenzo.
"Nggak. Lagi dihukum Padre."
"Kenapa?"
"Hummer Padre dibawa off-road sama dia sampai As nya patah..."
Iris melongo. Astagaaaa...
***
Tokyo Jepang
__ADS_1
Hyde menyaksikan acara festival kimono yang berlangsung di Harajuku bersama dengan Raihanun Park yang merengek minta lihat tapi karena tidak ada yang mau menemani, dan mereka semua sudah pusing dengan kereogan gadis cilik itu, akhirnya Hyde mengalah.
Ditemani oleh Shohei dan Akito Shinoda, mereka semua berangkat ke Harajuku mengenakan kimono. Raihanun tampak senang bahkan tanpa ragu menggandeng tangan Akito minta dibelikan street food disana. Hyde hanya bisa melengos karena adiknya seenaknya sendiri. Festival ini pun terdapat berbagai macam permainan macam pasar malam.
"Tahu gitu biar sama Akito perginya, nggak usah bawa-bawa aku !" omel Hyde sebal sedangkan Shohei sudah tersenyum mendengar Bossnya manyun.
"Bukankah sebagai kakak yang baik itu harus berguna bagi nusa bangsa dan adiknya?" sahut Shohei sambil membeli dua takoyaki untuk dirinya dan Hyde.
"Kamu kalau komentar unfaedah, aku suruh latihan Kendo sampai subuh !"
"Ndak masalah..." balas Shohei cuek. "Malah bagus buat orang-orang yang terkadang kena insomnia macam aku ini ..."
Hyde menggelengkan kepalanya sebal karena pengawal nya selalu punya jawaban di setiap ucapannya. Pria dingin itu berjalan sambil memakan takoyaki nya dan melihat ada seorang gadis bermain tembak bebek mengenakan kimono berwarna biru. Gadis itu berteriak heboh saat bisa menembak semua bebek besi yang di rak target.
Tentu saja usai bisa menembak semua, gadis itu bermain sekali lagi tapi kali ini dua tembakannya meleset.
"Aaahhh... Tidak bisa kena semua!" keluhnya kesal.
Hyde menghampiri gadis itu. "Kamu ngincar hadiah apa?" tanyanya.
"Eh? Oh aku mengincar hadiah boneka panda itu. Mau aku kasih buat pasienku" jawab gadis itu.
"Kalau aku bisa menembak semuanya, dan mendapatkan panda itu, maukah memberitahukan namamu?" senyum Hyde.
"Buktikan, cowok genit !" kekeh gadis itu.
Hyde menyerahkan kotak takoyaki nya ke Shohei dan mulai bermain tembak bebek besi. Shohei hanya tersenyum smirk saat melihat Hyde bisa menembak semuanya dan berhasil mendapatkan boneka panda itu.
"Pandamu. Sekarang, berikan namamu..." tagih Hyde sambil memberikan boneka panda besar itu.
"Kana. Kana Kitajima, calon psikolog."
Introducing Kana Kitajima
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️